Abstract:
Pendahuluan: Klaim ‘Dermatologically Tested’ sering digunakan dalam produk
skincare untuk menunjukkan keamanan, namun belum ada regulasi yang jelas
mengenai klaim ini. Mahasiswa kedokteran, sebagai calon tenaga medis, perlu
memahami klaim tersebut untuk membuat keputusan pembelian yang lebih kritis.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat pemahaman
mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara
terhadap klaim ‘Dermatologically Tested’ dengan perilaku pemilihan produk
perawatan kulit. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik
dengan pendekatan cross-sectional, melibatkan 129 mahasiswa. Data dikumpulkan
melalui kuesioner dan dianalisis dengan uji Fisher’s Exact Test untuk mengetahui
hubungan antar variabel. Hasil: Sebagian besar mahasiswa (82,2%) memiliki
pemahaman sedang terhadap klaim ‘Dermatologically Tested’. Dalam hal perilaku
pemilihan produk, 81,4% mahasiswa menunjukkan perilaku tidak impulsif. Hasil
uji bivariat menunjukkan adanya hubungan signifikan antara tingkat pemahaman
dengan perilaku pemilihan produk (p = 0,005). Kesimpulan: Terdapat hubungan
yang signifikan antara tingkat pemahaman mahasiswa Fakultas Kedokteran UMSU
terhadap klaim “Dermatologically Tested” dengan perilaku pemilihan produk
perawatan kulit.