<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rdf:RDF xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<channel rdf:about="http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/168">
<title>Masters in Electrical Engineering</title>
<link>http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/168</link>
<description>Magister Teknik Elektro</description>
<items>
<rdf:Seq>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/30352"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/30351"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/26684"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/25192"/>
</rdf:Seq>
</items>
<dc:date>2026-05-06T12:05:38Z</dc:date>
</channel>
<item rdf:about="http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/30352">
<title>PENGARUH PERUBAHAN TEGANGAN   TERHADAP KUALITAS CITRA   COMPUTED TOMOGRAPHY SCAN (CT-SCAN)  MENGGUNAKAN CT ACR PHANTOM</title>
<link>http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/30352</link>
<description>PENGARUH PERUBAHAN TEGANGAN   TERHADAP KUALITAS CITRA   COMPUTED TOMOGRAPHY SCAN (CT-SCAN)  MENGGUNAKAN CT ACR PHANTOM
RAHIM, ABDUL
Mutu citra pada pemeriksaan CT-Scan sangat dipengaruhi oleh pengaturan &#13;
parameter teknis, khususnya tegangan tabung (kVp), yang menentukan energi &#13;
foton dan karakteristik interaksi sinar-X dengan objek. Pengaruh variasi kVp &#13;
terhadap Noise dalam konteks variasi tegangan tabung (kVp), efeknya terhadap &#13;
Noise adalah lebih kompleks dibandingkan pengaruh arus dikalikan waktu (mAs). &#13;
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi tegangan tabung (80, &#13;
100, 120, dan 140 kVp) terhadap beberapa parameter mutu citra, yaitu noise, &#13;
resolusi kontras, resolusi spasial, uniformity, CT Number accuracy, dan akurasi &#13;
ketebalan irisan, menggunakan CT ACR Phantom. Pengambilan data dilakukan &#13;
melalui serangkaian pemindaian standar sesuai protokol ACR, kemudian seluruh &#13;
parameter dievaluasi secara deskriptif dan dibandingkan dengan batas toleransi &#13;
mutu yang ditetapkan ACR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan &#13;
kVp menghasilkan penurunan noise secara signifikan, dengan nilai terendah pada &#13;
140 kVp. Resolusi kontras meningkat pada kVp menengah hingga tinggi, dan &#13;
performa terbaik dicapai pada 120 kVp. Resolusi spasial stabil pada seluruh &#13;
variasi kVp dan memenuhi standar ACR. Parameter uniformity, CT Number &#13;
accuracy, dan slice thickness menunjukkan konsistensi hasil yang baik pada &#13;
seluruh nilai kVp, meskipun akurasi HU terbaik dicapai pada 120 kVp, sementara &#13;
deviasi slice thickness terkecil berada pada 140 kVp. Ketiga parameter tersebut &#13;
berada dalam batas toleransi ACR, menandakan kinerja sistem CT yang optimal. &#13;
Secara keseluruhan, seluruh variasi kVp yang diuji memenuhi standar mutu citra &#13;
ACR, namun 120 kVp memberikan performa paling seimbang dan stabil pada &#13;
hampir seluruh parameter evaluasi. Dengan demikian, nilai kVp tersebut dapat &#13;
direkomendasikan sebagai tegangan optimum untuk pemeriksaan yang &#13;
membutuhkan akurasi HU, noise rendah, dan deteksi kontras rendah yang baik. &#13;
Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam optimasi parameter &#13;
pemindaian serta peningkatan prosedur QA/QC pada sistem CT-Scan.
