Abstract:
Latar Belakang : Cutibacterium acnes merupakan bakteri Gram-positif anaerob
yang berperan penting dalam patogenesis acne vulgaris. Penggunaan antibiotik
jangka panjang berisiko menimbulkan resistensi, sehingga diperlukan alternatif
antibakteri dari bahan alami. Bawang putih (Allium sativum) diketahui mengandung
senyawa aktif yang memiliki aktivitas antibakteri. Metode: Penelitian ini
merupakan studi eksperimental murni dengan desain post-test only control group.
Ekstrak bawang putih dibuat dengan metode perasan sederhana dan diuji pada
konsentrasi 10%, 20%, dan 30%. Uji daya hambat dilakukan menggunakan metode
difusi cakram pada media Brain Heart Infusion Agar. Klindamisin 2 µg digunakan
sebagai kontrol positif dan aquades sebagai kontrol negatif. Pengukuran zona
hambat dilakukan setelah inkubasi anaerob pada suhu 37°C selama 24-48 jam. Data
dianalisis menggunakan uji One Way ANOVA dan uji lanjut LSD. Hasil: Ekstrak
bawang putih pada seluruh konsentrasi mampu membentuk zona hambat terhadap
C. acnes. Rerata diameter zona hambat pada konsentrasi 10%, 20%, dan 30%
masing-masing sebesar 10,77 mm, 14,69 mm, dan 16,87 mm. Uji statistik
menunjukkan perbedaan yang bermakna antar kelompok (p < 0,05), dengan
konsentrasi 30% menghasilkan daya hambat terbesar. Kesimpulan: Ekstrak
bawang putih memiliki aktivitas antibakteri terhadap Cutibacterium acnes, dan
peningkatan konsentrasi ekstrak berpengaruh terhadap besarnya zona hambat yang
terbentuk.