Abstract:
Latar Belakang: Kekuatan genggaman tangan merupakan indikator esensial
kapasitas fisik dan status nutrisi yang dapat mengidentifikasi risiko obesitas.
Akumulasi jaringan adiposa pada obesitas sentral berkontribusi terhadap penurunan
kualitas kekuatan genggaman tangan melalui gangguan transmisi gaya otot.
Penelitian sebelumnya menunjukkan inkonsistensi hasil mengenai hubungan
lingkar pinggang dengan kekuatan genggaman tangan, terutama pada populasi
dengan aktivitas fisik tinggi. Tujuan: Menganalisis hubungan ukuran lingkar
pinggang terhadap kekuatan genggaman tangan pada pria pekerja konstruksi
bangunan dengan aktivitas fisik tinggi di Kota Medan. Metode: Penelitian
deskriptif analitik dengan desain cross-sectional melibatkan 100 pekerja konstruksi
pria usia 30-39 tahun yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling.
Pengukuran lingkar pinggang dilakukan dengan pita ukur, sedangkan kekuatan
genggaman tangan diukur menggunakan handgrip dynamometer. Analisis data
menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi α=0,05. Hasil: Mayoritas
responden memiliki lingkar pinggang normal (64%) dengan modus 70 cm dan
kekuatan genggaman kategori normal (53%) dengan modus 41,7 kg. Uji Chi Square menunjukkan hubungan signifikan antara ukuran lingkar pinggang dengan
kekuatan genggaman tangan (p=0,039). Kesimpulan: Terdapat hubungan
bermakna antara ukuran lingkar pinggang terhadap kekuatan genggaman tangan
pada pekerja konstruksi. Aktivitas fisik tinggi tidak sepenuhnya mencegah obesitas
sentral, sehingga diperlukan manajemen nutrisi dan program edukasi kesehatan
untuk optimalisasi komposisi tubuh dan kapasitas fungsional otot.