<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>Civil Engineering</title>
<link>http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/26</link>
<description>Teknik Sipil</description>
<pubDate>Wed, 10 Jun 2026 00:22:19 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-06-10T00:22:19Z</dc:date>
<item>
<title>PENGARUH PENGUJIAN ABU SEKAM PADI DAN  PENAMBAHAN SIKAFUME TERHADAP   UJI KUAT TARIK BETON DAN PERENDAMAN</title>
<link>http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/31642</link>
<description>PENGARUH PENGUJIAN ABU SEKAM PADI DAN  PENAMBAHAN SIKAFUME TERHADAP   UJI KUAT TARIK BETON DAN PERENDAMAN
Pratama, Budi Andika
Sisa pembakaran sekam padi memiliki kandungan silika yang tinggi sehingga &#13;
memberikan sifat pozolanik yang baik pada abu sekam padi jika dimanfaatkan &#13;
sebagai bahan tambah parsial pada semen, terutama untuk memperbaiki daerah &#13;
transisi antara agregat dengan pasta semen di dalam beton. Penelitian ini bertujuan &#13;
untuk mengetahui pengaruh penggunaan limbah Abu Sekam Padi dan bahan &#13;
tambah Sikafume terhadap karakteristik mekanis beton, khususnya kuat tarik belah. &#13;
Metode penelitian yang digunakan adalah studi eksperimental dengan total 21 &#13;
benda uji silinder berdiameter 15 cm dan tinngi 30 cm. Variasi campuran yang diuji &#13;
meliputi penggunaan abu sekam padi sebesar 2,5%, dan 5% serta penambahan &#13;
Sikafume sebesar 0,4%, 0,5% dan 1,5% dari berat semen. Perhitungan perencanaan &#13;
campuran  beton menggunakan SNI 7656:2012 dengan kuat tekan rencana 25 Mpa. &#13;
Sedangkan perhitungan kuat tarik belah menggunakan SNI 2491:2012. Hasil &#13;
penelitian menunjukkan penggunaan abu sekam padi dan sika fume sebagai bahan &#13;
tambah beton normal sangat berpengaruh dalam meningkatkan kuat tarik belah. &#13;
Pada pengujian kuat tarik belah dengan mutu rencana 25 Mpa, penggunaan &#13;
komposisi optimal didapat pada variasi BASP SF 3 dengan kadar abu sekam padi &#13;
5% dan sikafume 0,5% mampu meningkatkan kuat tarik belah sebesar 2,028 Mpa &#13;
sehingga hasil ini cukup membuktikan bahwa penggunaan abu sekam padi dapat &#13;
meningkatkan kuat tarik belah dengan cukup signifikan. Sedangkan penurunan kuat &#13;
tarik belah terjadi pada variasi BASP SF2 dengan kadar abu sekam padi 5% dan &#13;
Sikafume 0.4% dengan kuat tarik sebesar 0,849 Mpa.
</description>
<pubDate>Sat, 18 Apr 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/31642</guid>
<dc:date>2026-04-18T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>ANALISIS PENGARUH SERBUK KACA DAN SUPERPLASTICIZER TERHADAP KUAT TARIK BELAH BETON (Studi Penelitian)</title>
<link>http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/31451</link>
<description>ANALISIS PENGARUH SERBUK KACA DAN SUPERPLASTICIZER TERHADAP KUAT TARIK BELAH BETON (Studi Penelitian)
DIKO, RIZKI RAMADDAN
Beton merupakan material konstruksi yang banyak digunakan karena memiliki kuat &#13;
tekan yang tinggi, namun memiliki kelemahan pada kuat tarik yang relatif rendah. &#13;
Salah satu upaya untuk meningkatkan kinerja beton sekaligus mendukung konsep &#13;
keberlanjutan adalah dengan memanfaatkan limbah kaca sebagai substitusi parsial &#13;
semen. Limbah kaca memiliki kandungan silika (SiO₂) yang tinggi serta bersifat &#13;
pozzolan, sehingga berpotensi meningkatkan sifat mekanik beton. Penelitian ini &#13;
bertujuan untuk mengetahui nilai kuat tarik belah beton optimum pada umur 28 hari &#13;
dengan penambahan serbuk kaca dan bahan tambah berupa superplasticizer Sika &#13;
ViscoCrete 3115 N. Variasi serbuk kaca yang digunakan adalah sebesar BN, 2%, &#13;
4%, 6%, dan 8% dari berat semen, dengan penambahan superplasticizer Sika &#13;
ViscoCrete 3115 N sebesar 0,8% dari berat semen. Benda uji yang digunakan &#13;
berbentuk silinder dengan diameter 15 cm dan tinggi 30 cm sebanyak 15 sampel. &#13;
Hasil pengujian menunjukkan bahwa nilai rata-rata kuat tarik belah beton &#13;
mengalami variasi pada setiap persentase substitusi, BN (3,19 MPa), 2% (3,13 &#13;
MPa), 4% (3,29 MPa), 6% (3,35 MPa), 8% (3,49 MPa). Nilai rata-rata kuat tarik &#13;
belah beton optimum diperoleh pada variasi Serbuk Kaca 8% dan Sika ViscoCrete &#13;
3115 N 0,8% sebesar (3,49MPa). Hasil ini menunjukkan bahwa serbuk kaca dapat &#13;
dimanfaatkan sebagai bahan substitusi semen yang ramah lingkungan serta &#13;
berpotensi meningkatkan kinerja beton.
