<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title/>
<link>http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/28265</link>
<description/>
<pubDate>Sun, 12 Apr 2026 12:21:05 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-04-12T12:21:05Z</dc:date>
<item>
<title>KARAKTERISTIK KORBAN LUKA TEMBAK DI RUMAH  SAKIT BHAYANGKARA KOTA MEDAN TAHUN 2021-2024</title>
<link>http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/28285</link>
<description>KARAKTERISTIK KORBAN LUKA TEMBAK DI RUMAH  SAKIT BHAYANGKARA KOTA MEDAN TAHUN 2021-2024
AFRIYANDA, TRI OKTARIA
Pendahuluan: Luka tembak merupakan salah satu bentuk kekerasan akibat &#13;
proyektil senjata api yang menembus tubuh dan dapat menyebabkan kerusakan &#13;
jaringan serius hingga kematian. Luka ini menjadi perhatian dalam bidang &#13;
kedokteran forensik karena sering berkaitan dengan kasus pidana seperti &#13;
pembunuhan, perampokan, atau konflik bersenjata. Tujuan: Mengetahui &#13;
karakteristik luka tembak berdasarkan usia, jenis kelamin, lokasi luka, dan jarak &#13;
luka tembak pada korban di Rumah Sakit Bhayangkara Kota Medan tahun 2021–&#13;
2024. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif retrospektif dengan &#13;
menggunakan data sebanyak 74 korban luka tembak yang diperoleh dari dokumen &#13;
Visum et Repertum. Analisis dilakukan secara univariat terhadap setiap variabel &#13;
dan hasilnya disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi. Hasil: Mayoritas korban &#13;
berjenis kelamin laki-laki sebanyak 63 kasus (85,1%) dan berada pada kelompok &#13;
usia 36–45 tahun sebanyak 22 kasus (29,7%). Lokasi luka terbanyak terdapat pada &#13;
dada sebanyak 27 kasus (33,8%), dan berdasarkan jarak luka tembak, kasus paling &#13;
banyak berasal dari jarak dekat sebanyak 42 kasus (56,8%). Kesimpulan: Korban &#13;
luka tembak umumnya adalah pria usia produktif dengan luka yang mengenai &#13;
bagian tubuh vital, serta sebagian besar berasal dari jarak tembak dekat yang &#13;
mengindikasikan adanya kemungkinan tindakan kekerasan yang dilakukan secara &#13;
terarah dan agresif.
</description>
<pubDate>Thu, 24 Jul 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/28285</guid>
<dc:date>2025-07-24T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP TENAGA  KESEHATAN TERHADAP EDUKASI PRAKTIK TAHNIK  KURMA PADA BAYI DI RUMAH SAKIT HAJI MEDAN</title>
<link>http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/28284</link>
<description>HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP TENAGA  KESEHATAN TERHADAP EDUKASI PRAKTIK TAHNIK  KURMA PADA BAYI DI RUMAH SAKIT HAJI MEDAN
JUSTITIA, NABILA
Pendahuluan: Tahnik kurma adalah praktik keagamaan untuk kelahiran bayi &#13;
dalam tradisi Islam yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW dan tergolong &#13;
sebagai sunnah. Tahnik kurma memiliki banyak manfaat bagi kesehatan bayi dan &#13;
memiliki nilai-nilai moral yang baik bagi kehidupan bayi. Namun, saat ini &#13;
praktik Tahnik kurma mulai ditinggalkan, salah satunya karena anjuran WHO &#13;
mengenai program ASI eksklusif selama 6 bulan pertama kehidupan bayi.&#13;
Keberhasilan praktik Tahnik kurma memerlukan dukungan dari tenaga kesehatan. &#13;
Edukasi kesehatan mengenai praktik Tahnik kurma merupakan salah satu bentuk &#13;
