Abstract:
Pendahuluan: Indonesia merupakan wilayah dengan risiko gempa bumi tinggi
karena berada pada pertemuan empat lempeng tektonik utama. Aceh dan
Sumatera Utara termasuk daerah paling rawan dengan riwayat gempa besar
seperti tsunami Aceh 2004 dan gempa Nias 2005. Tingkat kesiapsiagaan
masyarakat, termasuk mahasiswa kedokteran sebagai calon tenaga kesehatan,
menjadi aspek penting dalam mitigasi bencana. Universitas Malikussaleh
memiliki blok Disaster Management dalam kurikulum, sedangkan Universitas
Muhammadiyah Sumatera Utara belum memiliki blok khusus kebencanaan,
sehingga perbedaan kurikulum memengaruhi tingkat kesiapsiagaan. Tujuan:
Menganalisis perbandingan tingkat kesiapsiagaan terhadap bencana gempa bumi
antara mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh dan Fakultas
Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara.
Metode: Penelitian analitik komparatif dengan desain cross-sectional. Sampel
sebanyak 100 responden angkatan 2021 dari kedua universitas yang dipilih
menggunakan rumus Slovin. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner
kesiapsiagaan bencana LIPI–UNESCO/ISDR yang terdiri dari 29 item dan empat
domain: pengetahuan, rencana kesiapsiagaan, peringatan dini, dan mobilisasi
sumber daya. Analisis data menggunakan uji Mann-Whitney. Hasil: Mayoritas
Mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah
Sumatera Utara dan Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh berada pada
kategori sangat siap terhadap bencana gempa bumi (94%). Hasil uji Mann Whitney menunjukkan perbedaan bermakna tingkat kesiapsiagaan antara kedua
universitas dengan nilai p = 0,001, di mana rata-rata skor kesiapsiagaan
mahasiswa Universitas Malikussaleh lebih tinggi dibandingkan Universitas
Muhammadiyah Sumatera Utara. Perbedaan signifikan ditemukan pada domain
pengetahuan (p = 0,005), rencana kesiapsiagaan (p = 0,011), dan mobilisasi
sumber daya (p = 0,007), namun tidak signifikan pada peringatan dini (p = 0,164).
Kesimpulan: Terdapat perbedaan signifikan dalam kesiapsiagaan bencana antara
mahasiswa dari kedua universitas. Mahasiswa Universitas Malikussaleh memiliki
tingkat kesiapsiagaan lebih tinggi, dipengaruhi oleh paparan pendidikan
kebencanaan melalui kurikulum khusus Disaster Management. Pendidikan
kebencanaan disarankan untuk diintegrasikan ke dalam kurikulum fakultas
kedokteran sebagai upaya penguatan mitigasi bencana.