</description>
<pubDate>Tue, 28 Apr 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/31451</guid>
<dc:date>2026-04-28T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>ANALISIS SALURAN DRAINASE DI KAWASAN ALIRAN SUNGAI SERUWAI KELURAHAN INDRA KASIH, KECAMATAN MEDAN TEMBUNG, KOTA MEDAN (Studi Kasus)</title>
<link>http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/31226</link>
<description>ANALISIS SALURAN DRAINASE DI KAWASAN ALIRAN SUNGAI SERUWAI KELURAHAN INDRA KASIH, KECAMATAN MEDAN TEMBUNG, KOTA MEDAN (Studi Kasus)
MUHAMMAD, WAHYUDI SILAEN
Penelitian ini menganalisis Saluran Drainase Di Kawasan Aliran Sungai Seruwai &#13;
Kelurahan Indra Kasih, Kecamatan Medan Tembung, Kota Medan, yang kerap &#13;
mengalami genangan dan banjir saat musim hujan. Tujuan penelitian adalah &#13;
menghitung debit banjir rencana dan mengevaluasi kapasitas saluran agar dapat &#13;
menampung limpasan air hujan, serta memberikan rekomendasi perbaikan. Metode &#13;
yang digunakan meliputi pengumpulan data primer berupa survei kondisi saluran &#13;
eksisting dan data sekunder berupa curah hujan maksimum harian 10 tahun (2015– &#13;
2024) dari BMKG. Analisis hidrologi dilakukan dengan distribusi Normal, Log &#13;
Normal, Log Pearson III, dan Gumbel untuk menentukan curah hujan rencana, &#13;
sedangkan analisis hidrolika dilakukan untuk menilai kapasitas penampang saluran &#13;
menggunakan persamaan Manning. Hasil penelitian menunjukkan bahwa luas &#13;
daerah tangkapan air (catchment area) sebesar 1,3 ha dengan koefisien pengaliran &#13;
0,70–0,95. Debit banjir rencana yang diperoleh melebihi kapasitas beberapa saluran &#13;
eksisting, sehingga diperlukan peningkatan dimensi saluran dan normalisasi saluran &#13;
untuk mengurangi risiko banjir. Rekomendasi perbaikan meliputi pelebaran &#13;
saluran, perbaikan kemiringan, pembersihan sedimen, serta pengelolaan sampah &#13;
agar aliran tetap lancar.
</description>
<pubDate>Tue, 20 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/31226</guid>
<dc:date>2026-01-20T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Analisis Perbandingan Percepatan Waktu Proyek Menggunakan Metode Fast track, Overlapping dan Metode Crashing Pada Pembangunan Gedung Kuliah Terpadu di Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (STUDI KASUS)</title>
<link>http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/31223</link>
<description>Analisis Perbandingan Percepatan Waktu Proyek Menggunakan Metode Fast track, Overlapping dan Metode Crashing Pada Pembangunan Gedung Kuliah Terpadu di Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (STUDI KASUS)
Muhammad, Firza Pratama
Keberhasilan suatu proyek konstruksi dapat diukur dari ketepatan waktu &#13;
penyelesaian serta efisiensi pelaksanaan proyek. Pada pembangunan Gedung &#13;
Kuliah Terpadu di Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya, diperlukan strategi &#13;
percepatan waktu untuk mengatasi potensi keterlambatan proyek. Penelitian ini &#13;
bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan efektivitas metode percepatan &#13;
proyek yaitu fast tracking, overlapping, dan crashing dalam hal durasi penyelesaian &#13;
proyek. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis data &#13;
dengan pendekatan kuantitatif deskriptif, meliputi penentuan lintasan kritis &#13;
menggunakan metode Critical Path Method (CPM), serta penerapan percepatan &#13;
pada aktivitas kritis menggunakan ketiga metode tersebut. Data yang digunakan &#13;
berupa Rencana Anggaran Biaya (RAB), time schedule, serta durasi pekerjaan &#13;
proyek. &#13;
Hasil analisis menunjukkan bahwa durasi awal proyek sebesar 205 hari dapat &#13;
dipercepat dengan ketiga metode yang digunakan. Metode fast tracking &#13;
menghasilkan durasi proyek selama 200 hari (pengurangan 5 hari atau 2,44%), &#13;
metode overlapping menghasilkan durasi 201 hari (pengurangan 4 hari atau &#13;
1,95%), sedangkan metode crashing menghasilkan durasi 204 hari (pengurangan 1 &#13;
hari atau 0,49%). Dengan demikian, metode fast tracking merupakan metode yang paling optimal dalam meningkatkan efisiensi waktu penyelesaian proyek.
</description>
<pubDate>Fri, 30 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/31223</guid>
<dc:date>2026-01-30T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
