<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>Faculty of Engineering</title>
<link>http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/15</link>
<description>Fakultas Teknik</description>
<pubDate>Wed, 10 Jun 2026 04:26:30 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-06-10T04:26:30Z</dc:date>
<item>
<title>ANALISIS KECELAKAAN LALU LINTAS DENGAN MENGGUNAKAN  METODE ANGKA EKIVALEN KECELAKAAN DAN METODE UPPER  CONTROL LIMIT PADA JALAN SISINGAMANGARAJA MEDAN</title>
<link>http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/31667</link>
<description>ANALISIS KECELAKAAN LALU LINTAS DENGAN MENGGUNAKAN  METODE ANGKA EKIVALEN KECELAKAAN DAN METODE UPPER  CONTROL LIMIT PADA JALAN SISINGAMANGARAJA MEDAN
AHMED, MUHAMMAD ALDINO
Jalan Sisingamangaraja, Medan, dengan fokus pada karakteristik kecelakaan, &#13;
faktor penyebab, dan identifikasi segmen rawan kecelakaan. Metode yang &#13;
digunakan adalah Angka Ekivalen Kecelakaan (AEK) untuk mengukur tingkat &#13;
keparahan kecelakaan dan Upper Control Limit (UCL) untuk mendeteksi lokasi &#13;
rawan kecelakaan. Data diperoleh dari rekaman kejadian kecelakaan lalu lintas &#13;
tahun 2021, 2022, dan 2023, yang mencakup waktu kejadian, jenis kendaraan, &#13;
jumlah korban, serta usia korban. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah &#13;
kecelakaan terus meningkat setiap tahunnya. Kecelakaan paling banyak terjadi di &#13;
segmen jalan tertentu, dengan korban didominasi oleh usia produktif dan &#13;
melibatkan kendaraan roda dua. Berdasarkan metode AEK dan UCL, segmen di &#13;
sekitar simpang Jl. Sisingamangaraja – SM Raja – Tritura dan segmen menuju &#13;
Amplas teridentifikasi sebagai zona rawan kecelakaan dengan nilai AEK melebihi &#13;
batas kontrol. Dengan menggabungkan kedua metode, penelitian ini memberikan &#13;
gambaran yang komprehensif terhadap tingkat keparahan serta lokasi rawan &#13;
kecelakaan lalu lintas. Hasil ini dapat dijadikan dasar dalam perencanaan &#13;
penanganan dan pencegahan kecelakaan, seperti peningkatan fasilitas lalu lintas, &#13;
pemasangan rambu peringatan, serta kampanye keselamatan berkendara di lokasi &#13;
prioritas. Diharapkan, hasil penelitian ini menjadi acuan bagi instansi terkait &#13;
dalam menekan angka kecelakaan di masa mendatang.
