<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rdf:RDF xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<channel rdf:about="http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/154">
<title>Master of Notary</title>
<link>http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/154</link>
<description>Magister Kenotariatan</description>
<items>
<rdf:Seq>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/30052"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/30039"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/30038"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/30034"/>
</rdf:Seq>
</items>
<dc:date>2026-04-15T20:25:47Z</dc:date>
</channel>
<item rdf:about="http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/30052">
<title>TANGGUNG JAWAB NOTARIS DALAM PERIZINAN  BERUSAHA MELALUI SISTEM ONLINE   SINGLE SUBMISSION (OSS)  (Studi di Kantor Notaris Kabupaten Asahan)</title>
<link>http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/30052</link>
<description>TANGGUNG JAWAB NOTARIS DALAM PERIZINAN  BERUSAHA MELALUI SISTEM ONLINE   SINGLE SUBMISSION (OSS)  (Studi di Kantor Notaris Kabupaten Asahan)
ZUHAILI, WAHBAH
Online single submission merupakan sistem perizinan berusaha yang baru &#13;
berdasarkan PP No. 5 Tahun 2021 tentang penyelenggaraan perizinan berusaha &#13;
yang kemudian di perbaharui dengan PP No. 28 Tahun 2025, yang ditujukan &#13;
langsung kepada para pelaku usaha, dimana tidak ditemukan tanggung jawab &#13;
notaris dalam perizinan berusaha sesuai dengan aturan tersebut serta aturan hukum &#13;
lainnya, namun dalam praktiknya sering dijumpai notaris yang melakukan &#13;
pendaftaran perizinan bersaha melalui sistem oss, berdasarkan pemintaan para &#13;
pelaku usaha kepada notaris yang bertindak A/N pribadi untuk menerima kuasa &#13;
dalam melakukan pendaftaran perizinan berusaha melalui sistem oss guna &#13;
kepentingan dan ke inginan dari pelaku usaha itu sendiri, Dengan adanya perjanjian &#13;
pemberian kuasa  tentunya melahirkan hubungan hukum antara kedua belah pihak. &#13;
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana sistem perizinan berusaha &#13;
bagi pelaku usaha melalui sistem oss, pendaftaran perizinan berusaha melalui sitem &#13;
oss yang di lakukan oleh notaris, serta tanggung jawab notaris dalam pengurusan &#13;
perizinan berusaha melalui sistem oss. &#13;
Tesis ini menggunakan teori kewenangan, teori sistem hukum, dan teori tanggung &#13;
jawab, Penelitian dalam tesis ini berjenis Penelitian hukum empiris dengan &#13;
menggunakan pendekatan kasus dan pendekatan peraturan perundang-undangan &#13;
(statue approach) dan bersifat deskriptif analitis untuk menggambarkan suatu &#13;
kondisi atau keadaan yang sedang terjadi atau berlangsung agar dapat memberikan &#13;
data seteliti mungkin mengenai objek penelitian termasuk juga melakukan &#13;
penelitian kepustakaan atau lapangan dengan cara melakukan wawancara kepada &#13;
narasumber yang kompeten guna memperoleh bahan atau data yang konkrit. &#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa, sistem perizinan oss dapat di akses langsung &#13;
oleh pelaku usaha melalui situs https://oss.go.id, dikernakan tidak ada hubungan &#13;
dengan akun notaris, pendaftaran perizinan berusaha melalui sitem oss yang di &#13;
lakukan oleh notaris atas dasar perjanjian pemberian kuasa yang menganggap &#13;
notaris mempunyai kemampuan didalamnya, maka pelaku usaha memberi kuasa &#13;
kepada notaris untuk membantu mereka dalam hal pengurusan perizinan berusaha &#13;
atas suatu badan usaha yang akta pendiriannya dibuat oleh notaris, dilihat dari &#13;
UUJN dan UU lainnya notaris tidak memiliki tanggung jawab dalam memproses &#13;
perizinan berusaha melalui sistem oss, hanya berperan memverivikasi data usaha.
