<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<title>Food Technology</title>
<link href="http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/20" rel="alternate"/>
<subtitle>Teknologi Hasil Pangan</subtitle>
<id>http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/20</id>
<updated>2026-04-05T15:52:57Z</updated>
<dc:date>2026-04-05T15:52:57Z</dc:date>
<entry>
<title>PENGARUH BENTUK KERING DAN LAMA PENYIMPANAN TERHADAP ANTIOKSIDAN DAN KONTAMINASI MIKROBA PADA JAHE HITAM (Kaempferia parviflora)</title>
<link href="http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/29939" rel="alternate"/>
<author>
<name>RIDWAN, ANSORI SITEPU</name>
</author>
<id>http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/29939</id>
<updated>2025-11-07T07:30:32Z</updated>
<published>2025-09-16T00:00:00Z</published>
<summary type="text">PENGARUH BENTUK KERING DAN LAMA PENYIMPANAN TERHADAP ANTIOKSIDAN DAN KONTAMINASI MIKROBA PADA JAHE HITAM (Kaempferia parviflora)
RIDWAN, ANSORI SITEPU
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya perbandingan dan &#13;
penurunan terhadap kandungan antioksidan pada variasi bentuk kering dan adanya &#13;
kontaminasi mikroba selama penyimpanan berlangsung. Untuk sampel peneliti &#13;
membeli dan memesan lewat Online Shop yang mana sampel diperoleh dari petani &#13;
jahe hitam yang berada di pulau Jawa tepatnya di Jawa Barat kabupaten Garut dan &#13;
untuk mengujinya dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Hasil Pertanian &#13;
Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara. Penelitian ini &#13;
menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial dengan (3) ulangan. &#13;
Faktor I adalah bentuk kering jahe hitam dangan sandi (P) yang terdiri atas 3 taraf &#13;
yaitu : P₁= Chip, P₂= Parut, P₃= Bubuk. Faktor II adalah lama penyimpanan jahe &#13;
hitam dengan sandi (M) yang terdiri dari 3 taraf yaitu : M₁ = 0 bulan, M₂= 6 bulan, &#13;
M₃= 12 bulan. Parameter yang diamati meliputi kadar air, antioksidan, kontaminasi &#13;
mikroba, warna L, a*, b*. Hasil menunjukkan bahwa hubungan bentuk kering dan &#13;
lama penyimpanan memberikan pengaruh interaksi berbeda sangat nyata (P&lt;0,01) &#13;
terhadap kadar air, warna L, a*, antioksidan dan total mikroba, namunn &#13;
memberikan pengaruh tidak nyata terhadap warna b* pada jahe hitam. Dan untuk &#13;
perlakuan terbaik yaitu pada perlakuan bentuk kering chip dengan lama &#13;
penyimpanan 0 bulan.
</summary>
<dc:date>2025-09-16T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>PEMANFAATAN TEPUNG UMBI GARUT (Maranta arundinacea)  DAN BUBUK DAUN KELOR (Moringa oleifera) TERHADAP  CRACKERS BERNUTRISI TINGGI</title>
<link href="http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/29779" rel="alternate"/>
<author>
<name>SYAHBINA, SULISTIA</name>
</author>
<id>http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/29779</id>
<updated>2025-11-04T07:58:01Z</updated>
<published>2025-08-20T00:00:00Z</published>
<summary type="text">PEMANFAATAN TEPUNG UMBI GARUT (Maranta arundinacea)  DAN BUBUK DAUN KELOR (Moringa oleifera) TERHADAP  CRACKERS BERNUTRISI TINGGI
SYAHBINA, SULISTIA
terigu  &#13;
Crackers merupakan camilan yang dibuat dengan menggunakan tepung &#13;
dan minyak nabati ataupun mentega, diolah dengan atau tanpa &#13;
menggunakan  proses fermentasi  dan memiliki tampilan yang pipih dan  &#13;
bertekstur rapuh.  Namun penggunaan tepung terigu yang meningkat setiap &#13;
tahunnya oleh sebab itu untuk mengatasi tingkat kenaikan  diperlukan alternatif &#13;
pegganti tepung terigu untuk mengatasi tingkat penggunaan tepung terigu. &#13;
Alternatif yang dapat digunakan sebagai penganti tepung terigu adalah tepung &#13;
garut dan tepung kelor. Tujuan penggunaan tepung garut dan tepung kelor adalah &#13;
untuk mengetahui kandungan nutrisi dan nilai organoleptik produk crackers &#13;
yang diolah dengan menggunakan tepung garut dengan waktu pemanggangan &#13;
yang bervariasi. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Teknologi Hasil &#13;
