Abstract:
Latar Belakang: Kanker serviks merupakan penyakit keganasan yang berasal
dari metaplasia epitel abnormal didaerah Sambungan Skuamo-Kolumnar (SSK)
yaitu daerah peralihan mukosa vagina dan mukosa kanalis servikalis yang berada
di dalam leher rahim (serviks). Jumlah kasus di Indonesia menempati urutan
kedua terbanyak dengan jumlah 36.633 kasus atau 9,2% kasus kanker di
Indonesia. Kanker serviks disebabkan oleh virus HPV (Human Papillomavirus)
yang muncul akibat adanya protein E6 dan E7 yang menghalangi kerja dari
protein suppressor tumor p53 dan Retinoblastoma Protein (pRb). Tujuan: untuk
mengetahui reaksi pengikatan antara senyawa δ-tocotrienol kelapa sawit (Elaeis
guineensis Jacq.) dengan protein E6 dan E7 terhadap Sel HeLa kanker serviks.
Metode: Pada penelitian ini digunakan metode in silico untuk melihat hasil
simulasi docking antara senyawa δ-tocotrienol kelapa sawit (Elaeis guineensis
Jacq.) dengan protein E6 dan E7. Dengan control positif obat konvensional
kanker yaitu fluorouracil dan doxorubicin. Ditemukan sejumlah vitamin E yang
mengandung δ-tocotrienol didalam kelapa sawit, terverifikasi berdasarkan hasil
pemeriksaan High Performance Liquid Chromatography (HPLC). Hasil: Hasil
simulasi molecular docking dan analisis fenotip model struktur 3D protein,
ditemukan bahwa senyawa δ-tocotrienol kelapa sawit berikatan erat dengan
reseptor yaitu protein E6 dengan nilai binding energy -8,46 kkal/mol dan E7
dengan nilai binding energy -6,76 kkal/mol. Kesimpulan: Dinilai dari kecilnya
nilai binding energy ligand terhadap protein target, disimpulkan bahwa senyawa
δ-tocotrienol kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) dapat dijadikan sebagai
kandidat senyawa antikanker melalui pendekatan bioinformatika tertarget protein
E6 dan E7 sebagai protein penting yang sering kali mengalami mutasi pada
kejadian kanker serviks.