</description>
<dc:date>2025-11-25T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/30039">
<title>ANALISIS YURIDIS JUAL BELI MASKER MELALUI MEDIA  SOSIAL (ONLINE) YANG TIDAK SESUAI PERJANJIAN   (Studi Putusan Pengadilan Negeri Palopo Nomor  51/Pid.B/2021/PN.Plp)</title>
<link>http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/30039</link>
<description>ANALISIS YURIDIS JUAL BELI MASKER MELALUI MEDIA  SOSIAL (ONLINE) YANG TIDAK SESUAI PERJANJIAN   (Studi Putusan Pengadilan Negeri Palopo Nomor  51/Pid.B/2021/PN.Plp)
ULFA SIREGAR, DESY AULIA
Perkembangan transaksi jual beli melalui media sosial menghadirkan bentuk &#13;
perjanjian elektronik yang secara hukum dianggap sah sepanjang memenuhi &#13;
syarat Pasal 1320 KUH Perdata dan sesuai dengan ketentuan Undang-Undang &#13;
Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik beserta &#13;
perubahannya. Namun dalam praktik, transaksi tersebut dapat bergeser dari ranah &#13;
wanprestasi menjadi tindak pidana apabila ditemukan adanya unsur kesengajaan &#13;
atau tipu muslihat sejak awal perjanjian. Penelitian ini bertujuan untuk &#13;
menganalisis keabsahan jual beli online berdasarkan hukum positif di Indonesia, &#13;
mekanisme pembentukan perjanjiannya, serta pertimbangan hakim dalam Putusan &#13;
Pengadilan Negeri Palopo Nomor 51/Pid.B/2021/PN.Plp terkait penjualan masker &#13;
melalui media sosial yang tidak sesuai perjanjian. Penelitian menggunakan teori &#13;
kepastian hukum, teori tanggung jawab, dan teori perlindungan hukum, dengan &#13;
metode yuridis normatif melalui studi kepustakaan terhadap bahan hukum primer, &#13;
sekunder, dan tersier. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perjanjian elektronik &#13;
memiliki kekuatan mengikat yang sama dengan perjanjian konvensional &#13;
sepanjang memenuhi syarat sahnya perjanjian, tetapi dalam kasus Putusan PN &#13;
Palopo, perbuatan terdakwa memenuhi unsur Pasal 378 KUHP karena sejak awal &#13;
terdapat niat jahat untuk tidak menyerahkan barang yang dijanjikan sehingga &#13;
perkara tersebut tidak semata-mata merupakan wanprestasi. Dengan demikian, &#13;
perlindungan hukum bagi konsumen harus memperhatikan mekanisme &#13;
pembuktian niat jahat dalam transaksi elektronik agar tidak terjadi kekaburan &#13;
antara wanprestasi dan tindak pidana penipuan.
