<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rdf:RDF xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<channel rdf:about="http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/30722">
<title>Agrotechnology</title>
<link>http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/30722</link>
<description>Agroteknologi</description>
<items>
<rdf:Seq>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/31272"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/31212"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/31187"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/31073"/>
</rdf:Seq>
</items>
<dc:date>2026-06-10T05:10:26Z</dc:date>
</channel>
<item rdf:about="http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/31272">
<title>EFEKTIVITAS METABOLIT SEKUNDER DAUN TALAS  (Colocasia esculenta) SEBAGAI AGEN ANTI MIKROBA  DALAM MENGATASI PENYAKIT IKAN AIR TAWAR</title>
<link>http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/31272</link>
<description>EFEKTIVITAS METABOLIT SEKUNDER DAUN TALAS  (Colocasia esculenta) SEBAGAI AGEN ANTI MIKROBA  DALAM MENGATASI PENYAKIT IKAN AIR TAWAR
RAHAYU, PUTRI
Ikan air tawar merupakan ikan yang dapat hidup dan menempati perairan daratan &#13;
(inland water) dengan salinitas 0-5 ppt seperti sungai, saluran irigasi, danau, waduk, &#13;
rawa dan sebagainya.  Namun, penyakit ikan air tawar sering kali menjadi tantangan &#13;
serius yang dihadapi oleh pembudidaya. Infeksi yang disebabkan oleh bakteri, &#13;
virus, dan parasit merupakan masalah yang umum, menyebabkan penurunan &#13;
produksi dan kualitas ikan, serta kematian massal yang dapat mengakibatkan &#13;
kerugian ekonomi yang signifikan. Penggunaan bahan alami yang bersifat herbal &#13;
lebih efisien digunakan untuk menanggulangi penyakit bacterial, salah satu &#13;
tumbuhan yang dapat digunakan untuk mengatasi penyakit bakterial pada ikan &#13;
budidaya adalah daun talas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas &#13;
metabolit sekunder daun talas (Colocasia esculenta L.) sebagai agen antimikroba &#13;
dalam mengatasi penyakit ikan air tawar. Penelitian ini menggunakan metode &#13;
penelitian kualitatif deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya kandungan &#13;
metabolit sekunder pada daun talas berupa senyawa alkaloid dan flavonoid serta &#13;
adanya kemampuan agen antibakteri pada daun talas yang ditandai dengan adanya &#13;
daya hambat pada pemberian ekstrak fraksi metanol daun talas pada bakteri &#13;
Psedeumonas aeruginosa dengan konsentrasi sebanyak 100mg/ml mengahasilkan &#13;
daya hambat sebesar 1,4cm. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu daun talas &#13;
memiliki kandungan metabolit sekunder berupa alkaloid dan flavonoid serta &#13;
memiliki kemampuan sebagai agen anti bakteri pada bakteri Psedeumonas &#13;
aeruginosa.
</description>
<dc:date>2026-04-15T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/31212">
<title>PENINGKATAN HASIL KACANG TANAH                         (Arachis hypogaea L.) DENGAN APLIKASI BIOCHAR SEKAM  PADI DAN PUPUK KALIUM</title>
<link>http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/31212</link>
<description>PENINGKATAN HASIL KACANG TANAH                         (Arachis hypogaea L.) DENGAN APLIKASI BIOCHAR SEKAM  PADI DAN PUPUK KALIUM
RITONGA, RI SURYA PRATAMA
Tujuan penelitian untuk mengetahui peningkatan hasil kacang tanah                                     &#13;
(Arachis hypogaea L). dengan aplikasi biochar sekam padi dan pupuk kalium. &#13;
Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari &#13;
2 faktor yaitu : faktor biochar sekam padi, dengan 4 taraf : B0 : 0/kontrol, B1 : &#13;
0,41 kg/tanaman, B2 : 0,83 kg/tanaman, B3 : 1,23 kg/tanaman. Faktor kedua &#13;
kalium, dengan 4 taraf : K0 : 0/kontrol, K1 : 3 g/tanaman, K2 : 6 g/tanaman, K3 : &#13;
9 g/tanaman. &#13;
Uji beda rataan Duncan's Multiple Range Test (DMRT) pada taraf &#13;
kepercayaan 5% digunakan dengan model linier untuk analisis kombinasi &#13;
Rancangan Acak Kelompok. Parameter yang diukur adalah parameter yang &#13;
diukur adalah tinggi tanaman (cm), jumlah cabang (cabang), jumlah daun (helai), &#13;
klorofil daun (unit), umur berbunga (hari), jumlah ginofor per tanaman, jumlah &#13;
polong berisi per tanaman sampel, Jumlah Polong berisi per plot, bobot basah &#13;
tanaman per sampel (g), bobot kering tanaman per sampel (g), bobot kering 100 &#13;
biji.  &#13;
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa biochar sekam padi &#13;
berpengaruh nyata terhadap umur berbunga (hari), tetapi perlakuan pupuk &#13;
kalium dan interaksi biochar sekam padi dan pupuk kalium tidak berpengaruh &#13;
nyata pada semua parameter yang diukur.
