<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<title>Electrical Engineering</title>
<link href="http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/27" rel="alternate"/>
<subtitle>Teknik Elektro</subtitle>
<id>http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/27</id>
<updated>2026-04-05T13:51:43Z</updated>
<dc:date>2026-04-05T13:51:43Z</dc:date>
<entry>
<title>ANALISIS SISTEM SAFETY DEVICE OVER SPEED PADA AUXILIARY  ENGINE TERHADAP PEMBEBANAN LISTRIK DI KAPAL TANKER</title>
<link href="http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/29852" rel="alternate"/>
<author>
<name>AFIDAL, FARHAN</name>
</author>
<id>http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/29852</id>
<updated>2025-11-06T02:34:35Z</updated>
<published>2025-10-04T00:00:00Z</published>
<summary type="text">ANALISIS SISTEM SAFETY DEVICE OVER SPEED PADA AUXILIARY  ENGINE TERHADAP PEMBEBANAN LISTRIK DI KAPAL TANKER
AFIDAL, FARHAN
Auxiliary engine merupakan mesin bantu yang berfungsi sebagai penyedia tenaga &#13;
listrik bagi berbagai sistem penting di kapal, termasuk navigasi, komunikasi, dan peralatan &#13;
pendukung lainnya. Salah satu permasalahan yang sering muncul adalah terjadinya overspeed &#13;
pada mesin, yang berpotensi menimbulkan kerusakan serius serta gangguan terhadap sistem &#13;
kelistrikan kapal. Oleh karena itu, diperlukan sistem safety device overspeed yang mampu &#13;
bekerja secara andal untuk menjaga kestabilan operasional. Penelitian ini dilakukan di PT &#13;
Waruna Shipyard dengan tujuan menganalisis kinerja sistem safety device overspeed pada &#13;
auxiliary engine serta dampaknya terhadap pembebanan listrik di kapal tanker. Metode &#13;
penelitian mencakup pengumpulan data operasional mesin, perhitungan beban listrik, serta &#13;
evaluasi faktor-faktor keandalan seperti load factor, power factor, voltage regulation, dan &#13;
availability. Analisis dilakukan dengan pendekatan kuantitatif melalui simulasi perhitungan &#13;
daya, efisiensi generator, serta distribusi beban, dan diperkuat dengan pendekatan kualitatif &#13;
berupa studi lapangan terhadap pola kerja safety device. Hasil penelitian menunjukkan bahwa &#13;
sistem safety device overspeed memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas distribusi &#13;
daya dan mencegah risiko kerusakan mesin akibat kecepatan berlebih. Temuan penelitian &#13;
menegaskan bahwa optimalisasi safety device overspeed dapat meningkatkan efisiensi &#13;
pembebanan listrik, meminimalkan risiko gangguan operasional, serta mendukung &#13;
keselamatan dan keberlanjutan operasional kapal tanker. Selain itu, penelitian ini juga &#13;
menunjukkan bahwa generator bekerja paling efisien pada pembebanan 70–80% dari &#13;
kapasitas penuh, sedangkan pembebanan terlalu rendah dapat menurunkan efisiensi secara &#13;
signifikan. Implikasi dari penelitian ini menekankan pentingnya penerapan perawatan berkala &#13;
dan monitoring digital berbasis sensor untuk meningkatkan akurasi deteksi overspeed serta &#13;
memaksimalkan efisiensi penggunaan bahan bakar. Dengan demikian, hasil penelitian ini &#13;
diharapkan dapat menjadi acuan praktis dalam manajemen operasi auxiliary engine di kapal &#13;
tanker.
