| dc.description.abstract |
Latar Belakang: Stres oksidatif akibat tingginya reactive oxygen species (ROS)
berperan dalam kerusakan sel dan penyakit degeneratif. Pelepah kelapa (Cocos
nucifera L.) yang sering dianggap limbah diketahui mengandung senyawa bioaktif
yang berpotensi sebagai antioksidan yang mampu menetralkan radikal bebas.
Tujuan: Mengetahui aktivitas antioksidan ekstrak metanol pelepah kelapa
menggunakan metode DPPH. Metode: Penelitian eksperimental laboratorik
dilakukan dengan pengujian reagen DPPH pada panjang gelombang 517 nm.
Dengan konsentrasi uji vitamin C (10–40 ppm) dan ekstrak pelepah kelapa (100–
800 ppm) diuji dalam tiga kali pengulangan. Persen inhibisi dihitung, dan aktivitas
antioksidan ditentukan berdasarkan persen inhibisi. Hasil: Vitamin C pada
konsentrasi 10-40 ppm menunjukkan aktivitas antioksidan yang tinggi pada seluruh
konsentrasi uji pada rentang 88,138 % - 90,841 %. Ekstrak pelepah kelapa pada
konsentrasi 100- 800 ppm menunjukkan aktivitas peningkatan persen inhibisi pada
setiap konsentrasi uji dengan rentang persen inhibisi 62,162% - 89,189 %, dengan
perbedaan signifikan konsentrasi p= 0,029 dan persen inhibisi tidak signifikan
p=0,057. Kesimpulan: Vitamin C memiliki potensi antioksidan yang lebih tinggi
daripada ekstrak pelepah kelapa, karena sudah memberikan inhibisi tinggi yang
hampir sama pada konsentrasi yang jauh lebih rendah dari pada ekstrak metanol
pelepah kelapa (Cocos nucifera.L). |
en_US |