Abstract:
Pendahuluan: Malaria masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di wilayah
endemis, termasuk Kabupaten Batu Bara. Keberhasilan pengendalian malaria sangat
dipengaruhi oleh kepatuhan masyarakat dalam mengikuti program deteksi dini berbasis
komunitas, salah satunya program MALARIASAFE. Tujuan: Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui hubungan kepatuhan masyarakat dalam mengikuti program deteksi dini
malaria (MALARIASAFE) dengan kejadian malaria di Desa Nenas Siam, Kecamatan
Medang Deras, Kabupaten Batu Bara. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian
observasional analitik dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 46
responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data kepatuhan
diperoleh melalui wawancara, sedangkan data kejadian malaria diperoleh dari hasil
pemeriksaan mikroskopis. Analisis data dilakukan menggunakan uji Fischer exact dengan
tingkat signifikansi 5%. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa 50.0% responden
patuh terhadap program MALARIASAFE dan 69,6% responden tidak mengalami
malaria. Terdapat hubungan yang signifikan antara kepatuhan masyarakat dan kejadian
malaria (p-value = 0,000). Kesimpulan: kepatuhan masyarakat dalam mengikuti program
MALARIASAFE berhubungan dengan penurunan kejadian malaria, sehingga diperlukan
penguatan edukasi dan partisipasi masyarakat untuk mendukung keberhasilan program
deteksi dini malaria.