Abstract:
Para peneliti dalam studi ini ingin mengetahui bagaimana
penambahan urin kelinci dan kompos yang terbuat dari serat kelapa memengaruhi
perkembangan bibit pepaya California. Studi ini menggunakan Rancangan Blok
Acak (RAK) dengan dua faktor yang diteliti. Faktor pertama adalah pemberian
kompos serat kelapa, dengan volume mulai dari 50 g/polybag hingga 150
g/polybag. Faktor kedua adalah urin kelinci, dengan volume mulai dari 20 ml/100
ml air hingga 40 ml/100 ml air dan 60 ml/100 ml air. Terdapat enam belas
kemungkinan permutasi berikut: tiga replikasi, empat puluh sentimeter antar
petak, seratus sentimeter antar replikasi, tiga tanaman untuk sampel, empat puluh
delapan petak penelitian, seratus dua puluh dua tanaman untuk total. Berbagai
metrik diukur, termasuk tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), diameter
batang (mm), luas daun (cm2), berat basah batang (g), berat basah akar (g), berat
kering daun (g), berat kering akar (g), dan rasio pucuk dan akar (g). Untuk
meneliti perkembangan dan produksi tanaman pepaya California, data penelitian
dianalisis menggunakan Analisis Varians (ANOVA) Desain Blok Acak Faktorial
(RAK). Setelah itu, model linier digunakan dengan menggunakan Uji Jangkauan
Berganda Duncan (DMRT) untuk menganalisis Desain Blok Acak. Tingkat
kepercayaan ditetapkan pada 5%. Tinggi tanaman dan luas daun terbukti sangat
dipengaruhi oleh perlakuan urin kelinci. Kompos yang terbuat dari serat kelapa
memiliki dampak yang signifikan terhadap tinggi tanaman, luas daun, dan jumlah
daun.