</description>
<dc:date>2025-11-25T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/30038">
<title>IMPLEMENTASI PENDAFTARAN TANAH SISTEMATIS  LENGKAP (PTSL) DI KANTOR PERTANAHAN  KABUPATEN GAYO LUES PROVINSI ACEH</title>
<link>http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/30038</link>
<description>IMPLEMENTASI PENDAFTARAN TANAH SISTEMATIS  LENGKAP (PTSL) DI KANTOR PERTANAHAN  KABUPATEN GAYO LUES PROVINSI ACEH
BERUTU, MASDI
Implementasi PTSL merupakan suatu tindakan atau pelaksanaan dari &#13;
sebuah rencana yang sudah disusun secara matang dan terperinci. Penyusunan &#13;
rencana secara matang tersebut dituangkan dalam Peraturan Menteri Agraria dan &#13;
Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 35 Tahun 2016 tentang &#13;
Percepatan Pelaksanaan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap. Peraturan tersebut &#13;
kemudian diubah dengan Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan &#13;
Pertanahan Nasional Nomor 12 Tahun 2017 tentang Perubahan atas Peraturan &#13;
Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 35 &#13;
Tahun 2016. Kemudian diperbaharui dan disempurnakan kembali dengan Peraturan &#13;
Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 6 &#13;
Tahun 2018 tentang tentang Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap dengan di &#13;
dasari Instruksi Presiden Nomor 2 tahun 2018 tentang Percepatan Pendaftaran &#13;
Tanah Sistematis Lengkap diseluruh Indonesia. Kebijakan pendaftaran tanah &#13;
melalui PTSL dilatarbelakangi karena adanya kepentingan masyarakat yaitu adanya &#13;
ketidakpastian hukum pemilikan dan batas-batas tanah, adanya kepentingan &#13;
pemerintah dalam rangka pembuatan peraturan perundang-undangan dibidang &#13;
pertanahan sebagai landasan untuk melaksanakan kebijakan administrasi &#13;
pertanahan, selain itu perlu tersedianya informasi pertanahan yang dituangkan &#13;
dalam bentuk peta dan daftar, sehingga diharapkan pada tahun 2025 seluruh tanah &#13;
di Republik Indonesia ini telah terpetakan dan terdaftar.  &#13;
Berdasarkan latar belakang tersebut maka permasalahan yang akan diteliti &#13;
dalam peneletian ini adalah Bagaimana Implementasi PTSL, Dampak yang &#13;
mempengaruhi keberhasilan pelaksanaan PTSL, serta Faktor Penghambat dan &#13;
II &#13;
Solusi yang ditimbulkan dari terobosan yang dibuat pemerintah dalam Percepatan &#13;
Implementasi PTSL dengan lokus adalah Kantor Pertanahan Kabupaten Gayo Lues &#13;
Provinsi Aceh. Penelitian ini menggunakan Metode Penelitian Survei, dengan &#13;
sampel penelitian ini adalah masyarakat yang mendaftarkan tanahnya dalam &#13;
pelaksanaan PTSL pada Kantor Pertanahan Kabupaten Kabupaten Gayo Lues &#13;
Provinsi Aceh yang ditentukan berdasarkan metode purposive sampling. Selain &#13;
responden dari masyarakat (50 orang), diambil juga responden lainnya yaitu Kepala &#13;
Kantor Pertanahan Kabupaten Kabupaten Gayo Lues Provinsi Aceh (1 orang), &#13;
Ketua Panitia Ajudikasi (1 orang), dan Kepala Desa lokasi yang telah dipilih (4 &#13;
orang). Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner yang disebar ke 50 orang &#13;
masyarakat, selain itu hasil wawancara kepada responden selain masyarakat. Hasil &#13;
penelitian menunjukkan bahwa Implementasi PTSL Pada Kantor Pertanahan &#13;
Kabupaten Gayo Lues Provinsi Aceh telah sesuai dengan PERMEN ATR/BPN &#13;
Nomor 6 Tahun 2018 tetapi perlu dilengkapi dan disempurnakan dengan &#13;
penyerahan hasil kegiatan pelaksanaan PTSL Tahun 2020 s/d 2023 oleh Ketua &#13;
Ajudikasi kepada Kepala Kabupaten Gayo Lues Provinsi Aceh.  &#13;
Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap Implementasi PTSL ada 2 (dua) &#13;
yaitu faktor internal yang terdiri dari penafsiran mengenai PTSL, Sumber Daya &#13;
Manusia, Ketersediaan Sarana dan Prasarana, dan faktor eksternal yaitu keragaman &#13;
kondisi geografis, kemauan dan kemampuan masyarankat, bantuan eksternal, dan &#13;
batas wilayah definitif. Faktor yang menjadi penentu utama dalam pencapaian &#13;
target perlu dioptimalkan dengan Strategi Percepatan Implementasi PTSL. Dari &#13;
terobosan yang dibuat pemerintah dalam PERMEN ATR/BPN Nomor 6 Tahun &#13;
2018 dalam Percepatan Pelaksanaan PTSL berdampak baik positif maupun negatif &#13;
terhadap masyarakat dan pemerintah, sehingga perlu merevisi ataupun membuat &#13;
aturan percepatan PTSL dalam bentuk Peraturan Pemerintah.