dari dukungan tenaga kesehatan terhadap praktik Tahnik kurma. Penelitian ini &#13;
bertujuan untuk mengetahui pengetahuan dan sikap tenaga kesehatan terhadap &#13;
praktik Tahnik kurma yang menjadi kunci dalam penerapan edukasi praktik &#13;
Tahnik kurma. Metode: Studi ini menggunakan desain cross-sectional dengan &#13;
pendekatan analitik pada 74 sampel perawat dan bidan di Rumah Sakit Haji &#13;
Medan yang dipilih menggunakan teknik Cluster Random Sampling. Data &#13;
dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Spearman pada &#13;
perangkat SPSS. Hasil: Mayoritas tenaga kesehatan memiliki tingkat &#13;
pengetahuan baik (60.8%) dan sikap positif (66.3%) terhadap praktik Tahnik &#13;
kurma. Edukasi praktik Tahnik kurma dilakukan oleh 35.1% tenaga kesehatan. &#13;
Analisis hubungan menyatakan bahwa tidak terdapat hubungan antara &#13;
pengetahuan (p: 0,155) dan sikap (p: 0,078) tenaga kesehatan terhadap edukasi &#13;
praktik Tahnik kurma. Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa &#13;
pengetahuan yang baik dan sikap yang positif terhadap praktik Tahnik kurma &#13;
tidak mendukung tenaga kesehatan melakukan edukasi praktik Tahnik kurma &#13;
dikarenakan pengaruh lain dari faktor eksternal.
</description>
<pubDate>Sat, 26 Jul 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/28284</guid>
<dc:date>2025-07-26T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>PENGARUH JUMLAH ROKOK TERHADAP VOLUME EKSPIRASI PAKSA 1 DETIK PADA PASIEN PPOK STABIL DI RS MITRA MEDIKA AMPLAS MEDAN</title>
<link>http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/28283</link>
<description>PENGARUH JUMLAH ROKOK TERHADAP VOLUME EKSPIRASI PAKSA 1 DETIK PADA PASIEN PPOK STABIL DI RS MITRA MEDIKA AMPLAS MEDAN
KHAIRINA
Latar Belakang : Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) merupakan gangguan &#13;
respiratori progresif yang dicirikan oleh keterbatasan aliran udara yang tidak &#13;
sepenuhnya reversibel, ditandai dengan penurunan nilai Forced Expiratory &#13;
Volume in 1 Second (FEV₁ ). Merokok merupakan determinan risiko utama yang &#13;
mempercepat penurunan FEV₁ , dengan hubungan yang menunjukkan efek dose–&#13;
response, baik terhadap jumlah batang rokok per hari maupun durasi paparan. &#13;
Beberapa studi sebelumnya melaporkan korelasi negatif yang signifikan antara &#13;
tingkat konsumsi rokok harian dengan nilai FEV₁ (r = –0,288; p &lt; 0,001), serta &#13;
penurunan fungsi paru secara keseluruhan. Tujuan : Penelitian ini bertujuan &#13;
untuk mengevaluasi hubungan antara jumlah rokok yang dikonsumsi per hari &#13;
dengan nilai FEV₁ pada pasien PPOK stabil yang menjalani perawatan rawat &#13;
jalan di Rumah Sakit Mitra Medika Amplas, Medan. Metode : Desain penelitian &#13;
ini adalah analitik observasional dengan pendekatan potong lintang (cross sectional). Subjek penelitian merupakan pasien dengan diagnosis PPOK stabil &#13;
yang memenuhi kriteria inklusi, dan dipilih menggunakan teknik consecutive &#13;
sampling. Informasi mengenai jumlah konsumsi rokok per hari dikumpulkan &#13;
menggunakan kuesioner terstruktur, sedangkan nilai FEV₁ diperoleh dari hasil &#13;
pemeriksaan spirometri yang dilaksanakan berdasarkan pedoman GOLD dan &#13;
protokol teknis ATS/ERS. Analisis statistik dilakukan menggunakan uji korelasi &#13;
Spearman untuk data ordinal, serta regresi linier untuk mengkaji pengaruh jumlah &#13;
