<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<title>Master of Biomedicine</title>
<link href="http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/30772" rel="alternate"/>
<subtitle>Magister Biomedis</subtitle>
<id>http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/30772</id>
<updated>2026-05-26T14:43:06Z</updated>
<dc:date>2026-05-26T14:43:06Z</dc:date>
<entry>
<title>ANALISIS HUBUNGAN METHICILLIN RESISTANT STAPHYLOCOCUS AUREUS DAN KARAKTERISTIK PASIEN  DENGAN INDUCIBLE CLINDAMYCIN RESISTANCE</title>
<link href="http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/30780" rel="alternate"/>
<author>
<name>ZAINORA</name>
</author>
<id>http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/30780</id>
<updated>2026-05-09T04:03:02Z</updated>
<published>2026-01-30T00:00:00Z</published>
<summary type="text">ANALISIS HUBUNGAN METHICILLIN RESISTANT STAPHYLOCOCUS AUREUS DAN KARAKTERISTIK PASIEN  DENGAN INDUCIBLE CLINDAMYCIN RESISTANCE
ZAINORA
Pendahuluan: Staphylococus aureus merupakan penyebab infeksi yang sering &#13;
dijumpai di fasilitas kesehatan dan komunitas. Terapi infeksi yang disebabkan oleh &#13;
MRSA menjadi sulit karena bakteri ini resisten terhadap banyak antibiotik. &#13;
Klindamisin sering menjadi alternatif pilihan. Namun penggunaan klindamisin juga &#13;
dapat menimbulkan resistensi yang terinduksi. Keberadaan MRSA serta perbedaan &#13;
karakteristik pasien diduga berperan dalam munculnya Inducible clindamycin &#13;
resistance (ICR). Metode: sejumlah 56 sampel klinis diproses sesuai standar &#13;
laboratorium mikrobiologi . Uji kepekaan antibiotik menggunakan metode difusi &#13;
cakram (kierby -Bauer). Identifikasi MRSA menggunakan cakram cefoksitin &#13;
(30µg), serta deteksi ICR menggunakan uji D (double disk diffudion test) Hasil: &#13;
Dari 56 isolat ditemukan isolat S.aures sebanyak 42 yang Sebagian besar adalah &#13;
MSSA (92,9%). Prevalensi MRSA sebesar 7,1%. Kejadian ICR ditemukan pada 1 &#13;
isolat (2,4%) yang berasal dari isolat MRSA. Analisis statistik menunjukkan tidak &#13;
terdapat hubungan bermakna antara status MRSA dan karakteristik pasien dengan &#13;
kejadian ICR (p&gt;0,05). Pola kepekaan antibiotik menunjukkan resistensi yang &#13;
sangat tinggi terhadap amoksisilin (88%), serta masih efektif terhadap antibiotik &#13;
kotrimoksazol (95,2%) dan klindamisin (97,6%). Kesimpulan: kejadian Inducible &#13;
clindamycin resistance pada isolat S.aureus rendah dan tidak berhubungan secara &#13;
signifikan dengan status MRSA dan karakteristik pasien
</summary>
<dc:date>2026-01-30T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>PENGARUH ANTI-DIABETIK EKSTRAK ETANOL KOPI CERI TERHADAP GAMBARAN HISTOPATOLOGI DAN INTERLEUKIN-6 PADA TIKUS MODEL DIABETES MELITUS TIPE 2</title>
<link href="http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/30779" rel="alternate"/>
<author>
<name>Putri, Tengku Soraya</name>
</author>
<id>http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/30779</id>
<updated>2026-05-09T04:01:14Z</updated>
<published>2025-03-15T00:00:00Z</published>
<summary type="text">PENGARUH ANTI-DIABETIK EKSTRAK ETANOL KOPI CERI TERHADAP GAMBARAN HISTOPATOLOGI DAN INTERLEUKIN-6 PADA TIKUS MODEL DIABETES MELITUS TIPE 2
Putri, Tengku Soraya
Latar Belakang: Diabetes melitus tipe 2 (DMT2) merupakan gangguan metabolik &#13;
yang ditandai dengan hiperglikemia kronis akibat terjadinya resistensi insulin dan &#13;
disfungsi sel β pankreas. Proses hiperglikemia kronis akan memicu stres oksidatif &#13;
dan meningkatkan inflamasi yang memicu tingginya kadar interleukin-6 (IL-6) &#13;
sehingga berpengaruh pada kerusakan hati. Potensi ekstrak etanol kopi ceri sebagai &#13;
