| dc.description.abstract |
Pendahuluan: Diabetes melitus tipe 2 merupakan penyakit metabolik kronis yang
dapat menimbulkan komplikasi makrovaskular, seperti penyakit jantung koroner,
stroke, dan penyakit arteri perifer. Hemoglobin terglikasi (HbA1c) digunakan
sebagai indikator kontrol glikemik jangka panjang, namun hubungan antara kadar
HbA1c dan komplikasi makrovaskular masih menunjukkan hasil yang bervariasi.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kadar HbA1c dengan
kejadian komplikasi makrovaskular pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Rumah
Sakit Umum Haji Medan. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian
observasional analitik dengan desain potong lintang (cross-sectional)
menggunakan data rekam medis. Sampel penelitian berjumlah 46 pasien yang
diperoleh melalui teknik consecutive sampling. Analisis data dilakukan secara
univariat dan bivariat menggunakan uji Fisher’s Exact Test dengan tingkat
kemaknaan p < 0,05. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa 84,8% pasien
memiliki kadar HbA1c tidak terkontrol (≥7%) dan 39,1% mengalami komplikasi
makrovaskular, dengan penyakit jantung koroner sebagai komplikasi terbanyak
(52,6%). Analisis bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan yang bermakna
antara kadar HbA1c dan komplikasi makrovaskular (p = 1,000). Kesimpulan:
penelitian ini menyimpulkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara
kadar HbA1c dan kejadian komplikasi makrovaskular pada pasien diabetes
melitus tipe 2 di Rumah Sakit Umum Haji Medan. |
en_US |