Abstract:
Latar Belakang: Preeklampsia merupakan salah satu komplikasi kehamilan yang
masih menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas ibu serta perinatal,
terutama di negara berkembang. Usia dan paritas ibu hamil diketahui berperan
sebagai faktor risiko terjadinya preeklampsia. Metode: Penelitian ini
menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan case control.
Sampel penelitian berjumlah 164 ibu hamil yang terdiri dari 82 ibu hamil dengan
preeklampsia sebagai kelompok kasus dan 82 ibu hamil tanpa preeklampsia
sebagai kelompok kontrol, yang diambil dengan teknik total sampling. Data
diperoleh dari rekam medis dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil:
Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara usia ibu
hamil dengan kejadian preeklampsia (p=0,001), di mana ibu hamil berusia <20
tahun dan >35 tahun memiliki risiko lebih tinggi mengalami preeklampsia. Selain
itu, paritas juga berhubungan secara signifikan dengan kejadian preeklampsia
(p=0,001), terutama pada ibu dengan paritas 1 dan >5. Kesimpulan: terdapat
hubungan yang