| dc.description.abstract |
Latar belakang: Luka bakar merupakan cedera dengan morbiditas dan mortilitas
yang tinggi dengan efek sistemik dengan memicu respon inflamasi dan gangguan
metabolisme protein yang tercermin dari perubahan jumlah leukosit dan serum
albumin. Ini disebabkan oleh respon inflamasi fase akut dan kebocoran kapiler
sehingga terjadi leukositosis dan hipoalbuminemia. Tujuan: Mengetahui
hubungan jumlah leukosit dan serum albumin terhadap luas luka bakar pada
pasien di RSUD Drs. H. Amri Tambunan periode 2020-2024. Metode: Penelitian
ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan retrospektif,
sampel diambil dengan Teknik total sampling dari rekam medis pasien luka bakar
periode 2020-2024 yang memenuhi kriteria inklusi. data kadar leukosit, serum
albumin, dan luas luka bakar dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan
uji korelasi Somers’d. Hasil: Sebanyak 77,4% (72/93) sampel mengalami
leukositosis dan 66,7% (16/24) mengalami hipoalbuminemia. Hasil uji Somer’d
menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara jumlah leukosit
dengan luas luka bakar (p-value= 0,056). Namun, terdapat hubungan signifikan
antara kadar serum albumin dengan luas luka bakar (p-value= 0,018) dengan
kekuatan moderate (r= 0,508). Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan signifikan
antara jumlah leukosit dengan luas luka bakar, namun terdapat hubungan
signifikan antara serum albumin dengan luas luka bakar. Semakan luas luka bakar,
semakin tinggi resiko terjadi hipoalbuminemia. |
en_US |