aktivitas antioksidan dan antiinflamasi dapat dijadikan pilihan terapi DMT2. &#13;
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efek ekstrak etanol kopi ceri&#13;
terhadap histopatologi hepar dan ekspresi IL-6 pada tikus model DMT2. Metode:&#13;
Penelitian ini menggunakan 28 ekor tikus Wistar jantan, dibagi menjadi 7 kelompok &#13;
dengan masing-masing kelompok berjumlah 4 ekor, dengan pemberian ekstrak &#13;
etanol kopi ceri dengan dosis 100mg/kgBB dan 200mg/kgBB/hari/oral. Hasil:&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak etanol kopi ceri&#13;
menunjukkan adanya perbaikan pada struktur hepatosit, penurunan infiltrasi &#13;
inflamasi, serta penurunan akumulasi lemak di jaringan hepar yang dibandingkan &#13;
pada kelompok DMT2 tanpa perlakuan (p&lt;0.05). Hal ini menyatakan bahwa terjadi&#13;
penurunan ekspresi IL-6 di hepar (p &lt; 0,05). Kesimpulan: Ekstrak etanol kopi ceri&#13;
berpotensi sebagai terapi tambahan dalam memperlambat progresi komplikasi &#13;
DMT2 pada hepar. Studi lebih lanjut diperlukan untuk mengonfirmasi efektivitas, &#13;
mekanisme kerja, dan efek jangka Panjang pada manusia.
</summary>
<dc:date>2025-03-15T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>ANALISIS KONSENTRASI HAMBAT MINIMUM EKSTRAK ETANOL  DAUN KEMANGI (OCIMUM BASILICUM) TERHADAP BAKTERI  MYCOBACTERIUM TUBERCULOSIS MELALUI METODE RESAZURIN MICROTITER ASSAY (REMA) SECARA IN-VITRO</title>
<link href="http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/30778" rel="alternate"/>
<author>
<name>Setiadi, Nurlina</name>
</author>
<id>http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/30778</id>
<updated>2026-05-09T03:59:25Z</updated>
<published>2025-07-23T00:00:00Z</published>
<summary type="text">ANALISIS KONSENTRASI HAMBAT MINIMUM EKSTRAK ETANOL  DAUN KEMANGI (OCIMUM BASILICUM) TERHADAP BAKTERI  MYCOBACTERIUM TUBERCULOSIS MELALUI METODE RESAZURIN MICROTITER ASSAY (REMA) SECARA IN-VITRO
Setiadi, Nurlina
Latar Belakang: Tuberkulosis (TB) hingga saat ini masih menjadi masalah &#13;
kesehatan global dengan angka kematian tertinggi kedua di dunia, terutama akibat &#13;
resistensi terhadap obat lini pertama. Indonesia sebagai salah satu negara dengan &#13;
beban TB tertinggi membutuhkan alternatif terapi baru yang lebih aman dan efektif. &#13;
Daun kemangi (Ocimum basilicum) diketahui memiliki aktivitas antimikroba yang &#13;
menjanjikan karena kandungan senyawa bioaktif seperti flavonoid, alkaloid, &#13;
saponin, dan tanin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsentrasi hambat &#13;
minimum dari ekstrak etanol daun kemangi terhadap bakteri Mycobacterium &#13;
tuberculosis H37Rv secara in-vitro menggunakan metode Resazurin Microtiter &#13;
Assay (REMA).&#13;
Metode: Penelitian eksperimental ini menggunakan desain post-test only control &#13;
group secara in-vitro dengan metode penelitian deskriptif kualitatif. Ekstrak etanol &#13;
daun kemangi dibuat dengan metode maserasi pada konsentrasi 2,5%, 1,25%, dan &#13;
0,625%. Aktivitas antimikobakteri diuji menggunakan metode REMA, dimana &#13;
perubahan warna resazurin dari biru ke merah muda menandakan pertumbuhan &#13;
bakteri. Rifampisin digunakan sebagai kontrol positif dan media tanpa ekstrak &#13;
sebagai kontrol negatif.&#13;
Hasil: Hasil menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun kemangi pada konsentrasi &#13;
ekstrak 2,5%, 1,25% dan 0,625% melalui metode REMA menunjukkan perubahan &#13;
warna menjadi merah muda, sedangkan pada kelompok kontrol positif tetap &#13;
berwarna biru.&#13;
Kesimpulan: Tidak terdapat pengaruh pemberian ekstrak etanol daun kemangi &#13;
terhadap pertumbuhan bakteri Mycobacterium tuberculosis yang dinilai melalui &#13;
metode REMA.
