| dc.description.abstract |
Pendahuluan: Peningkatan penggunaan game online di kalangan
mahasiswa berpotensi menimbulkan Internet Gaming Disorder (IGD) yang dapat
memengaruhi proses belajar. Mahasiswa kedokteran memiliki tuntutan akademik
tinggi sehingga penting untuk mengetahui bagaimana hubungan IGD dengan
Indeks Prestasi Semester (IPS) dan gaya belajar yang dimiliki mahasiswa.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross sectional. Subjek penelitian adalah mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas
Muhammadiyah Sumatera Utara yang memenuhi kriteria inklusi. Data
dikumpulkan menggunakan kuesioner tingkat kecanduan game online berbasis
pedoman WHO, instrumen gaya belajar (VARK), dan IPS. Analisis data
dilakukan secara univariat dan bivariat hubungan kecanduan game online dengan
gaya belajar dan IPS diuji menggunakan uji Fisher Exact dengan bantuan
software SPSS. Hasil:
Prevalensi mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera
Utara yang mengalami Internet Gaming Disorder sebesar 8%.Sebanyak 50%
responden termasuk dalam kategori kecanduan ringan, dan 50% termasuk dalam
kategori kecanduan berat. Sebagian besar responden bermain game online selama
3–7 jam per hari. Seluruh responden memiliki IPS dalam kategori memuaskan
hingga dengan pujian, tanpa adanya responden dengan IPS kurang. Hasil uji
Fisher‟s Exact menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara
tingkat kecanduan game online dan IPS mahasiswa (p = 0,660). Namun, terdapat
hubungan yang signifikan antara tingkat kecanduan game online dan gaya belajar
mahasiswa (p = 0,027). Kesimpulan: Tingkat kecanduan game online tidak
berhubungan secara signifikan dengan capaian akademik mahasiswa, namun
berhubungan dengan variasi gaya belajar. Semakin tinggi tingkat kecanduan,
semakin beragam gaya belajar yang digunakan mahasiswa. |
en_US |