| dc.description.abstract |
Pendahuluan: Sedentary lifestyle merupakan pola aktivitas dengan minim
pergerakan fisik yang semakin meningkat pada mahasiswa kedokteran akibat
tuntutan akademik dan penggunaan perangkat elektronik. Kondisi ini berpotensi
menimbulkan keluhan muskuloskeletal serta perubahan metabolik seperti
peningkatan kadar gula darah. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan
sedentary lifestyle dengan keluhan muskuloskeletal dan kadar gula darah puasa
pada mahasiswa kedokteran universitas muhammadiyah sumatera utara. Metode:
Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan
cross sectional. sampel berjumlah 95 mahasiswa yang dipilih menggunakan teknik
simple random sampling. Tingkat sedentary lifestyle dinilai menggunakan
sedentary behavior questionnaire sedangkan keluhan muskuloskeletal diukur
menggunakan nordic body map. Kadar gula darah puasa diperiksa dengan metode
glucose oxidase. Data dianalisis menggunakan uji korelasi spearman dengan
tingkat signifikansi p < 0,05. Hasil: Terdapat hubungan positif yang signifikan
antara sedentary lifestyle dan keluhan muskuloskeletal dengan nilai r = 0,509 dan
p < 0,001 yang menunjukkan semakin tinggi sedentary lifestyle maka semakin
tinggi keluhan muskuloskeletal. Selain itu ditemukan hubungan positif yang
signifikan antara sedentary lifestyle dan kadar gula darah puasa dengan r = 0,243
dan p = 0,018. Kesimpulan: Terdapat hubungan positif yang signifikan antara
sedentary lifestyle dengan keluhan muskuloskeletal dan kadar gula darah puasa
pada mahasiswa kedokteran. Perilaku duduk berkepanjangan berpotensi
memengaruhi kesehatan muskuloskeletal dan metabolik sehingga diperlukan
edukasi dan promosi aktivitas fisik ringan secara berkala. |
en_US |