Abstract:
Pendahuluan: Media sosial semakin berperan sebagai sumber informasi
kesehatan, termasuk mengenai perawatan kulit dan penggunaan sunscreen.
Indonesia sebagai negara dengan paparan sinar ultraviolet (UV) yang tinggi
membutuhkan upaya perlindungan kulit yang optimal. Mahasiswi kedokteran
diharapkan memiliki kesadaran dan perilaku kesehatan yang baik, termasuk dalam
penggunaan sunscreen. Namun, pengaruh intensitas penggunaan media sosial
terhadap perilaku penggunaan sunscreen masih belum jelas, khususnya pada
mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara
(UMSU). Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara
intensitas penggunaan media sosial dengan perilaku penggunaan sunscreen pada
mahasiswi Fakultas Kedokteran UMSU angkatan 2024. Metode: Penelitian ini
merupakan penelitian kuantitatif analitik dengan desain cross-sectional. Subjek
penelitian terdiri dari 123 mahasiswi Fakultas Kedokteran UMSU angkatan 2024
yang dipilih menggunakan teknik stratified sampling. Data dikumpulkan melalui
kuesioner untuk menilai intensitas penggunaan media sosial dan perilaku
penggunaan sunscreen. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat
menggunakan uji korelasi Spearman karena data tidak berdistribusi normal.
Hasil: Sebagian besar responden memiliki intensitas penggunaan media sosial
kategori sedang (85,4%) dan perilaku penggunaan sunscreen kategori tinggi
(74,8%). Hasil uji Spearman menunjukkan koefisien korelasi sebesar 0,109 dengan
nilai signifikansi p = 0,229 (p > 0,05), yang menandakan tidak terdapat hubungan
yang signifikan. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara
intensitas penggunaan media sosial dengan perilaku penggunaan sunscreen pada
mahasiswi Fakultas Kedokteran UMSU angkatan 2024. Perilaku penggunaan
sunscreen cenderung dipengaruhi oleh faktor internal seperti pengetahuan medis,
kesadaran terhadap risiko paparan sinar UV, dan kebiasaan individu.