Abstract:
Latar Belakang : Pengembangan softskill mahasiswa merupakan aspek penting
dalam pendidikan tinggi bidang kesehatan karena berperan dalam membentuk
kemampuan komunikasi, kerja sama tim, kepemimpinan, dan pemecahan
masalah. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan softskill
mahasiswa adalah melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Program
pengabdian kepada masyarakat dalam pencegahan malaria menjadi sarana
pembelajaran berbasis pengalaman yang melibatkan mahasiswa secara langsung
dalam kegiatan kesehatan masyarakat. Tujuan : Untuk mengetahui perubahan
tingkat softskill mahasiswa FKIK UMSU melalui program pengabdian kepada
masyarakat pencegahan malaria di Desa Nenassiam, Kabupaten Batu Bara. Hasil :
Menunjukkan bahwa hasil pre-test menunjukkan sebagian besar mahasiswa
memiliki tingkat softskill pada kategori cukup (66,6%) dan baik (33,3%). Setelah
pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat, terjadi pengembangan yang
signifikan, di mana sebagian besar mahasiswa berada pada kategori sangat baik
(93,3%) dan sisanya pada kategori baik (6,6%). Kesimpulan : Menunjukkan
bahwa pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat dalam pencegahan
malaria berkontribusi secara signifikan terhadap pengembangan softskill
mahasiswa FKIK UMSU.