rokok terhadap FEV₁ , dengan tingkat signifikansi yang ditetapkan pada α = 0,05.&#13;
Hasil : Sebanyak 50 pasien PPOK stabil diikutsertakan dalam penelitian ini, &#13;
dengan rerata usia 60 ± 8 tahun, mayoritas berjenis kelamin laki-laki. Ditemukan &#13;
hubungan negatif yang signifikan antara jumlah batang rokok yang dikonsumsi &#13;
per hari dan nilai FEV₁ (r = −0,32; p = 0,019). Model regresi linier menunjukkan &#13;
bahwa setiap peningkatan konsumsi sebesar 5 batang rokok per hari diasosiasikan &#13;
dengan penurunan rerata FEV₁ sebesar 0,12 liter (β = –0,024 L/batang; 95% CI: &#13;
−0,045 hingga −0,003; p = 0,026). Model tetap signifikan setelah disesuaikan &#13;
dengan variabel perancu seperti usia, durasi merokok, dan indeks massa tubuh &#13;
(IMT). Kesimpulan : Jumlah konsumsi rokok harian menunjukkan korelasi &#13;
ix&#13;
negatif yang bermakna terhadap nilai FEV₁ pada pasien PPOK dalam kondisi &#13;
stabil. Hasil ini memperkuat bukti ilmiah mengenai hubungan dosis-efek antara &#13;
merokok dan penurunan fungsi paru, sekaligus menekankan pentingnya intervensi &#13;
berhenti merokok secara dini sebagai bagian integral dari tata laksana jangka &#13;
panjang PPOK.
</description>
<pubDate>Mon, 07 Jul 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/28283</guid>
<dc:date>2025-07-07T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>HUBUNGAN USIA DENGAN KADAR PROSTATE SPECIFIC ANTIGEN PADA PASIEN BENIGN PROSTATIC HYPERPLASIA DI RUMAH SAKIT UMUM  PUSAT HAJI ADAM MALIK KOTA MEDAN</title>
<link>http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/28282</link>
<description>HUBUNGAN USIA DENGAN KADAR PROSTATE SPECIFIC ANTIGEN PADA PASIEN BENIGN PROSTATIC HYPERPLASIA DI RUMAH SAKIT UMUM  PUSAT HAJI ADAM MALIK KOTA MEDAN
AZIZI, RACHMAD
Latar belakang: Benign Prostatic Hyperplasia (BPH) adalah suatu diagnosa &#13;
histologi yang di definisikan sebagai pembesaran prostat jinak, salah satu faktor &#13;
risiko dari BPH adalah usia. Dalam penegakan BPH dapat menggunakan tes &#13;
Prostate-specific antigen (PSA), PSA merupakan suatu serine protease yang &#13;
bertanggung jawab dalam liquefaksi dan sekresi semen menuju seminal plasma, &#13;
PSA juga dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya usia. Tujuan dari &#13;
penelitian ini mengetahui apakah terdapat hubungan antara usia dengan kadar &#13;
PSA pada pasien BPH di Rumah Sakit Umum Pusat H. Adam Malik Kota Medan. &#13;
Metode: Penelitian ini merupakan studi kuantitatif dengan desain observasional &#13;
analitik secara retrospektif dengan pendekatan cross sectional, sampel merupakan &#13;
rekam medis pasien dengan diagnosa histopatologis BPH di RSUP H.Adam Malik &#13;
Kota Medan tahun 2022-2024, analisis data yang digunakan adalah korelasi &#13;
spearman. Hasil: dari 42, sampel terbanyak berusia 60-69 tahun (42,86%) dan &#13;
sampel terkecil berusia 80-89 tahun (9,52%) dan rentang kadar PSA terbanyak &#13;
adalah 10,1-20 ng/ml (42,86%). Dari hasi uji korelasi menunjukkan bahwa nilai &#13;
sig.(p-value) = 0,838. Kesimpulan: tidak terdapat hubungan antara usia dan kadar &#13;
PSA pada pasien BPH.
</description>
<pubDate>Thu, 05 Jun 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/28282</guid>
<dc:date>2025-06-05T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
