| dc.description.abstract |
Pendahuluan: Kejang demam merupakan salah satu gangguan neurologis yang
paling sering terjadi pada anak usia 6 bulan hingga 60 bulan dan umumnya dipicu
oleh demam akibat infeksi. Status gizi anak berperan dalam menentukan daya tahan
tubuh terhadap infeksi, sehingga berpotensi berhubungan dengan kejadian kejang
demam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara status gizi
dengan kejadian kejang demam pada anak usia 6 bulan–60 bulan di RSUD Mandau
Riau. Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional dengan
pendekatan cross sectional. Data diperoleh dari rekam medis pasien anak dengan
kejang demam periode tahun 2023–2025 menggunakan teknik total sampling.
Sebanyak 56 sampel memenuhi kriteria inklusi. Analisis data dilakukan secara
univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Karena terdapat sel dengan
expected count kurang dari 5 pada tabel kontingensi, interpretasi hasil didasarkan
pada uji Likelihood Ratio. Hasil: Sebagian besar anak yang mengalami kejang
demam memiliki status gizi baik (73,2%) dan mengalami kejang demam sederhana
(66,1%). Proporsi kejang demam kompleks paling tinggi ditemukan pada anak
dengan status gizi baik (43,9%), dibandingkan dengan status gizi kurang (11,1%)
dan gizi buruk (0%). Hasil uji Likelihood Ratio menunjukkan terdapat hubungan
yang bermakna antara status gizi anak dengan kejadian kejang demam (p = 0,010).
Kesimpulan: Terdapat hubungan yang bermakna antara status gizi dengan kejadian
kejang demam pada anak usia 6 bulan–60 bulan di RSUD Mandau Riau. |
en_US |