Abstract:
Pendahuluan: Burnout merupakan kondisi kelelahan psikologis akibat stres
akademik yang berkepanjangan, yang ditandai oleh kelelahan emosional, sinisme,
dan penurunan efikasi akademik. Mahasiswa kedokteran merupakan kelompok
yang rentan mengalami burnout akibat tuntutan kurikulum yang padat dan tekanan
akademik yang tinggi. Burnout diketahui berhubungan dengan berbagai gangguan
kesehatan mental, terutama simtom depresi dan ansietas, yang dapat memengaruhi
kesejahteraan psikologis serta performa akademik mahasiswa. Metode Penelitian:
Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain cross sectional yang dilakukan pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas
Muhammadiyah Sumatera Utara angkatan 2022. Sampel penelitian berjumlah 47
responden yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Tingkat
burnout diukur menggunakan Maslach Burnout Inventory–Student Survey (MBI SS), simtom depresi menggunakan Patient Health Questionnaire-9 (PHQ-9), dan
simtom ansietas menggunakan Generalized Anxiety Disorder-7 (GAD-7). Analisis
data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil: Hasil penelitian
menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat burnout dengan
simtom depresi (r = 0,463; p = 0,001) dengan kekuatan korelasi sedang dan arah
hubungan positif. Selain itu, terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat
burnout dengan simtom ansietas (r = 0,308; p = 0,035) dengan kekuatan korelasi
rendah dan arah hubungan positif. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang
bermakna antara tingkat burnout dengan simtom depresi dan ansietas pada
mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara
angkatan 2022, di mana semakin tinggi tingkat burnout maka semakin tinggi
kecenderungan munculnya simtom depresi dan ansietas.