<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<title>Guidance and Counseling</title>
<link href="http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/41" rel="alternate"/>
<subtitle>Bimbingan dan Konseling</subtitle>
<id>http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/41</id>
<updated>2026-05-17T16:26:01Z</updated>
<dc:date>2026-05-17T16:26:01Z</dc:date>
<entry>
<title>EFEKTIVITAS KONSELING INDIVIDU DALAM MENINGKATKAN KONSENTRASI BELAJAR PADA SISWA DI SANGGAR KAMPUNG PANDAN MALAYSIA</title>
<link href="http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/30957" rel="alternate"/>
<author>
<name>ALLIKA, ALNAMIRA GUNAWAN</name>
</author>
<id>http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/30957</id>
<updated>2026-05-16T04:11:21Z</updated>
<published>2026-04-11T00:00:00Z</published>
<summary type="text">EFEKTIVITAS KONSELING INDIVIDU DALAM MENINGKATKAN KONSENTRASI BELAJAR PADA SISWA DI SANGGAR KAMPUNG PANDAN MALAYSIA
ALLIKA, ALNAMIRA GUNAWAN
Kurangnya konsentrasi belajar pada siswa yang memicu kebisingan di kelas dan &#13;
mengakibatkan siswa mudah bosan saat belajar dan tidak fokus saat pembelajaran &#13;
berlangsung. Dengan adanya layanan konseling individu, Konselor/Guru &#13;
membantu siswa memahami bahwa rasa bosan adalah sinyal psikologis yang &#13;
wajar, namun perlu dikelola. Dan Memberikan materi bimbingan mengenai teknik &#13;
belajar aktif untuk meminimalkan kebosanan saat materi berlangsung. Penelitian &#13;
ini &#13;
bertujuan untuk mengetahui efektivitas konseling individu dalam &#13;
meningkatkan konsentrasi belajar pada siswa di Sanggar Kampung Pandan &#13;
Malaysia. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain &#13;
penelitian one group pretetst-posttest. Penelitian ini dilakukan di kelas 1 dengan &#13;
4 siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan &#13;
memberikan pretets sebelum diberikan layanan dan postets setelah diberikan &#13;
layanan. Peningkatan kejenuhan belajar siswa di Sanggar Kampung Pandan &#13;
Melayu menunjukkan adanya peningkatan dilihat dari mean atau rata-rata pretest &#13;
37.75 dengan mean atau rata-rata posttest 46.75. Dan hasil pada uji-t &#13;
menunjukkan 0.000 dengan demikian adanya efektivitas konseling individu dalam &#13;
meningkatkan keonsentrasi belajar siswa di Sanggar Kampung Pandan Malaysia.
</summary>
<dc:date>2026-04-11T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>EFEKTIVITAS KONSELING TEMAN SEBAYA DENGAN METODE MEDIASI DALAM MENGURANGI KONFLIK INTERPERSONAL PADA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 35 MEDAN TAHUN AJARAN 2024/2025</title>
<link href="http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/30921" rel="alternate"/>
<author>
<name>MASDULHAG, SATRIA LAHAGU</name>
</author>
<id>http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/30921</id>
<updated>2026-05-13T02:37:42Z</updated>
<published>2026-02-10T00:00:00Z</published>
<summary type="text">EFEKTIVITAS KONSELING TEMAN SEBAYA DENGAN METODE MEDIASI DALAM MENGURANGI KONFLIK INTERPERSONAL PADA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 35 MEDAN TAHUN AJARAN 2024/2025
MASDULHAG, SATRIA LAHAGU
Permasalahan: Konflik interpersonal di kalangan siswa, terutama di usia remaja, &#13;
menjadi isu yang semakin mengkhawatirkan dalam lingkungan pendidikan. &#13;
Banyak siswa mengalami masalah komunikasi, perbedaan pandangan, dan bahkan &#13;
bullying, yang berdampak negatif pada kesehatan mental dan prestasi akademik &#13;
mereka. Oleh karena itu, penting untuk menemukan metode yang efektif dalam &#13;
mengatasi konflik ini. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui &#13;
efektivitas konseling teman sebaya dengan metode mediasi dalam mengurangi &#13;
konflik interpersonal pada siswa kelas VIII di SMP Negeri 35 Medan. Penelitian &#13;
ini menggunakan pendekatan kualitatif  dengan metode eksperimen. Data &#13;
dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian &#13;
menunjukkan bahwa konflik interpersonal di kalangan siswa, yang sering kali &#13;
disebabkan oleh bullying, tekanan akademik, dan masalah keluarga, merupakan &#13;
isu serius yang memerlukan perhatian lebih dari pihak sekolah dan orang tua. &#13;
Konseling teman sebaya dengan metode mediasi terbukti efektif dalam &#13;
mengurangi konflik interpersonal, karena memberikan ruang bagi siswa untuk &#13;
berkomunikasi secara terbuka dan menemukan solusi bersama. Pentingnya &#13;
Keterampilan Sosial dan Emosional: Program konseling yang mengajarkan &#13;
keterampilan sosial dan emosional dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam &#13;
mengatasi konflik, serta berkontribusi pada perkembangan pribadi mereka.
