Abstract:
Baja ST 37 tergolong baja karbon rendah, dimana baja karbon rendah merupakan
jenis baja yang banyak digunakan sebagai bahan konstruksi dalam berbagai
bidang industri. Pengelasan yang sering digunakan dalam dunia kontruksi secara
umum adalah pengelasan dengan menggunakan busur nyala logam terlindungi
atau bisa disebut Shielded Metal Arc Welding (SMAW). Penelitian ini bertujuan
untuk menganalisis pengaruh kuat arus listrik dan sambungan las SMAW tersebut
yang akan diuji kekuatannya untuk mengetahui sifat mekanik pada baja ST 37
dengan menggunakan pengujian tarik. Dari hasil penelitian pengaruh kekuatan
arus listrik pada pengelasan SMAW dengan menggunakan elektroda E7018, nilai
kekuatan tarik maksimum dengan variasi arus 100 ampere, 120 ampere, 140
ampere, menunjukan bahwa nilai tertinggi adalah 311,43 MPa dengan arus
pengelasan 140 ampere. Titik terendah ada pada variasi 100 ampere dengan nilai
257,29 MPa. Sedangkan nilai regangan tarik menunjukan bahwa nilai tertinggi
adalah 12,41 % dengan arus pengelasan 120 ampere. Titik terendah ada pada
variasi 100 ampere dengan nilai 8,97 %. Kuat arus pengelasan sangat berpengaruh
pada kekuatan tarik dan regangan tarik pada suatu material. Sedangkan hasil
penelitian pada kekuatan sambungan pengelasan, Arus 100 A menghasilkan
kekuatan tarik paling rendah akibat penetrasi las yang kurang sempurna. Arus 120
A menunjukkan kombinasi terbaik antara kekuatan dan keuletan, ditandai dengan
nilai tegangan tarik dan regangan yang relatif tinggi dan stabil. Sementara itu,
arus 140 A memberikan kekuatan tarik tertinggi, namun berpotensi menurunkan
keuletan pada beberapa spesimen akibat panas masukan yang berlebihan.