Abstract:
Latar Belakang: Kanker serviks merupakan kanker pada wanita dengan tingkat
prevalensi terbesar keempat di dunia dengan penderita seluruh dunia dengan
perkiraan 604.127 individu didiagnosis pada tahun 2020.Pada tahun 2021, 14.480
kasus baru kanker serviks dilaporkan di AS dengan 4.290 kematian. Kulit durian
mengandung tiga senyawa flavonoid utama yaitu flavanon, flavonol dan flavon
(apigenin dan luteolin). Flavon memiliki aktivitas antikanker yang lebih efektif
karena lipofilisitasnya yang tinggi. apigenin bekerja dengan cara menginhibisi
pertumbuhan beberapa sel kanker dan luteolin memiliki efek toksik pada DNA
topoisomerase yang berfungsi sebagai senyawa antikanker yang potensial.
Sedangkan Luteolin dapat meningkatkan apoptosis melalui jalur pensinyalan yang
dimediasi B-cell lymphoma 2 (Bcl-2) sebagai regulator apoptosis . Tujuan: untuk
mengetahui efektivitas ekstrak kulit durian terhadap protein Bcl-2 sel Hela kanker
serviks Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah metode in-vitro dengan
menginduksi hasil ekstrak dengan konsesntrasi berbeda pada sel kanker untuk
melihat interaksi apigenin dan luteolin Hasil: Hasil uji sitotoksik kulit durian
pada sel HeLa kanker serviks didapatkan nilai 5.92 (aktif) yang dibandingkan
dengan obat standar doxorubicin dengan nilai 1.59. Acuan penilaian adalah
sebagai berikut: aktivitas IC50 sangat aktif= 5μg/ml; aktif= 5-10 μg/ml; sedang=
11-30 μg/ml; tidak aktif= >30 μg/ml. Kesimpulan: Hasil uji sitotoksik kulit
durian pada sel HeLa kanker serviks didapatkan nilai 5.92 (aktif) yang
dibandingkan dengan obat standar doxorubicin dengan nilai 1.59 dan berpotensi
sebagai terapi adjuvant kanker serviks