</description>
<dc:date>2026-03-09T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/31187">
<title>RESPONS PERTUMBUHAN BIBIT KELAPA SAWIT   (Elaeis guineensis Jacq.) PADA Main-Nursery DENGAN  BERBAGAI DOSIS COCOPEAT DAN SEKAM BAKAR</title>
<link>http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/31187</link>
<description>RESPONS PERTUMBUHAN BIBIT KELAPA SAWIT   (Elaeis guineensis Jacq.) PADA Main-Nursery DENGAN  BERBAGAI DOSIS COCOPEAT DAN SEKAM BAKAR
PRADANA, AGUNG DUWY
Me~&#13;
tode~&#13;
 pe~&#13;
ne~&#13;
li ~&#13;
ti ~&#13;
an yang di ~&#13;
gu~&#13;
nakan adalah Rancangan Acak Ke~&#13;
lompok &#13;
(RAK) faktori ~&#13;
al de~&#13;
ngan du~&#13;
a faktor pe~&#13;
rlaku~&#13;
an dan ti ~&#13;
ga u~&#13;
langan. Faktor pe~&#13;
rtama &#13;
adalah dosi ~&#13;
s cocope~&#13;
at (C) yang te~&#13;
rdi ~&#13;
ri ~&#13;
 atas C0 (kontrol), C1 (150 g/polybag), dan C2 &#13;
(300 g/polybag). Faktor ke~&#13;
du~&#13;
a adalah dosi ~&#13;
s se~&#13;
kam bakar (S) yang te~&#13;
rdi ~&#13;
ri ~&#13;
 atas S0 &#13;
(kontrol), S1 (100 g/polybag), S2 (200 g/polybag), dan S3 (300 g/polybag). &#13;
Parame~&#13;
te~&#13;
r yang di ~&#13;
amati ~&#13;
 me~&#13;
li ~&#13;
pu~&#13;
ti ~&#13;
 ti ~&#13;
nggi ~&#13;
 tanaman, ju~&#13;
mlah pe~&#13;
le~&#13;
pah dau~&#13;
n, di ~&#13;
ame~&#13;
te~&#13;
r &#13;
batang pada u~&#13;
mu~&#13;
r 2, 4, 6, dan 8 mi ~&#13;
nggu~&#13;
 se~&#13;
te~&#13;
lah tanam (MSPT),klorofi ~&#13;
l dau~&#13;
n. &#13;
Hasi ~&#13;
l pe~&#13;
ne~&#13;
li ~&#13;
ti ~&#13;
an me~&#13;
nu~&#13;
nju~&#13;
kkan bahwa pe~&#13;
mbe~&#13;
ri ~&#13;
an cocope~&#13;
at be~&#13;
rpe~&#13;
ngaru~&#13;
h &#13;
nyata te~&#13;
rhadap ti ~&#13;
nggi ~&#13;
 tanaman dan ju~&#13;
mlah pe~&#13;
le~&#13;
pah dau~&#13;
n pada u~&#13;
mu~&#13;
r 4,6,8 (MSPT) &#13;
pe~&#13;
ngamatan. Dosi ~&#13;
s cocope~&#13;
at 300g/polybag (C2) ce~&#13;
nde~&#13;
ru~&#13;
ng me~&#13;
mbe~&#13;
ri ~&#13;
kan &#13;
pe~&#13;
rtu~&#13;
mbu~&#13;
han te~&#13;
rbai ~&#13;
k. Pe~&#13;
mbe~&#13;
ri ~&#13;
an se~&#13;
kam bakar ju~&#13;
ga me~&#13;
nu~&#13;
nju~&#13;
kkan pe~&#13;
ngaru~&#13;
h &#13;
te~&#13;
rhadap pe~&#13;
rtu~&#13;
mbu~&#13;
han ve~&#13;
ge~&#13;
tati ~&#13;
f, khu~&#13;
su~&#13;
snya pada dosi ~&#13;
s 200 g/polybag (S2) yang &#13;
me~&#13;
nghasi ~&#13;
lkan ti ~&#13;
nggi ~&#13;
 tanaman dan ju~&#13;
