Abstract:
Latar Belakang: Tekanan intraokular (TIO) merupakan tekanan hidrostatik di
dalam bola mata yang berperan penting dalam menjaga kestabilan bentuk dan
fungsi optik mata. Pada kondisi emmetropia, di mana sistem optik mata
memfokuskan cahaya tepat pada retina tanpa koreksi refraksi, variasi TIO lebih
mencerminkan faktor biologis seperti jenis kelamin, anatomi okular, dan hormon.
Di Indonesia, data mengenai perbedaan TIO antara laki-laki dan perempuan dengan
emmetropia masih terbatas. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian
kuantitatif komparatif dengan desain cross-sectional yang dilakukan di praktik
spesialis mata dr. Zaldi Z, Sp.M, Medan, pada Juli - Desember 2025. Sampel terdiri
dari 48 mahasiswa Fakultas Kedokteran UMSU (24 laki-laki, 24 perempuan)
berusia 18–25 tahun dengan visus 6/6 (emmetropia). Pemeriksaan TIO mata kanan
dan kiri dilakukan menggunakan tonometer non-kontak setelah pemeriksaan visus
dengan Snellen chart. Data dianalisis dengan uji Shapiro - Wilk, Levenes test, dan
Independent Sample t-Test dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Hasil: Rata - rata
TIO mata kanan pada laki-laki adalah 18,04 ± 5,09 mmHg dan pada perempuan
17,47 ± 3,15 mmHg, sedangkan rata - rata TIO mata kiri pada laki-laki 16,96 ± 4,99
mmHg dan pada perempuan 16,47 ± 3,14 mmHg, dengan seluruh nilai berada
dalam rentang normal 10–21 mmHg. Uji Independent Sample t-Test menunjukkan
nilai p > 0,05 baik pada mata kanan maupun mata kiri, yang berarti tidak terdapat
perbedaan tekanan intraokular yang bermakna secara statistik antara laki-laki dan
perempuan dengan emmetropia. Kesimpulan: Terdapat perbedaan rerata tekanan
intraokular antara laki-laki dan perempuan dengan kondisi emmetropia, namun
perbedaan tersebut tidak signifikan secara statistik. Pada populasi dewasa muda
dengan refraksi normal, jenis kelamin bukan faktor utama yang memengaruhi nilai
tekanan intraokular, selama berada dalam rentang fisiologis.