</description>
<dc:date>2025-12-30T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/30351">
<title>ANALISIS SUMBER HARMONISA YANG DITIMBULKAN  PERALATAN ELEKTROMEDIS DI LABORATORIUM  UJI PRODUK ALAT KESEHATAN</title>
<link>http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/30351</link>
<description>ANALISIS SUMBER HARMONISA YANG DITIMBULKAN  PERALATAN ELEKTROMEDIS DI LABORATORIUM  UJI PRODUK ALAT KESEHATAN
SINULINGGA, ASNA
Kualitas daya listrik merupakan faktor penting dalam operasional laboratorium uji &#13;
produk alat kesehatan, terutama karena banyak peralatan elektromedis &#13;
menggunakan beban non-linear yang berpotensi menghasilkan harmonisa. &#13;
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sumber harmonisa yang ditimbulkan &#13;
oleh beberapa peralatan elektromedis, yaitu Electrocardiograph (ECG), Patient &#13;
Monitor, Suction Pump, Oxygen Concentrator, Climatic Chamber, dan Infant &#13;
Incubator, serta mengevaluasi pengaruhnya terhadap distorsi arus (THDi) dan &#13;
distorsi tegangan (THDv) pada sistem kelistrikan laboratorium. Pengukuran &#13;
dilakukan menggunakan power quality analyzer dengan metode pengujian pada &#13;
setiap peralatan  dan pengujian gabungan peralatan elektromedis untuk mengetahui &#13;
perubahan karakteristik harmonisa saat peralatan beroperasi secara bersamaan. &#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai THDv untuk seluruh peralatan berada &#13;
pada kisaran 1,55–1,68%, jauh di bawah batas standar IEEE Std 519-2014 (≤8%), &#13;
sehingga distorsi tegangan masih dalam kondisi aman. Uji peralatan elektromedis &#13;
secara terpisah menghasilkan THDi sangat tinggi, seperti ECG sebesar 143,71% &#13;
dan Patient Monitor sebesar 156,50%, dengan dominasi harmonisa orde ke-3 dan &#13;
ke-5. Namun, pada kondisi operasi gabungan, THDi sistem menurun signifikan &#13;
sebesar 67,93% menjadi 7,79% akibat adanya cancellation effect dan perbedaan &#13;
sudut fasa antar komponen harmonisa dari masing-masing peralatan. Pengukuran &#13;
secara keseluruhan menunjukkan bahwa harmonisa orde rendah merupakan &#13;
kontributor utama distorsi arus, sehingga strategi mitigasi diarahkan pada &#13;
penggunaan filter LC ter-tuning dan Active Harmonic Filter (AHF) sebagai solusi &#13;
yang efektif dan adaptif. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan teknis &#13;
dalam perancangan mitigasi harmonisa serta peningkatan kualitas daya pada &#13;
laboratorium uji produk alat kesehatan. Selain itu, hasil penelitian memberikan &#13;
kontribusi bagi pengembangan standarisasi laboratorium uji produk alat kesehatan &#13;
pada Balai Pengamanan Alat dan Fasilitas Kesehatan Medan berbasis kualitas daya &#13;
yang baik sesuai persyaratan IEEE Std 519-2014.
</description>
<dc:date>2025-12-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/26684">
<title>ANALISIS SISTEM PENTANAHAN UNTUK MELINDUNGI  PERALATAN ELEKTRONIK AKIBAT SAMBARAN PETIR           DI STASIUN KLIMATOLOGI SUMATERA UTARA</title>
<link>http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/26684</link>
<description>ANALISIS SISTEM PENTANAHAN UNTUK MELINDUNGI  PERALATAN ELEKTRONIK AKIBAT SAMBARAN PETIR           DI STASIUN KLIMATOLOGI SUMATERA UTARA
SOLEH, MUHAMAD
Stasiun Klimatologi Sumatera Utara merupakan salah satu Instansi Badan &#13;
Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika yang melaksanakan tugas pemerintahan &#13;
di bidang Klimatologi dan Kualitas Udara sesuai dengan ketentuan perundang&#13;
undangan yang berlaku. Pentanahan (grounding) adalah sistem proteksi yang &#13;
sangat penting dalam instalasi listrik, karena berfungsi mengalirkan arus berlebih &#13;
kedalam tanah, sehingga dapat mengamankan manusia dan peralatan sistem &#13;
tenaga listrik. Stasiun Klimatologi Sumatera Utara sudah terinstalasi Sistem &#13;
Proteksi Petir Terpadu, namun masih terjadi kerusakan pada peralatan elektronik &#13;
yang diidentifikasi diakibatkan oleh sambaran petir, seperti Automatic Weather &#13;
Station, Switch Hub Particulat Matter 2,5 yang berada di taman alat serta &#13;
beberapa peralatan elektronik seperti komputer yang berada di gedung observasi. &#13;
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sistem pentanahan yang diterapkan &#13;
serta meminimalisir kerusakan peralatan elektronik yang diakibatkan oleh &#13;
sambaran petir yang ada di gedung observasi dan taman alat Stasiun Klimatologi &#13;
Sumatera Utara. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah dengan &#13;
menggunakan metode pengukuran tiga titik. Sistem Proteksi Petir yang ada di &#13;
Stasiun Klimatologi Sumatera Utara terdiri dari 7 buah elektroda batang &#13;
terinstalasi secara paralel. Berdasarkan nilai pengukuran pentanahan pada masing&#13;
masing blok kontrol dengan nilai rata-rata 0,420 ohm dan hasil perhitungan &#13;
sebesar 0,439 ohm, nilai tahanan pentanahan berada dibawah 2 ohm sesuai dengan &#13;
SNI PUIL 2011 mengenai nilai tahanan pada peralatan elektronik. Kerusakan &#13;
peralatan elektronik pada tegangan rendah di gedung observasi dan taman alat &#13;
Stasiun Klimatologi Sumatera Utara diakibatkan karena masih kurangnya Arrester &#13;
dan pentanahan internal yang terpasang pada masing-masing peralatan elektronik. &#13;
Penelitian ini merekomendasikan untuk pemasangan arrester dan pentanahan &#13;
internal untuk masing-masing peralatan elektronik. Manfaat dari penelitian ini &#13;
dapat mengetahui analisis dan solusi sistem pentanahan sebagai proteksi &#13;
keamanan peralatan operasional.
