Abstract:
Pendahuluan: Infeksi saluran kemih (ISK) merupakan masalah kesehatan
yang perlu mendapat perhatian serius di Indonesia. Penyakit ini dapat menyebabkan
morbiditas maupun mortalitas bila tidak ditangani dengan tepat. ISK menempati
urutan kedua sebagai infeksi tersering di dunia. Indonesia melaporkan prevalensi
5–15% dengan variasi angka kejadian yang cukup tinggi di beberapa daerah,
termasuk Sumatera Utara. Pengetahuan mengenai personal hygiene urogenital
sangat penting bagi perempuan, karena terdapat korelasi positif antara tingkat
pengetahuan kesehatan dengan peningkatan kualitas hidup. Rendahnya tingkat
kebersihan area urogenital memicu terjadinya infeksi saluran kemih. Metode:
Penelitian ini menggunakan metode observasi analitik dengan desain cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan metode non-probability sampling
dengan jenis consecutive sampling. Pengumpulan data diperoleh melalui data
primer yang diperoleh langsung dari mahasiswi Fakultas Kedokteran UMSU
Angkatan 2023. Data dianalisis menggunakan uji statistik yaitu uji korelasi
Spearman. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian dari 60 sampel sebagian besar
responden berada pada usia 20 tahun sebanyak 37 (61.7%), sampel dengan
pengetahuan personal hygiene urogenital paling banyak terdapat pada kategori baik,
yaitu 54 mahasiswi (90.0%), dan sebagian besar sampel tidak memiliki gejala ISK
yaitu sebanyak 56 mahasiswi (93.3%). Hasil uji korelasi spearman menunjukkan
nilai p-value < 0.001 dan nilai koefisien korelasi (r) – 0.578. Kesimpulan: Terdapat
hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan personal hygiene urogenital
dengan terjadinya gejala infeksi saluran kemih.