Abstract:
Latar Belakang: Leptospirosis merupakan penyakit zoonosis akut yang
disebabkan oleh bakteri Leptospira sp dan ditularkan melalui kontak langsung atau
tidak langsung dengan urin hewan terinfeksi, terutama tikus. Penyakit ini banyak
ditemukan di wilayah tropis dan daerah dengan sanitasi lingkungan yang kurang
baik, serta memiliki angka morbiditas dan mortalitas yang cukup tinggi. Desa Pulau
Tinggi, Riau, merupakan wilayah dengan kondisi geografis dan mata pencaharian
masyarakat yang berisiko terhadap penularan leptospirosis. Upaya pencegahan
penyakit ini sangat dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan dan sikap masyarakat.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan
dengan sikap pencegahan leptospirosis di Desa Pulau Tinggi, Riau. Metode:
Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 72 responden yang dipilih menggunakan
metode simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner untuk
mengukur tingkat pengetahuan dan sikap pencegahan leptospirosis. Analisis data
dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Spearman Rank.
Hasil: Berdasarkan penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden
memiliki tingkat pengetahuan baik (40,3%) dan sikap pencegahan positif (55,6%).
Hasil uji korelasi Spearman diperoleh nilai koefisien korelasi r = 0,095 dengan nilai
p = 0,428, yang menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara
tingkat pengetahuan dengan sikap pencegahan leptospirosis. Korelasi yang
terbentuk bersifat positif sangat lemah. Kesimpulan: penelitian ini adalah tidak
terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan dan sikap
masyarakat terhadap pencegahan leptospirosis di Desa Pulau Tinggi, Riau.
Diperlukan upaya promosi kesehatan yang berkelanjutan dan intervensi berbasis
perilaku untuk meningkatkan efektivitas pencegahan leptospirosis di masyarakat.