</description>
<dc:date>2024-09-21T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/25192">
<title>ANALISA PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA BAYU SEBAGAI ENERGI CADANGAN UNTUK SISTEM PENERANGAN PADA KAPAL LAUT</title>
<link>http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/25192</link>
<description>ANALISA PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA BAYU SEBAGAI ENERGI CADANGAN UNTUK SISTEM PENERANGAN PADA KAPAL LAUT
MUJIONO, RESTU
Pelayaran saat ini adalah salah satu moda transportasi yang paling kritis &#13;
untuk perdagangan dunia, menyumbang sekitar 90% dari perdagangan global. &#13;
Namun, industri perkapalan juga menjadisalah satu penyumbang utama emisi GRK&#13;
global, saat ini menyumbang sekitar 3% dari total global. Diperkirakan penggunaan &#13;
bahan bakar fosil oleh industri pelayaran internasional berkontribusi sekitar 3% &#13;
emisi gas rumah kaca (GRK) tahunan secara global pada tahun 2022. Penggerak &#13;
Kapal Berbantuan Angin (WASP) adalah solusi yang menjanjikan karena &#13;
merupakan salah satu dari sedikit teknologi kapal yang menawarkan penghematan&#13;
bahan bakar dan emisi dua digit, dan diyakini menjadi sumber energi terbarukan &#13;
yang penting untuk masa depan industri pelayaran. Untuk aplikasi kapal, data&#13;
prakiraan cuaca memainkan peran utama dalam menentukan pemasangan sistem di&#13;
kapal saat kapal melakukan perjalanan dari pelabuhan ke pelabuhan untuk&#13;
transportasi. Data kapal menunjukkan penggunaan daya penerangan pada kapal &#13;
adalah sebesar 4,89 kWh/jam atau 117 kWh/hari yaitu selama kapal berjalan dari&#13;
rute belawan menuju batam. Data yang dihasilkan bisa terlihat dari 5 titik lokasi &#13;
penelitian kecepatan angin yang diperoleh dari masing - masing tempat ada yang &#13;
kecil dan ada yang besar. Rata-rata dari beberapa sampel yang diambil yaitu hanya &#13;
sebesar 3,13 m/s. Kecepatan angin rata-rata yang ada, maka daya spesifik yang &#13;
dapat dihasilkan adalah 18,39 Watt/m2&#13;
. Masa udara rata-rata 324,53 kg/s dan energi&#13;
kinetik yang dihasilkan sebesar 1589,7 Joule. Daya yang dapat dibangkitkan oleh &#13;
turbin yang diasumsikan berkapasitas 10 kW sebesar 1627,26Watt, untuk &#13;
mensuplai beban penerangan total pada kapal dari hasil perhitungan, maka &#13;
dibutuhkan 4 unit turbin dengan kapasitas 10kW. Simulasi yang diperoleh dari&#13;
aplikasi HOMER total biaya awal yang dibutuhkan adalah Rp. 190.144.300 dengan &#13;
biaya operasi per kWh nya adalah sebesar Rp. 1.951,58.
</description>
<dc:date>2024-07-27T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</rdf:RDF>
