dc.description.abstract |
Pendahuluan: Hiperglikemia merupakan kondisi kronis yang dapat menyebabkan komplikasi
serius, seperti kerusakan organ hati dan peningkatan enzim SGOT serta SGPT, yang berhubungan erat dengan Diabetes Melitus (DM). Buah kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.), yang kaya akan antioksidan, seperti karotenoid, vitamin E, flavanoid, alkaloid, saponin, dan tanin, memiliki potensi antidiabetik dan hepatoprotektif. Streptozotocin bekerja selektif merusak sel β pankreas sehingga menyebabkan stres oksidatif dan penurunan kadar insulin darah Tujuan: Analisis efek ekstrak buah kelapa sawit (Elais Guinennsis Jacq) mengamati steatosis, inflamasi, fibrosis,
nekrosis Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental laboratorik dengan
rancangan penelitian berupa post-test only with control group, randomized experimental design. Terdapat 5 kelompok yang diberikan perlakuan selama 28 hari, yaitu KN (Kontrol Negatif, pakan pelet), KP (Kontrol Positif, streptozotocin), P1 (Perlakuan 1, streptozotocin 30mg/kgBB dan ekstrak buah kelapa sawit dosis 100mg/kgBB), P2 (Perlakuan 2, streptozotocin 30mg/kgBB dan ekstrak buah kelapa sawit dosis 200mg/kgBB) dan P3 (Perlakuan 3, streptozotocin 30mg/kgBBdan ekstrak buah kelapa sawit dosis 300mg/kgBB). Hasil penelitian ini dianalisis dengan menggunakan uji Kruskal-Wallis dan Uji Man-Whitney untuk uji 2 kelompok independen. Hasil: uji Kruskal-Wallis menujukkan hasil uji kelompok didapati nilai P= 0,000. Uji Man-Whitney
menunjukkan hasil KP terhadap P1, P2, P3. ( p=0,015<0,05, p=0,007<0,05, p=0,005<0,05)
perbandingan kelompok bernilai signifikan. Kesimpulan: ekstrak buah kelapa sawit dosis
300mg/kgBB merupakan dosis paling optimal terhadap perbaikan gambaran histopatologi
jaringan hati tikus jantan galur wistar (Rattus norvegicus). |
en_US |