Abstract:
Latar Belakang: Kadaver merupakan media penting dalam pembelajaran
anatomi karena memberikan pengalaman nyata bagi mahasiswa kedokteran dalam
memahami struktur tubuh manusia. Namun, penggunaannya menimbulkan
persoalan etis dan hukum, terutama dalam pandangan fikih Islam yang menuntut
penghormatan terhadap jenazah serta aspek medikolegal yang mengatur
penggunaannya secara sah.Tujuan: Mengetahui tingkat pengetahuan mahasiswa
Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara angkatan 2024
terhadap aspek fikih Islam dan medikolegal dalam penggunaan kadaver pada
praktikum anatomi.Metode: Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan
pendekatan cross sectional yang melibatkan 72 mahasiswa. Data dikumpulkan
menggunakan kuesioner berisi 27 pernyataan dan dianalisis secara univariat
menggunakan program SPSS versi 25 untuk menentukan tingkat pengetahuan
mahasiswa.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan
mahasiswa mengenai aspek fikih Islam termasuk kategori baik (50%), cukup
(48,6%), dan buruk (1,4%). Sedangkan pengetahuan aspek medikolegal berada
pada kategori baik (66,7%), cukup (27,8%), dan buruk (5,6%). Mahasiswa lebih
memahami ketentuan hukum dan etika medikolegal dibandingkan aspek fikih
Islam, terutama terkait larangan penggunaan kadaver berbeda jenis kelamin dan
status jenazah maksum. Kesimpulan: Sebagian besar mahasiswa memiliki tingkat
pengetahuan yang baik terhadap penggunaan kadaver, namun pemahaman fikih
Islam masih perlu ditingkatkan. Integrasi nilai-nilai syariat Islam dalam kurikulum
kedokteran diperlukan agar mahasiswa mampu melaksanakan praktikum anatomi
secara ilmiah, etis, dan sesuai hukum Islam.