| dc.description.abstract |
Pendahuluan: Preeklamsia merupakan suatu gangguan kehamilan yang
bersifat progresif dan didiagnosis secara klinis yang ditandai dengan munculnya
hipertensi, dengan atau tanpa proteinuria, serta dalam beberapa kasus disertai
gangguan fungsi hati dan ginjal. Preeklamsia adalah salah satu penyebab utama
persalinan preterm. Preeklamsia terjadi akibat gangguan invasi trofoblas ke arteri
spiralis dan inflamasi sistemik yang menyebabkan perfusi plasenta tidak adekuat,
sehingga memicu kontraksi dan meningkatkan risiko persalinan preterm. Metode:
Penelitian ini termasuk kedalam jenis penelitian analitik observasional. Desain
penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah cross sectional. Penelitian
dimulai pada bulan Agustus 2025 – Oktober 2025 di RSU Haji Medan. Sampel
penelitian ini adalah seluruh pasien post partum dengan diagnosa preeklamsia di
RSU Haji Medan periode 2021 – 2025 yang diambil menggunakan teknik total
sampling sebanyak 40 orang. Hasil: Kejadian preeklamsia terdiri dari 28 orang
(70%) preeklamsia with severe features dan 12 orang (30%) preeklamsia without
severe features. Frekuensi persalinan preterm pada preeklamsia with severe
features adalah 19 orang (67,9%) dan pada preeklamsia without severe features
sebanyak 4 orang (33,3%). Penelitian ini juga memaparkan karakteristik ibu hamil
serta luaran perinatal berdasarkan derajat preeklamsia. Kesimpulan: Terdapat
hubungan yang signifikan antara derajat preeklamsia dengan kejadian persalinan
preterm di Rumah Sakit Umum Haji Medan. |
en_US |