Pertanian, Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara. Penelitian ini &#13;
menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktoria dengan 2 (dua) &#13;
ulangan. Faktor I adalah persentasi tepung umbi garut dan bubuk daun kelor (F1) &#13;
terdiri atas 4 taraf yaitu F1: 80%:20%, F2: 85%:15%, F3: 90%:10%, F4: &#13;
95%:5%. Faktor II adalah waktu pemanggangan (W) yang terdiri atas 4 taraf &#13;
yaitu: W1: 15 menit, W2: 20 menit, W3: 25 menit, W4: 30 menit. Parameter &#13;
yang diamati yaitu karbohidrat, protein, warna L* a* b*, tekstur, organoleptik &#13;
aroma dan rasa. Hasil menunjukkan penggunaan tepung garut dan bubuk kelor &#13;
meningkatkan kandungan karbohidrat pada setiap perlakuan, namun kandungan &#13;
protein tertinggi terdapat pada perlakuan F1W1 (F1: 80%:20% dan W1:15 &#13;
menit). Semakin tinggi persentasi  bubuk daun kelor dan semakin menurun &#13;
tepung garut, nilai karbohidart semakin meningka dan warna produk cenderung &#13;
lebih gelap. Secara organoleptik aroma dan rasa produk berbeda sangat nyata &#13;
aroma dan rasa pada produk kash daun kelor sangat kuat. Lama pemanggangan &#13;
menyebabkan penurunan kadar protein pada perlakuan kedua, tiga dan keempat &#13;
namun memenuhi standar SNI pada perlakuan pertama. Tekstur produk yang &#13;
dihasilkan semakin rapuh seiring dengan bertambahnya waktu pemanggangan. &#13;
Interaksi antara tepung umbi garut : bubuk daun kelor dan waktu pemanggangan &#13;
memberikan pengaruh yang berbeda nyata (P&lt;0,01) terhadap karbohidrat, &#13;
protein, tekstur, warna L* b dan organoleptik rasa, namun berpengaruh tidak &#13;
nyata (P&lt;0,05) pada parameter warna a* dan organoleptik aroma. Penelitian ini menyarankan memperhatikan penggunaan persentase tepung &#13;
daun kelor dan disarankan untuk penelitian selanjutnya menggunakan bahan atau &#13;
perisa yang dapat menutupi dan mengurangi rasa pahit dan bau langu pada &#13;
produk yang dihasilkan namun tetap mempertahankan keunggulan nutrisi daun &#13;
kelor.
</summary>
<dc:date>2025-08-20T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Analisis  Pengaruh Suhu Dan Waktu Terhadap Kualitas (Crude Palm Oil) CPO Di (Oil  Storage Tank) OST Pada Pabrik Pks Ptpn Iv Adolina</title>
<link href="http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/29726" rel="alternate"/>
<author>
<name>Wahyudi, Diki</name>
</author>
<id>http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/29726</id>
<updated>2025-11-03T13:59:03Z</updated>
<published>2025-09-06T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Analisis  Pengaruh Suhu Dan Waktu Terhadap Kualitas (Crude Palm Oil) CPO Di (Oil  Storage Tank) OST Pada Pabrik Pks Ptpn Iv Adolina
Wahyudi, Diki
Indonesia merupakan salah satu produsen utama minyak kelapa sawit dunia, &#13;
didukung oleh iklim tropis yang ideal bagi pertumbuhan Elaeis guineensis Jacq. &#13;
Produk utama yang dihasilkan adalah Crude Palm Oil (CPO), yang dimanfaatkan &#13;
dalam berbagai sektor seperti pangan, kosmetik, biodiesel, dan pakan ternak. &#13;
Mutu CPO sangat dipengaruhi oleh kadar asam lemak bebas (ALB), air, kotoran, &#13;
dan bilangan DOBI. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh suhu &#13;
dan lama penyimpanan terhadap kualitas CPO selama penyimpanan di Oil Storage &#13;
Tank (OST) pada Pabrik PKS PTPN IV Adolina. Penelitian dilaksanakan pada &#13;
Juli 2024 menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan dua &#13;
faktor, yaitu suhu penyimpanan (45°C, 50°C, 55°C, 60°C) dan waktu &#13;
penyimpanan (0, 1, 2, dan 3 jam), masing-masing dengan 3 ulangan. Parameter &#13;
yang diamati meliputi ALB, kadar air, kadar kotoran, dan DOBI. Hasil analisis &#13;
menunjukkan bahwa suhu dan waktu penyimpanan memberikan pengaruh yang &#13;
sangat nyata (p&lt;0,01) terhadap seluruh parameter mutu CPO. Interaksi antara &#13;
suhu dan waktu juga berpengaruh sangat nyata terhadap ALB dan kadar kotoran. &#13;
Perlakuan terbaik diperoleh pada suhu 45°C dan waktu 0 jam (S1W1) dengan &#13;
nilai ALB terendah. Suhu 60°C masih berada dalam batas toleransi mutu sesuai &#13;
SNI.