</summary>
<dc:date>2025-07-23T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>EFEKTIVITAS EKSTRAK CERI KOPI SEBAGAI  NEUROPROTEKTOR PADA TIKUS DIABETES DIINDUKSI  PAKAN TINGGI LEMAK DAN STREPTOZOTOSIN YANG  MENGALAMI GANGGUAN KOGNITIF</title>
<link href="http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/30777" rel="alternate"/>
<author>
<name>Zulfadhli, Muhammad</name>
</author>
<id>http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/30777</id>
<updated>2026-05-09T03:57:20Z</updated>
<published>2025-09-24T00:00:00Z</published>
<summary type="text">EFEKTIVITAS EKSTRAK CERI KOPI SEBAGAI  NEUROPROTEKTOR PADA TIKUS DIABETES DIINDUKSI  PAKAN TINGGI LEMAK DAN STREPTOZOTOSIN YANG  MENGALAMI GANGGUAN KOGNITIF
Zulfadhli, Muhammad
Latar Belakang: Diabetes melitus dapat menyebabkan hiperglikemia kronis yang &#13;
memicu stres oksidatif, peradangan, dan kerusakan neuron, sehingga berkontribusi &#13;
pada gangguan kognitif. Ceri kopi mengandung senyawa bioaktif (polifenol, &#13;
flavonoid, kafein, asam klorogenat) yang berpotensi sebagai agen neuroprotektif. &#13;
Tujuan: Menilai efektivitas ekstrak ceri kopi terhadap fungsi kognitif, kadar brain derived neurotrophic factor (BDNF), dan stres oksidatif pada tikus diabetes yang &#13;
diinduksi pakan tinggi lemak (HFD) dan streptozotocin (STZ). Metode: Desain &#13;
post-test only control group menggunakan 36 ekor tikus Wistar jantan dibagi &#13;
menjadi 6 kelompok: kontrol normal, kontrol negatif, HFD+STZ, &#13;
HFD+STZ+metformin 200 mg/kgBB, HFD+STZ+ekstrak ceri kopi 100 mg/kgBB, &#13;
dan HFD+STZ+ekstrak ceri kopi 200 mg/kgBB. Parameter yang diukur adalah&#13;
fungsi memori spasial (Y-maze) dan kadar BDNF otak (ELISA). Data dianalisis &#13;
dengan ANOVA dan uji post hoc, p&lt;0,05 dianggap bermakna. Hasil: Ekstrak ceri &#13;
kopi dosis 100 dan 200 mg/kgBB menurunkan glukosa darah signifikan (p&lt;0,05), &#13;
meningkatkan persentase alterasi Y-maze dan meningkatkan BDNF dibanding &#13;
kelompok HFD+STZ. Efek terbaik ditunjukkan pada dosis 200 mg/kgBB, &#13;
sebanding atau lebih baik daripada metformin pada beberapa parameter. &#13;
Kesimpulan: Ekstrak ceri kopi efektif sebagai neuroprotektor melalui perbaikan &#13;
spasial memori dan peningkatan BDNF, sehingga memperbaiki fungsi kognitif &#13;
tikus diabetes.
</summary>
<dc:date>2025-09-24T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
