<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>Pancasila and Civic Education</title>
<link>http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/40</link>
<description>Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan</description>
<pubDate>Sat, 04 Apr 2026 08:40:45 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-04-04T08:40:45Z</dc:date>
<item>
<title>PERAN KOMUNITAS PEMUDA PEDULI BAGAN DELI (KPPBD)  DALAM MENANAMKAN NILAI KARAKTER KEPADA ANAK  PUTUS SEKOLAH DI KEL. BAGAN DELI BELAWAN</title>
<link>http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/30004</link>
<description>PERAN KOMUNITAS PEMUDA PEDULI BAGAN DELI (KPPBD)  DALAM MENANAMKAN NILAI KARAKTER KEPADA ANAK  PUTUS SEKOLAH DI KEL. BAGAN DELI BELAWAN
ALFIANSYAH, RIDHO
Tingginya angka anak putus sekolah di kawasan pesisir menjadi tantangan serius &#13;
bagi pembangunan masyarakat, khususnya di Kelurahan Bagan Deli, Belawan. &#13;
Ketiadaan pendidikan formal menyebabkan terbatasnya pembentukan karakter &#13;
dan meningkatkan risiko munculnya permasalahan sosial seperti kenakalan remaja &#13;
dan kriminalitas. Menanggapi hal tersebut, Komunitas Pemuda Peduli Bagan Deli &#13;
(KPPBD) hadir dengan berbagai program pembinaan yang bertujuan &#13;
menanamkan nilai-nilai karakter kepada anak putus sekolah. Penelitian ini &#13;
bertujuan untuk menganalisis peran KPPBD dalam pembinaan karakter serta &#13;
mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaan program. &#13;
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus untuk &#13;
memperoleh pemahaman yang mendalam terkait strategi dan dampak kegiatan &#13;
KPPBD. Data primer diperoleh melalui wawancara mendalam dengan anggota &#13;
KPPBD, peserta program, dan tokoh masyarakat, serta observasi kegiatan dan &#13;
dokumentasi. Data sekunder berupa arsip kegiatan, laporan, serta foto &#13;
dokumentasi digunakan sebagai pelengkap. Analisis data dilakukan dengan model &#13;
Miles dan Huberman melalui tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, dan &#13;
penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KPPBD memiliki &#13;
peranan signifikan dalam menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, kejujuran, &#13;
kerja sama, dan kepedulian sosial. Kegiatan seperti gerakan literasi, pengajian, &#13;
pelatihan public speaking, serta gotong royong terbukti efektif dalam membentuk &#13;
perilaku positif peserta. Faktor pendukung meliputi dukungan masyarakat, peran &#13;
tokoh agama dan orang tua, serta inovasi program seperti perpustakaan keliling &#13;
dan apung. Namun, hambatan berupa keterbatasan ekonomi, infrastruktur, dan &#13;
Pkondisi geografis tetap menjadi tantangan utama. Kesimpulannya, KPPBD &#13;
berperan sebagai agen perubahan sosial yang memberikan pendidikan nonformal &#13;
sekaligus membangun karakter anak putus sekolah agar mampu kembali terarah &#13;
pada keterlibatan sosial yang positif dan produktif.
