Abstract:
Latar Belakang: Kegemukan ialah persoalan kesehatan berskala internasional
yang angka kejadiannya terus bertambah, tak terkecuali pada kelompok usia dewasa
muda seperti kalangan mahasiswa. Secara teoretis, kondisi obesitas mampu
memengaruhi kinerja paru lewat mekanisme mekanis dan proses peradangan.
Pengujian spirometri, terutama Vital Capacity (VC) serta Forced Vital Capacity
(FVC), dimanfaatkan guna mengevaluasi kapasitas fungsi paru. Meski demikian,
berbagai riset terdahulu yang mengkaji keterkaitan kegemukan dengan kinerja paru
pada populasi muda sehat masih menunjukkan temuan yang beragam. Tujuan:
Menganalisis keterkaitan antara kondisi obesitas dengan capaian spirometri (Vital
Capacity dan Forced Vital Capacity) pada mahasiswa Fakultas Kedokteran UMSU
angkatan 2022. Metode: Studi ini mengadopsi pendekatan kuantitatif analitik
observasional dengan rancangan cross-sectional. Sebanyak 32 mahasiswa
berkategori overweight dan obesitas dijadikan sampel melalui metode total
sampling. Pengumpulan data dilaksanakan melalui pengukuran IMT serta
pemeriksaan spirometri. Pengolahan data menggunakan uji korelasi Spearman.
Hasil: Mayoritas partisipan terklasifikasi dalam kategori overweight, obesitas
derajat I, dan obesitas derajat II dengan sebaran yang cukup proporsional. Rerata
nilai Vital Capacity (VC) partisipan tercatat di bawah ambang batas normal,
sementara rerata Forced Vital Capacity (FVC) masih berada pada rentang normal.
Uji korelasi Spearman menghasilkan nilai (p = 0,220) dengan koefisien r = 0,223
guna keterkaitan IMT dengan VC, serta nilai (p = 0,842) dengan koefisien r = 0,037
guna keterkaitan IMT dengan FVC, yang mengindikasikan ketiadaan hubungan
signifikan antara IMT dengan VC maupun FVC. Kesimpulan: Tidak ditemukan
korelasi bermakna antara obesitas berdasar IMT dengan capaian spirometri (VC dan
FVC) pada mahasiswa Fakultas Kedokteran UMSU angkatan 2022.