</description>
<pubDate>Fri, 06 Mar 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/31667</guid>
<dc:date>2026-03-06T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>PENGARUH PENGUJIAN ABU SEKAM PADI DAN  PENAMBAHAN SIKAFUME TERHADAP   UJI KUAT TARIK BETON DAN PERENDAMAN</title>
<link>http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/31642</link>
<description>PENGARUH PENGUJIAN ABU SEKAM PADI DAN  PENAMBAHAN SIKAFUME TERHADAP   UJI KUAT TARIK BETON DAN PERENDAMAN
Pratama, Budi Andika
Sisa pembakaran sekam padi memiliki kandungan silika yang tinggi sehingga &#13;
memberikan sifat pozolanik yang baik pada abu sekam padi jika dimanfaatkan &#13;
sebagai bahan tambah parsial pada semen, terutama untuk memperbaiki daerah &#13;
transisi antara agregat dengan pasta semen di dalam beton. Penelitian ini bertujuan &#13;
untuk mengetahui pengaruh penggunaan limbah Abu Sekam Padi dan bahan &#13;
tambah Sikafume terhadap karakteristik mekanis beton, khususnya kuat tarik belah. &#13;
Metode penelitian yang digunakan adalah studi eksperimental dengan total 21 &#13;
benda uji silinder berdiameter 15 cm dan tinngi 30 cm. Variasi campuran yang diuji &#13;
meliputi penggunaan abu sekam padi sebesar 2,5%, dan 5% serta penambahan &#13;
Sikafume sebesar 0,4%, 0,5% dan 1,5% dari berat semen. Perhitungan perencanaan &#13;
campuran  beton menggunakan SNI 7656:2012 dengan kuat tekan rencana 25 Mpa. &#13;
Sedangkan perhitungan kuat tarik belah menggunakan SNI 2491:2012. Hasil &#13;
penelitian menunjukkan penggunaan abu sekam padi dan sika fume sebagai bahan &#13;
tambah beton normal sangat berpengaruh dalam meningkatkan kuat tarik belah. &#13;
Pada pengujian kuat tarik belah dengan mutu rencana 25 Mpa, penggunaan &#13;
komposisi optimal didapat pada variasi BASP SF 3 dengan kadar abu sekam padi &#13;
5% dan sikafume 0,5% mampu meningkatkan kuat tarik belah sebesar 2,028 Mpa &#13;
sehingga hasil ini cukup membuktikan bahwa penggunaan abu sekam padi dapat &#13;
meningkatkan kuat tarik belah dengan cukup signifikan. Sedangkan penurunan kuat &#13;
tarik belah terjadi pada variasi BASP SF2 dengan kadar abu sekam padi 5% dan &#13;
Sikafume 0.4% dengan kuat tarik sebesar 0,849 Mpa.
</description>
<pubDate>Sat, 18 Apr 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/31642</guid>
<dc:date>2026-04-18T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>ANALISIS PEMANFAATAN AIR PADA BENDUNGAN SEBAGAI PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA MIKROHIDRO DAN DISIMULASIKAN DENGAN PERANGKAT LUNAK HOMER</title>
<link>http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/31543</link>
<description>ANALISIS PEMANFAATAN AIR PADA BENDUNGAN SEBAGAI PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA MIKROHIDRO DAN DISIMULASIKAN DENGAN PERANGKAT LUNAK HOMER
ANDRIAN, TH SIMATUPANG
Energi listrik merupakan kebutuhan penting dalam mendukung aktivitas &#13;
masyarakat dan pertumbuhan ekonomi, sementara ketersediaan energi fosil yang &#13;
terbatas mendorong pemanfaatan energi terbarukan. Bendungan Sei Padang di &#13;
Kota Tebing Tinggi memiliki potensi energi air yang dapat dikembangkan sebagai &#13;
sumber pembangkit listrik berbasis energi terbarukan. Penelitian ini bertujuan &#13;
untuk menganalisis potensi energi air dan merancang sistem Pembangkit Listrik &#13;
Tenaga Mikrohidro (PLTMH) menggunakan perangkat lunak HOMER. Metode &#13;
penelitian dilakukan dengan menggunakan data debit air sebesar 5,13 m³/s dan &#13;
tinggi jatuh air (head) sebesar 4 meter untuk menghitung potensi daya yang dapat &#13;
dihasilkan. Selanjutnya, dilakukan simulasi untuk menganalisis kinerja teknis dan &#13;
kelayakan ekonomis sistem pembangkit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa &#13;
potensi daya PLTMH yang dapat dihasilkan sebesar 160 kW dengan produksi &#13;
energi mencapai 1.095 MWh per tahun. Analisis ekonomi menunjukkan bahwa &#13;
total biaya investasi selama 25 tahun sebesar Rp450.000.000 dengan biaya energi &#13;
(COE) sebesar Rp300/kWh. Namun, berdasarkan parameter kelayakan ekonomi, &#13;
diperoleh nilai Net Present Value (NPV) &lt; 0 dan Benefit Cost Ratio (BCR) &lt; 1, &#13;
yang menunjukkan bahwa proyek belum layak secara ekonomi, meskipun &#13;
memiliki payback period selama 24,27 tahun. Meskipun demikian, dari aspek &#13;
strategis dan lingkungan, sistem PLTMH ini tetap memiliki potensi yang layak &#13;
untuk dikembangkan karena mendukung pemanfaatan Energi Baru dan &#13;
Terbarukan (EBT), mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil, serta &#13;
berkontribusi terhadap pengurangan emisi gas rumah kaca dan peningkatan &#13;
ketahanan energi daerah. Dengan demikian, pemanfaatan Bendungan Sei Padang &#13;
sebagai PLTMH memiliki potensi teknis yang cukup baik dan nilai strategis &#13;
dalam mendukung pengembangan energi berkelanjutan, meskipun masih &#13;
memerlukan optimasi dari sisi ekonomi agar dapat diimplementasikan secara &#13;
optimal.
