| dc.description.abstract |
Latar Belakang : Demam tifoid merupakan penyakit infeksi yang masih menjadi
masalah kesehatan masyarakat di Indonesia yang disebabkan oleh bakteri
Salmonella typhi. Terapi utama demam tifoid menggunakan antibiotik, salah
satunya ciprofloxacin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas
ekstrak mengkudu (Morinda citrifolia L.) dalam menghambat pertumbuhan
bakteri Salmonella thypi. Metodologi : Penelitian ini menggunakan metode
kuantitatif true eksperimental dengan pendekatan Posttest Only Control. Ekstrak
mengkudu (Morinda citrifolia L.) dibuat dengan cara maserasi menggunakan
etanol 70%. Teknik yang digunakan untuk mengukur aktivitas antibakteri adalah
metode difusi cakram dengan mengukur zona jernih pada konsentrasi 20%, 30%,
40%, dan 50% dan melihat konsentrasi yang paling efektif dalam menghambat
pertumbuhan S.thypi. Hasil Penelitian : hasil menunjukkan bahwa ekstrak
mengkudu (Morinda citrifolia L.) pada konsentrasi 20%, 30%, 40%, dan 50%,
kontrol positif (Ciprofloxacin), kontrol negatif (aquadest) dengan uji non paramterik Kruskal Wallis memperoleh nilai (P=0,001) dimana nilai (p<0,05)
yang menunjukkan bahwa terdapat perbedaan daya hambat dari masing-masing
kelompok. Ekstrak mengkudu (Morinda citrifolia L.) konsentrasi 50% memiliki
daya hambat terbesar dengan rata – rata 10,73 mm. Kesimpulan : Ekstrak
mengkudu (Morinda citrifolia L.) memiliki efektivitas dalam menghambat
pertumbuhan Salmonella thypi secara in vitro. |
en_US |