</description>
<pubDate>Fri, 22 Aug 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/30004</guid>
<dc:date>2025-08-22T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>PERAN GURU PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN  DALAM MENINGKATKAN KECERDASAN MORAL TERHADAP  PESERTA DIDIK KELAS VII SMP PAB 2 HELVETIA   KECAMATAN LABUHAN DELI</title>
<link>http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/29873</link>
<description>PERAN GURU PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN  DALAM MENINGKATKAN KECERDASAN MORAL TERHADAP  PESERTA DIDIK KELAS VII SMP PAB 2 HELVETIA   KECAMATAN LABUHAN DELI
PANJAITAN, NAFISAH AYUNI
Penelitian ini bertujuan (1) Untuk mendeskripsikan peran guru Pendidikan &#13;
pancasila dan kewarganegaraan dalam meningkatkan kecerdasan moral peserta &#13;
didik kelas VII di SMP Pab 2 Helvetia. (2) Untuk mendeskripsikan kendala-kendala &#13;
guru Pendidikan pancasila dan kewarganegaraan dalam meningkatkan kecerdasan &#13;
moral peserta didik kelas VII di SMP PAB 2 Helvetia. Penelitian ini dilakukan &#13;
dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini &#13;
adalah guru PPKn berjumlah 1 orang, guru BK berjumlah 1 orang dan penelitian &#13;
ini melibatkan 13 siswa-siswi kelas VII SMP PAB 2 Helvetia yang dipilih secara &#13;
acak dari empat kelas. Pemilihan responden dilakukan secara proporsional untuk &#13;
mewakili seluruh kelas agar data yang diperoleh lebih beragam dan tidak bias. &#13;
Jumlah 13 siswa dipilih karena dianggap cukup untuk memperoleh data yang &#13;
mendalam sesuai tujuan penelitian serta efisien dalam waktu dan &#13;
pelaksanaannya.Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, &#13;
wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi &#13;
data, penyajian data dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian &#13;
menunjukkan (1) Guru PPKn berperan dalam mengembangkan kecerdasan moral &#13;
siswa melalui nilai-nilai kecerdasan moral seperti mengembangkan sikap empati, &#13;
menumbuhkan hati nurani, menumbuhkan pengendalian diri, mengembangkan &#13;
sikap menghormati orang lain (respect), memelihara kebaikan, mengembangkan &#13;
sikap toleransi, dan mengembangkan sikap adil. Dan siswa juga sudah dapat &#13;
menunjukkan kompetensi moral melalui 4 aspek yaitu integritas, tanggung jawab, &#13;
kasih sayang dan pemaaf. Mendorong siswa untuk mengikuti kegiatan &#13;
ekstrakulikuler sebagai wadah mengembangkan kecerdasan moral siswa terutama &#13;
dalam membentuk sikap. (2) Beberapa hambatan yang dihadapi oleh guru PPKn &#13;
dalam proses pembentukan moral peserta didik di SMP PAB 2 Helvetia, antara lain &#13;
mencakup kurangnya kesadaran sebagian siswa dalam menjalankan disiplin, &#13;
khususnya &#13;
selama proses pembelajaran Pendidikan Pancasila dan &#13;
Kewarganegaraan (PPKn). Masih terdapat siswa yang belum menunjukkan &#13;
kedisiplinan, seperti terlambat mengikuti pelajaran, tidak menyelesaikan tugas &#13;
tepat waktu, atau kurang serius saat menerima materi, yang semuanya berpengaruh &#13;
terhadap internalisasi nilai moral yang diajarkan. Rendahnya tingkat kolaborasi &#13;
antara orang tua siswa dan guru PPKn menjadi penghalang tersendiri. Minimnya &#13;
komunikasi serta keterlibatan orang tua dalam mendukung pembinaan karakter &#13;
anak di rumah
</description>
<pubDate>Wed, 27 Aug 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/29873</guid>
<dc:date>2025-08-27T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>BUDAYA ARON DALAM IKATAN SOSIAL KELOMPOK  JUMA CIGER DI DESA NARI GUNUNG II</title>
<link>http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/29690</link>
<description>BUDAYA ARON DALAM IKATAN SOSIAL KELOMPOK  JUMA CIGER DI DESA NARI GUNUNG II
Ginting, Ade Pranata
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara mendalam budaya &#13;
Aron pada masyarakat Desa Nari Gunung II, Kecamatan Tiganderket, Kabupaten &#13;
