| dc.description.abstract |
Latar Belakang : Tuberkulosis resisten obat (TB RO) masih menjadi
permasalahan kesehatan dengan tingkat keberhasilan pengobatan yang dipengaruhi
oleh berbagai faktor, salah satunya status gizi pasien. Indeks massa tubuh (IMT)
merupakan indikator status gizi yang mudah diukur dan dilaporkan berhubungan
dengan luaran pengobatan tuberkulosis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
hubungan antara indeks massa tubuh dengan keberhasilan pengobatan TB resisten
obat pada pasien yang menjalani regimen jangka pendek BPaL/BPaLM di RSUD
Dr. Pirngadi Medan. Metode : Penelitian ini menggunakan desain observasional
analitik dengan pendekatan retrospektif. Data diperoleh dari rekam medis pasien
TB resisten obat yang menjalani pengobatan dengan regimen BPaL/BPaLM. Indeks
massa tubuh digunakan sebagai variabel independen, sedangkan keberhasilan
pengobatan sebagai variabel dependen. Analisis data dilakukan secara univariat dan
bivariat menggunakan uji Fisher Exact. Hasil : Berdasarkan penelitian
menunjukkan bahwa pasien dengan IMT gemuk memiliki angka keberhasilan
pengobatan sebesar 100%, sedangkan kelompok IMT normal sebesar 96,2% (25
dari 26 pasien). Sebaliknya, kelompok pasien dengan IMT kurus menunjukkan
angka keberhasilan yang lebih rendah, yaitu 54,5% (12 dari 22 pasien). Analisis
bivariat menggunakan uji Fisher Exact menunjukkan adanya hubungan yang
bermakna antara indeks massa tubuh dan keberhasilan pengobatan TB resisten obat
(p < 0,05). Kesimpulan : Penelitian ini menunjukkan bahwa erdapat hubungan
antara indeks massa tubuh dengan keberhasilan pengobatan TB resisten obat pada
pasien yang menjalani regimen BPaL/BPaLM. Status gizi merupakan faktor
penting yang perlu diperhatikan dalam upaya meningkatkan keberhasilan
pengobatan TB resisten obat. |
en_US |