| dc.description.abstract |
Pendahuluan: Luka bakar derajat II merupakan cedera kulit yang melibatkan
lapisan epidermis dan sebagian dermis sehingga memerlukan penanganan yang
tepat untuk mempercepat penyembuhan dan mencegah komplikasi. Terapi topikal
berbahan herbal menjadi alternatif yang terus dikembangkan. Daun sirih merah
(Piper crocatum) mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid, tanin, saponin,
dan minyak atsiri yang memiliki aktivitas antiinflamasi, antibakteri, dan
antioksidan sehingga berpotensi mendukung proses penyembuhan luka bakar.
Metode: Penelitian ini merupakan studi eksperimental in vivo dengan rancangan
post-test only control group design. Sampel penelitian terdiri dari 30 ekor mencit
jantan (Mus musculus) yang dibagi ke dalam tiga kelompok, yaitu kelompok
perlakuan yang diberikan salep ekstrak daun sirih merah konsentrasi 30%,
kelompok kontrol positif yang diberikan Bioplacenton, dan kelompok kontrol
negatif tanpa perlakuan. Pemberian salep dilakukan selama 14 hari dan diameter
luka diukur pada hari ke-15. Analisis data dilakukan menggunakan uji Shapiro–
Wilk, uji Levene, dan uji Kruskal–Wallis. Hasil: Rata-rata diameter luka bakar
pada hari ke-15 pada kelompok kontrol negatif sebesar 1,08 cm, kelompok kontrol
positif sebesar 0,68 cm, dan kelompok perlakuan sebesar 1,16 cm. Secara
deskriptif, kelompok perlakuan menunjukkan penyembuhan luka yang lebih baik
dibandingkan kelompok kontrol negatif. Namun, hasil uji Kruskal–Wallis
menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang bermakna secara statistik antar
kelompok perlakuan (p = 0,111). Kesimpulan:
Salep ekstrak daun sirih merah (Piper crocatum) konsentrasi 30% menunjukkan
potensi dalam mendukung penyembuhan luka bakar derajat II pada mencit (Mus
musculus), namun belum memberikan efek yang signifikan secara statistik
dibandingkan kelompok kontrol. |
en_US |