| dc.description.abstract |
Latar belakang: Penggunaan rokok elektrik (e-cigarette) jenis pod meningkat pesat di
kalangan anak muda, termasuk mahasiswa kedokteran, dengan persepsi bahwa produk ini
lebih aman dibandingkan rokok konvensional. Namun, bukti ilmiah mengenai manfaat
kesehatannya belum jelas, sementara risiko jangka panjang terus dilaporkan. Meskipun
mahasiswa kedokteran umumnya memiliki pengetahuan medis yang baik, masih
ditemukan penggunaan pod di kelompok ini, sehingga menimbulkan kesenjangan antara
pengetahuan, persepsi, dan perilaku. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
perbedaan persepsi dan pengetahuan mengenai dampak kesehatan jangka panjang
penggunaan rokok elektrik jenis pod antara mahasiswa perokok dan tidak perokok di
Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara. Metode: Penelitian
deskriptif analitik dengan desain cross-sectional dilakukan pada 96 mahasiswa yang telah
melewati blok pulmonologi, terdiri atas 48 perokok dan 48 tidak perokok, yang dipilih
secara simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner persepsi (23
item skala Likert) dan kuesioner pengetahuan (17 item skala Guttman) yang telah diuji
validitas dan reliabilitasnya. Analisis data meliputi analisis univariat dan bivariat
menggunakan uji Mann-Whitney. Hasil: Mahasiswa tidak perokok mayoritas memiliki
persepsi positif (81,2%) dan pengetahuan baik (54,2%), sedangkan pada kelompok
perokok distribusi persepsi dan pengetahuan lebih merata. Terdapat perbedaan signifikan
antara kedua kelompok pada variabel persepsi (p < 0,001) dan pengetahuan (p = 0,014),
dengan skor rata-rata lebih tinggi pada mahasiswa tidak perokok. Kesimpulan:
Mahasiswa tidak perokok memiliki persepsi yang lebih positif dan tingkat pengetahuan
yang lebih baik mengenai dampak kesehatan jangka panjang penggunaan rokok elektrik
jenis pod dibandingkan mahasiswa perokok. |
en_US |