</summary>
<dc:date>2025-10-04T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>ANALISIS AUDIT ENERGI UNTUK PENCAPAIAN ENERGI  LISTRIK OPTIMAL DI GEDUNG UPT PT PLN  NUSANTARA POWER UPDK BELAWAN</title>
<link href="http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/29784" rel="alternate"/>
<author>
<name>MUHAMMAD, HAIKAL JAUHARI</name>
</author>
<id>http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/29784</id>
<updated>2025-11-04T08:21:02Z</updated>
<published>2025-10-04T00:00:00Z</published>
<summary type="text">ANALISIS AUDIT ENERGI UNTUK PENCAPAIAN ENERGI  LISTRIK OPTIMAL DI GEDUNG UPT PT PLN  NUSANTARA POWER UPDK BELAWAN
MUHAMMAD, HAIKAL JAUHARI
Perkembangan penggunaan peralatan listrik dan elektronik pada gedung perkantoran &#13;
semakin meningkat seiring dengan kebutuhan operasional yang tinggi. Peningkatan &#13;
konsumsi energi listrik tersebut seringkali tidak sebanding dengan pasokan energi &#13;
yang tersedia sehingga diperlukan upaya konservasi energi. Salah satu metode yang &#13;
digunakan untuk mencapai efisiensi energi adalah audit energi, yang bertujuan &#13;
mengetahui profil pemakaian listrik, mengevaluasi beban terpasang, serta &#13;
mengidentifikasi potensi penghematan energi. Penelitian ini dilakukan pada gedung &#13;
perkantoran PT PLN Nusantara Power UPDK Belawan dengan metode eksplorasi, &#13;
studi literatur, serta audit energi awal dan audit energi rinci. Audit energi awal &#13;
dilakukan melalui pengumpulan data historis pemakaian energi, sedangkan audit rinci &#13;
dilaksanakan dengan pengukuran langsung pada beban listrik yang digunakan di &#13;
lapangan. Hasil penelitian menunjukkan kapasitas daya semu gedung adalah 75 kVA &#13;
dengan total daya terpasang 73,536 kW dan biaya listrik rata-rata Rp 30.000.000 per &#13;
bulan. Konsumsi energi tahunan tercatat sebesar 214.765,25 kWh dengan Intensitas &#13;
Konsumsi Energi (IKE) 198,856 kWh/m²/tahun. Nilai ini termasuk kategori efisien &#13;
berdasarkan Permen ESDM No. 13/2012 serta standar ASEAN USAID (1987). &#13;
Namun, kualitas daya listrik masih rendah dengan faktor daya 0,76. Diperlukan &#13;
penambahan kapasitor bank sebesar 8,614 kVAR untuk meningkatkan faktor daya &#13;
menjadi 0,95. Dengan demikian, audit energi ini memberikan dasar rekomendasi bagi &#13;
manajemen gedung dalam mengoptimalkan efisiensi energi listrik, mengurangi biaya &#13;
operasional, serta mendukung penerapan konservasi energi yang berkelanjutan.
</summary>
<dc:date>2025-10-04T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>ANALISA PENGARUH TAHANAN KONTAK TERHADAP  RUGI DAYA PADA PEMUTUS TENAGA (PMT)   150 KV DI GARDU INDUK GLUGUR</title>
<link href="http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/29764" rel="alternate"/>
<author>
<name>YOGI, PANGESTU</name>
</author>
<id>http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/29764</id>
<updated>2025-11-04T04:32:22Z</updated>
<published>2025-09-04T00:00:00Z</published>
<summary type="text">ANALISA PENGARUH TAHANAN KONTAK TERHADAP  RUGI DAYA PADA PEMUTUS TENAGA (PMT)   150 KV DI GARDU INDUK GLUGUR
YOGI, PANGESTU
Pemutus Tenaga (PMT) merupakan peralatan penting dalam sistem &#13;
transmisi 150 kV yang berfungsi untuk memutus dan menghubungkan aliran &#13;
listrik secara aman. Salah satu parameter kritis pada PMT adalah nilai tahanan &#13;
kontak pada sambungan konduktor. Peningkatan tahanan kontak dapat &#13;
menimbulkan rugi daya (I²R), pemanasan berlebih, serta kerugian energi yang &#13;
berdampak pada efisiensi dan keandalan sistem tenaga. Penelitian ini bertujuan &#13;
menganalisis pengaruh tahanan kontak terhadap rugi daya, susut energi, dan &#13;
kerugian biaya listrik pada PMT 150 kV di Gardu Induk Glugur. Metode &#13;
penelitian dilakukan dengan pengukuran tahanan kontak menggunakan micro&#13;