</description>
<pubDate>Mon, 18 May 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/31543</guid>
<dc:date>2026-05-18T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>ANALISIS POTENSI ENERGI ANGIN PADA KABUPATEN MANDAILING NATAL UNTUK PEMANFAATAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA BAYU</title>
<link>http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/31542</link>
<description>ANALISIS POTENSI ENERGI ANGIN PADA KABUPATEN MANDAILING NATAL UNTUK PEMANFAATAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA BAYU
SYAHRIL, HUSEIN NASUTION
Kabupaten Mandailing Natal merupakan salah satu wilayah di Provinsi Sumatera &#13;
Utara yang masih menghadapi keterbatasan pasokan energi listrik, khususnya di &#13;
daerah pedesaan dan terpencil. Kondisi ini mendorong perlunya pengembangan &#13;
sumber energi alternatif yang berkelanjutan, salah satunya energi angin. Penelitian &#13;
ini bertujuan untuk menganalisis rata-rata kecepatan angin, menghitung potensi &#13;
daya listrik yang dapat dihasilkan, serta mengevaluasi kelayakan pengembangan &#13;
Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) di Kabupaten Mandailing Natal. Metode &#13;
yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data kecepatan angin pada lima &#13;
kecamatan, yaitu Muara Batang Gadis, Batahan, Batang Natal, Panyabungan, dan &#13;
Pakantan, serta perhitungan daya angin dan simulasi kinerja turbin angin poros &#13;
vertikal berkapasitas 1 kW. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata &#13;
kecepatan angin di wilayah penelitian berada pada kisaran 3,5 m/s hingga 3,54 m/s &#13;
dengan nilai rata-rata sebesar 3,508 m/s, yang termasuk dalam kategori kecepatan &#13;
angin rendah. Daya spesifik angin yang dihasilkan berkisar antara 25,725 W/m² &#13;
hingga 26,61712 W/m² dengan rata-rata sebesar 25,9 W/m². Simulasi turbin &#13;
menunjukkan daya keluaran berkisar antara 294,12 Watt hingga 304,32 Watt, yang &#13;
masih berada di bawah kapasitas nominal turbin. Berdasarkan hasil tersebut, &#13;
potensi energi angin di Kabupaten Mandailing Natal tergolong terbatas dan belum &#13;
layak untuk pengembangan PLTB skala besar. Namun, energi angin tetap memiliki &#13;
peluang untuk dikembangkan pada skala kecil hingga menengah dengan &#13;
penggunaan teknologi turbin kecepatan rendah serta sistem hybrid yang &#13;
dikombinasikan dengan energi terbarukan lain seperti energi surya. Dengan &#13;
demikian, energi angin tetap berpotensi mendukung diversifikasi energi dan &#13;
penyediaan listrik berkelanjutan di daerah terpencil.
</description>
<pubDate>Fri, 08 May 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/31542</guid>
<dc:date>2026-05-08T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