mlah pe~&#13;
le~&#13;
pah le~&#13;
bi ~&#13;
h ti ~&#13;
nggi ~&#13;
 di ~&#13;
bandi ~&#13;
ngkan &#13;
kontrol. Se~&#13;
lai ~&#13;
n i ~&#13;
tu~&#13;
, te~&#13;
rdapat i ~&#13;
nte~&#13;
raksi ~&#13;
 antara cocope~&#13;
at dan se~&#13;
kam bakar pada ti ~&#13;
nggi ~&#13;
 &#13;
tanaman dan ju~&#13;
mlah pe~&#13;
le~&#13;
pah, di ~&#13;
 mana kombi ~&#13;
nasi ~&#13;
 dosi ~&#13;
s mampu~&#13;
 me~&#13;
ni ~&#13;
ngkatkan &#13;
pe~&#13;
rtu~&#13;
mbu~&#13;
han bi ~&#13;
bi ~&#13;
t se~&#13;
cara le~&#13;
bi ~&#13;
h opti ~&#13;
mal di ~&#13;
bandi ~&#13;
ngkan pe~&#13;
rlaku~&#13;
an tu~&#13;
nggal.
</description>
<dc:date>2026-04-18T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/31073">
<title>EKSPLORASI MUSUH ALAMI HAMA PEMAKAN DAUN KELAPA SAWIT PADA JENIS BUNGA REFUGIA DI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT PT. SOCFINDO</title>
<link>http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/31073</link>
<description>EKSPLORASI MUSUH ALAMI HAMA PEMAKAN DAUN KELAPA SAWIT PADA JENIS BUNGA REFUGIA DI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT PT. SOCFINDO
WAN ROSE, PINKUTRI BARUS
Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi jenis musuh &#13;
alami yang berada pada beberapa jenis refugia di areal perkebunan kelapa sawit. &#13;
Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan melakukan &#13;
survey data sekunder dan pengamatan langsung terhadap serangga menggunakan &#13;
sweep net (insecting net) dan yellow trap. Identifikasi dilakukan dengan &#13;
menggunakan buku kunci determinasi dengan pencatatan manual maupun digital. &#13;
Pengidentifikasian dilakukan berdasarkan urutan yang berada di dalam buku, &#13;
dimulai dari penentuan ordo hingga penentuan family, pengidentifikasian &#13;
dilakukan secara berurutan dimulai dari bagian caput (antena, mata dan tipe &#13;
mulut), thorax (sayap) lalu dilanjutkan ke bagian abdomen (perut dan ovipositor). &#13;
Hasil penelitian menunjukkan keragaman musuh alami pada tanaman Turnera &#13;
subulata mendapatkan angka 1,98. Pada bunga Cassia cobanensis terdapat 16 &#13;
ekor predator yang ditemukan di lapangan. Ditemukan parasitoid family &#13;
Chalcididae yang berjumlah 15 ekor pada bunga Antigonum leptopus.
</description>
<dc:date>2026-04-16T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</rdf:RDF>