ohm meter pada enam lokasi PMT yang masing-masing terdiri dari tiga fasa (R, S, &#13;
T) pada dua periode pengamatan, yaitu tahun 2022 dan 2024. Data arus beban &#13;
diperoleh dari panel kontrol, kemudian digunakan untuk menghitung rugi daya &#13;
dengan persamaan P=I²R. Nilai rugi daya dikonversi menjadi energi hilang &#13;
berdasarkan asumsi waktu operasi 720 jam (1 bulan), lalu dihitung kerugiannya &#13;
dalam bentuk biaya menggunakan tarif listrik Rp1.699,53/kWh. Hasil pengujian &#13;
menunjukkan adanya variasi nilai tahanan kontak antar lokasi dan antar tahun &#13;
pengamatan, dengan nilai tertinggi tercatat pada Bay Trafo 3 tahun 2024 sebesar &#13;
67,3 µΩ. Nilai tahanan kontak yang lebih tinggi berdampak langsung pada &#13;
peningkatan rugi daya, energi hilang, dan biaya susut listrik. Biaya terbesar &#13;
tercatat pada Bay Paya Geli 2 fasa S tahun 2022 sebesar Rp6.142,78, sedangkan &#13;
biaya terkecil terjadi pada Bay Trafo 2 fasa R tahun 2022 sebesar Rp1.492,86. &#13;
Penelitian ini menegaskan pentingnya pemantauan periodik dan pemeliharaan &#13;
preventif PMT untuk menekan rugi daya akibat kenaikan tahanan kontak, &#13;
meminimalkan kerugian energi, serta menjaga efisiensi operasi sistem transmisi &#13;
150 kV.
</summary>
<dc:date>2025-09-04T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>ANALISIS PENGARUH VARIASI BEBAN GENERATOR  TERHADAP EFISIENSI OUTPUT LISTRIK  TURBIN UAP</title>
<link href="http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/29763" rel="alternate"/>
<author>
<name>RAGIL, REAN WIJAYA</name>
</author>
<id>http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/29763</id>
<updated>2025-11-04T04:23:44Z</updated>
<published>2025-09-22T00:00:00Z</published>
<summary type="text">ANALISIS PENGARUH VARIASI BEBAN GENERATOR  TERHADAP EFISIENSI OUTPUT LISTRIK  TURBIN UAP
RAGIL, REAN WIJAYA
Kebutuhan energi listrik yang terus meningkat menuntut sistem &#13;
pembangkitan yang mampu bekerja dengan andal dan efisien. Pabrik kelapa sawit &#13;
sebagai salah satu pengguna turbin uap dituntut mengoptimalkan kinerja generator &#13;
agar rugi-rugi daya dapat ditekan. Variasi beban generator diketahui berpengaruh &#13;
terhadap stabilitas tegangan serta efisiensi konversi energi uap menjadi energi &#13;
listrik. Oleh karena itu, diperlukan analisis lebih lanjut mengenai hubungan variasi &#13;
beban dengan efisiensi keluaran listrik.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis &#13;
pengaruh variasi beban generator terhadap output listrik turbin uap serta &#13;
mengidentifikasi kondisi beban yang menghasilkan efisiensi optimal. Metode &#13;
penelitian dilakukan secara kuantitatif dengan pengumpulan data lapangan di PTPN &#13;
IV Unit PKS Berangir selama enam hari berturut-turut (23–28 Juli 2025). Data yang &#13;
dicatat mencakup daya masukan turbin (Pin) berdasarkan perhitungan laju massa &#13;
uap dan entalpi, serta daya keluaran generator (Pout) dari pengukuran sistem tiga &#13;
fasa. Efisiensi dihitung melalui perbandingan Pout dengan Pin.Hasil penelitian &#13;
menunjukkan bahwa variasi beban generator berpengaruh signifikan terhadap &#13;
efisiensi sistem. Nilai efisiensi berfluktuasi pada rentang 84,16% hingga 98,09%. &#13;
Efisiensi tertinggi dicapai pada beban menengah (98,09%), sedangkan efisiensi &#13;
terendah terjadi pada beban tinggi (84,16%). Selisih antara daya masukan dan &#13;
keluaran menunjukkan rugi-rugi energi berkisar 10,4–95,8 kW, yang bersumber &#13;
dari faktor mekanis, panas, dan kelistrikan. Kesimpulannya, beban menengah &#13;
menjadi kondisi paling optimal dalam menjaga efisiensi tinggi dan meminimalkan &#13;
rugi-rugi daya pada turbin uap.
</summary>
<dc:date>2025-09-22T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