</description>
<dc:date>2025-03-25T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/30034">
<title>PERTANGGUNGJAWABAN CALON NOTARIS   MAGANG TERHADAP ADMINISTRASI DAN KERAHASIAAN   AKTA DI KABUPATEN GAYO LUES</title>
<link>http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/30034</link>
<description>PERTANGGUNGJAWABAN CALON NOTARIS   MAGANG TERHADAP ADMINISTRASI DAN KERAHASIAAN   AKTA DI KABUPATEN GAYO LUES
KARTIKA, NADYA
Notaris merupakan pejabat umum yang memiliki tugas untuk membuat &#13;
akta, dalam hal pembuatan suatu akta notaris harus paham betul tentang apa yang &#13;
diinginkan para pihak dan kemudian menuangkannya dalam sebuah akta, Notaris &#13;
sebagai jabatan kepercayaan wajib untuk menyimpan rahasia mengenai akta yang &#13;
dibuatnya dan keterangan atau pernyataan para pihak yang diperoleh dalam &#13;
pembuatan akta, kecuali Undang-undang memerintahkannya untuk membuka &#13;
rahasia dan memberikan keterangan tersebut kepada pihak yang memintanya. &#13;
Tidak hanya notaris yang diwajibkan merahasiakan isi akta calon notaris yang &#13;
magang dikantor notaris juga diwajibkan untuk bertindak dan menjaga sikap &#13;
sebagaimana yang telah ditentukan dalam aturan tersebut. Pasal 16A ayat (1) dan &#13;
(2) UUJN, selama magang di kantor notaris calon notaris diwajibkan untuk &#13;
menjaga kerahasiaan segala sesuatu mengenai akta dan segala keterangan yang &#13;
diperoleh guna pembuatan akta. &#13;
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian &#13;
yuridis normatif yang bersifat deskriptif analitis. Jenis data yang digunakan adalah &#13;
data sekunder yang terdiri dari bahan hukum primer, sekunder, dan tersier. Teknik &#13;
pengumpulan data yaitu dengan cara studi pustaka dan wawancara. Data-data &#13;
yang telah diperoleh selanjutnya dianalisis secara kualitatif untuk untuk &#13;
mendapatkan hasil penulisan yang bersifat deskriptif analitis.  &#13;
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pertanggungjawaban calon &#13;
notaris magang terhadap kerahasiaan akta merupakan bentuk tanggung jawab no&#13;
taris magang di kantor notaris terhadap administrasi akta yaitu dengan &#13;
melaksanakan kewajiban sebagaimana telah dinyatakan dalam Pasal 16A ayat (2) &#13;
UUJN yaitu tanggung jawab secara nyata oleh semua pihak  untuk merahasiakan &#13;
semua yang berkaitan dengan administrasi pembuatan akta. Calon notaris dapat &#13;
belajar mengkonsepkan akta atau membuat draft akta yang kemudian di konfirma&#13;
sikan kepada notaris yang bersangkutan, calon notaris harus mengingat bahwa ia &#13;
wajib menjaga kerahasiaan akta yang dibuatnya dan segala keterangan yang di&#13;
perolehnya dalam hubungannya dengan pembuatan akta, maka dalam melakukan &#13;
tindakan tanpa sepengetahuan notarus yang menyangkut kerahasiaan akta sangat &#13;
merugikan reputasi notaris, tugas calon notaris magang yaitu menulis buku daftar &#13;
akta (reportorium), menjahit dan menggaris akta, dan boleh mengikuti praktik &#13;
yang terjadi di kantor notaris tempat magang bagi masing-masing calon notaris &#13;
yang sedang menjalankan magang, menyusun administrasi yang diperlukan dalam &#13;
pembutan akta.
</description>
<dc:date>2025-11-18T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</rdf:RDF>
