dc.description.abstract |
Pendahuluan: Kanker serviks merupakan salah satu penyebab utama kematian
pada wanita, dengan insidensi dan mortalitas yang terus meningkat. Pengobatan
konvensional seperti kemoterapi dan radioterapi seringkali dibatasi oleh efek
samping toksik dan resistansi sel kanker, terutama pada stadium lanjut. Oleh
karena itu, pengembangan terapi alternatif yang lebih efektif sangat diperlukan.
Luteolin, flavonoid yang ditemukan pada kulit durian (Durio zibethinus Murr.),
menunjukkan potensi sebagai antikanker dengan mekanisme penghambatan
proliferasi sel dan induksi apoptosis, terutama melalui jalur Bcl-2. Namun,
interaksi spesifik luteolin dengan Bcl-2 pada kanker serviks masih belum
sepenuhnya dipahami. Tujuan: Menganalisis interaksi in silico (molecular
docking) antara senyawa luteolin dari kulit durian (Durio zibethinus Murr.)
terhadap protein Bcl-2 sebagai kandidat antikanker serviks. Metode: Penelitian ini
merupakan penelitian observasional deskriptif dengan desain rancangan molecular
docking secara in silico untuk mengevaluasi interaksi senyawa luteolin terhadap
protein Bcl-2. Aktivitas pada penelitian ini meliputi identifikasi tanaman,
preparasi dan meserasi, uji fitokimia dan uji in silico. Hasil: Hasil docking
molekucar menunjukkan interaksi luteolin dengan protein Bcl-2 dengan Binding
Free Energy (ΔG) sebesar -5,55 kkal/mol, Inhibition Constant (Ki) sebesar 86,02
μM, dan Root Mean Square Deviation (RMSD) sebesar 17,849 Å. Kesimpulan:
Terdapat interaksi in silico (molecular docking) antara senyawa luteolin dari kulit
durian (Durio zibethinus Murr.) terhadap protein Bcl-2 sebagai kandidat
antikanker serviks. |
en_US |