Karo, serta mengkaji makna, peran sosial, tantangan, dan keterkaitannya dengan &#13;
nilai Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn). Penelitian menggunakan &#13;
pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui &#13;
wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan model &#13;
interaktif Miles &amp; Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan &#13;
penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Aron merupakan &#13;
tradisi kerja sama gotong royong masyarakat Karo yang berfungsi meringankan &#13;
pekerjaan pertanian sekaligus memperkuat ikatan sosial. Aron memiliki makna &#13;
solidaritas, resiprositas, dan pendidikan nilai, terutama bagi generasi muda. Dalam &#13;
perkembangannya, Aron mengalami perubahan sosial ekonomi, sebagian bergeser &#13;
dari sistem sukarela (Aron gegeh) menjadi sistem kerja upahan (Aron singemo), &#13;
namun nilai inti kebersamaan tetap dipertahankan. Pelestarian budaya dilakukan &#13;
melalui keterlibatan generasi muda, festival budaya, serta adaptasi teknologi. &#13;
Budaya Aron juga berperan dalam keberlanjutan sosial dengan menciptakan &#13;
jaringan solidaritas dan mencegah konflik sosial. Nilai-nilai yang terkandung dalam &#13;
budaya Aron relevan dengan butir-butir Pancasila, seperti kemanusiaan (sila ke-2), &#13;
persatuan (sila ke-3), musyawarah (sila ke-4), dan keadilan sosial (sila ke-5). &#13;
Dengan demikian, budaya Aron tidak hanya menjadi warisan budaya lokal, tetapi &#13;
juga sarana internalisasi nilai PPKn dalam kehidupan bermasyarakat.
</description>
<pubDate>Fri, 29 Aug 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/29690</guid>
<dc:date>2025-08-29T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TWO STAY TWO STRAY  TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PPKN   KELAS XI DI MAS AISYIYAH MEDAN TAHUN AJARAN 2024/2025</title>
<link>http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/29566</link>
<description>PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TWO STAY TWO STRAY  TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PPKN   KELAS XI DI MAS AISYIYAH MEDAN TAHUN AJARAN 2024/2025
HATORANGAN S, BINSAR
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Bagaimana hasil belajar siswa Kelas XI pada &#13;
mata pelajaran PPKn yang diajarkan tanpa menggunakan model pembelajaran Two Stay &#13;
Two Stray, Bagaimana hasil belajar siswa Kelas XI pada mata pelajaran PPKn yang diajar &#13;
dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif Two Stay Two Stray, dan Pengaruh &#13;
model pembelajaran kooperatif two stay two stray terhadap hasil belajar siswa pada mata &#13;
pelajaran pendidikan pancasila dan kewarganegaraan kelas XI di Mas Aisyiyah &#13;
Medan.Jenis Penelitian ini adalah penelitian ekperimen dengan rancangan kelompok one &#13;
group pretest-posttest design. Sampel penelitian ini adalah 14 siswa kelas XI.Teknik &#13;
pengumpulan data yang digunakan berupa tes.Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan &#13;
adanya adanya peningkatan sigbnifikan pada hasil belajar siswa setelah mengunakan model &#13;
pembelajaran kooperatif two stay two stray. Nilai rata-rata prets sebesar 50,9 meningkat &#13;
menjadi 81,5 pada posttest. Hasil uji-t menujukkan nilai thitung = 11,42 lebih besar dari &#13;
ttabel = 2,046 pada taraf signisikansi 0,05, yang berarti Ha di terima dan H0 di tolak. Dengan &#13;
demikian, terdapat pengaruh yang signifikan dari penerapan model pembelajaran kooperatif &#13;
two stay two stray terhadapa hasil belajar siswa. &#13;
Model pembelajaran kooperatif two stay two stray terbukti mampu menciptakan suasana &#13;
belajar yang aktif dan menyenangkan serta mendorong kolaborasi antar siswa dalam &#13;
memahami materi.
</description>
<pubDate>Fri, 22 Aug 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/29566</guid>
<dc:date>2025-08-22T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
