Abstract:
Pendahuluan: Pneumonia menjadi penyebab utama kematian pada anak di
seluruh dunia. Selama infeksi, trombosit berperan penting dalam respons imun
dan peradangan sistemik. Ketidakseimbangan kadar trombosit diduga berkaitan
dengan tingkat keparahan penyakit yang memengaruhi lama rawat inap dan
outcome klinis pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan level
trombosit dengan lama rawat inap dan outcome klinis pada anak dengan
pneumonia di Rumah Sakit Haji Medan. Metode: Penelitian ini merupakan
penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional dengan pendekatan
retrospektif. Sampel penelitian terdiri dari 268 anak penderita pneumonia yang
dirawat inap di Rumah Sakit Haji Medan periode 2020-2024, yang dipilih
menggunakan teknik purposive sampling. Data diperoleh melalui rekam medis
dan dianalisis menggunakan uji statistik Chi-Square. Hasil: Mayoritas subjek
adalah usia <5 tahun (67,9%) dan berjenis kelamin laki-laki (59,7%). Sebagian
besar pasien memiliki kadar trombosit normal (77,6%), durasi rawat inap cepat ≤5
hari (79,1%), dan outcome klinis Non-ICU (94,4%). Hasil uji bivariat
menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara level trombosit dengan
lama rawat inap (p=0,000) dan outcome klinis (p=0,000). Pasien dengan
trombositopenia dan trombositosis cenderung memiliki durasi perawatan yang
lebih lama dan risiko perawatan ICU yang lebih tinggi dibandingkan pasien
dengan trombosit normal. Kesimpulan: Level trombosit berfungsi sebagai
indikator prognostik yang sensitif pada pneumonia anak. Gangguan pada kadar
trombosit, baik penurunan maupun peningkatan, secara signifikan
memperpanjang masa perawatan dan memperburuk luaran klinis pasien.