</summary>
<dc:date>2026-02-10T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>EFEKTIVITAS LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK MELALUI TEKNIK MODELING UNTUK MENINGKATKAN KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA DI SANGGAR BIMBINGAN MALAYSIA</title>
<link href="http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/30919" rel="alternate"/>
<author>
<name>AZLI, YANI</name>
</author>
<id>http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/30919</id>
<updated>2026-05-13T02:29:51Z</updated>
<published>2026-04-11T00:00:00Z</published>
<summary type="text">EFEKTIVITAS LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK MELALUI TEKNIK MODELING UNTUK MENINGKATKAN KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA DI SANGGAR BIMBINGAN MALAYSIA
AZLI, YANI
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemandirian belajar siswa di Sanggar Bimbingan Malaysia dan mengkaji efektivitas layanan bimbingan kelompok menggunakan teknik modeling. Penelitian ini menggunakan desain eksperimental kuantitatif yang melibatkan siswa di Sanggar Bimbingan Malaysia. Pengumpulan data menggunakan kuesioner untuk mengukur tingkat kemandirian belajar. Siswa dibagi menjadi kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, dengan kelompok eksperimen menerima layanan bimbingan kelompok dengan teknik modeling, sedangkan kelompok kontrol menerima layanan bimbingan kelompok tanpa teknik modeling. Analisis data menggunakan Uji Wilcoxon Signed Ranks Test dan uji Kolmogorov Smirnov Two Independent Samples. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan kemandirian belajar rendah menunjukkan ketidakmampuan mengatur proses belajar mereka secara mandiri, khususnya dalam menentukan tujuan belajar, memilih strategi belajar, dan mengevaluasi hasil belajar. Temuan penelitian menunjukkan: (1) terdapat perbedaan signifikan kemandirian belajar dalam kelompok eksperimen antara pretest dan posttest setelah menerima layanan bimbingan kelompok dengan teknik modeling, (2) terdapat perbedaan signifikan kemandirian belajar dalam kelompok kontrol antara pretest dan posttest setelah menerima layanan bimbingan kelompok tanpa teknik modeling, dan (3) terdapat perbedaan signifikan kemandirian belajar antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol setelah perlakuan. Penelitian ini menunjukkan bahwa teknik modeling yang diintegrasikan dalam layanan bimbingan kelompok merupakan strategi intervensi yang lebih efektif untuk meningkatkan kemandirian belajar siswa, sehingga konselor bimbingan sebaiknya mempertimbangkan untuk menggabungkan pendekatan pembelajaran observasional guna memaksimalkan kemampuan belajar mandiri siswa.
</summary>
<dc:date>2026-04-11T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>PENERAPAN LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK DALAM MENGATASI DAMPAK NEGATIF BULLYING DI SMPT MUHAMMADIYAH GAYO LUES</title>
<link href="http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/30873" rel="alternate"/>
<author>
<name>Astya, Dwi Yoja</name>
</author>
<id>http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/30873</id>
<updated>2026-05-12T07:31:19Z</updated>
<published>2026-03-12T00:00:00Z</published>
<summary type="text">PENERAPAN LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK DALAM MENGATASI DAMPAK NEGATIF BULLYING DI SMPT MUHAMMADIYAH GAYO LUES
Astya, Dwi Yoja
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Penerapan Layanan Bimbingen &#13;
Kalompok Dalam Mengatasi Dampak Negatif Bullying di SMPT Muhammadiyah &#13;
Gayo Lues. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian dilakukan &#13;
di SMPT Muhammadiyah Gayo Lues. Hasil penelitian diperoleh Layanan &#13;
bimbingen kalompok membantu siswa memperoleh pemahaman baru, &#13;
mengembangkan keberanian, komunikasi, dan sikap toleransi. Sebelum layanan, &#13;
perilaku Bullying masih tinggi, namun setelahnya siswa lebih saling menghargai, &#13;
tolong-menolong, dan menyadari dampak negatif Bullying. Guru BK &#13;
menyesuaikan layanan sesuai kebutuhan siswa, memanfaatkan dinamika kalompok &#13;
, dan bekerja sama untuk mencapai tujuan. Layanan ini efektif mengurangi Bullying &#13;
serta meningkatkan kepedulian dan hubungan positif antar siswa.
</summary>
<dc:date>2026-03-12T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