</summary>
<dc:date>2025-09-06T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Pengaruh Umur Petik dan Masa Penyimpnan Terhadap  Kualitas Buah Strawberry (Fragaria x ananassa) Varietas Mencir</title>
<link href="http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/29725" rel="alternate"/>
<author>
<name>Anshari, Arif</name>
</author>
<id>http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/29725</id>
<updated>2025-11-03T13:56:23Z</updated>
<published>2025-09-12T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Pengaruh Umur Petik dan Masa Penyimpnan Terhadap  Kualitas Buah Strawberry (Fragaria x ananassa) Varietas Mencir
Anshari, Arif
Strawberry (Fragaria x ananassa) varietas mencir merupakan produk yang &#13;
prospektif, baik untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik maupun internasional. &#13;
Permintaan pasar baik di dalam maupun di luar negeri masih besar. Tanaman strawberry &#13;
(Fragaria x ananassa) sudah terkenal dengan buah yang dapat petik sendiri. Misalnya &#13;
pada agrowisata yang ada di Kabupaten Karo, Sumatra utara, dan di kota lain yang ada di &#13;
Indonesia. &#13;
Oleh karena itu, penelitian ini menggunakan variasi waktu panen dan masa &#13;
penyimpanan. Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui pengaruh umur &#13;
petik terhadap kualitas buah strawberry  (Fragaria x ananassa) varietas mencir. Untuk &#13;
mengetahui pengaruh masa penyimpanan terhadap kualitas buah strawberry (Fragaria &#13;
x ananassa) varietas mencir. Untuk mengatahui interaksi antara umur petik dan masa &#13;
penyimpanan terhadap kualitas buah strawberry (Fragaria x ananassa) varietas mencir. &#13;
Pengambilan sampel dilakukan di kebun Strawberry Purba Family &amp; Farm, Jl Deleng &#13;
Singkut, Sempajaya, Kec. Berastagi, Kab. Karo dan Laboratorium Teknologi Hasil &#13;
Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara. Penelitian ini &#13;
menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial dengan dua (2) ulangan. Faktor &#13;
I adalah umur pemetikan buah strawberry mencir, diberi simbol (U) dengan empat taraf: &#13;
U1 = 10 hari, U2 = 12 hari, U3 = 14 hari dan U4 = 16 hari. Faktor II adalah periode &#13;
penyimpanan strawberry mencir, diberi simbol (P) yang terdiri dari empat taraf: P1 = 0 &#13;
hari, P2 = 2 hari, P3 = 4 hari, dan P4 = 6 hari. Parameter yang diamati meliputi vitamin C, &#13;
susut bobot, total padatan terlarut (TSS), tekstur, dan warna L, a*, dan b*. Hasil &#13;
penelitian menunjukkan bahwa umur petik dapat memberikan pengaruh berbeda sangat &#13;
nyata pada taraf p&lt;0,01 terhadap vitamin C, total padatan terlarut (TSS), tekstur, warna L &#13;
dan warna a*, tetapi pada warna b* memberikan pengaruh berbeda nyata pada taraf &#13;
p&lt;0,05, serta dapat memberikan pengaruh berbeda tidak nyata pada taraf p&gt;0,05 terhadap &#13;
susut bobot  &#13;
pada buah strawberry varietas mencir. Masa Penyimpanan dapat &#13;
memberikan pengaruh berbeda sangat nyata pada taraf p&lt;0,01 terhadap vitamin C, susut &#13;
bobot, total padatan terlarut (TSS), tekstur, warna L dan warna a*, tetapi pada warna b* &#13;
memberikan pengaruh berbeda tidak nyata pada taraf p&gt;0,05 pada buah strawberry &#13;
varietas mencir. Interaksi antara umur petik dan masa penyimpanan buah anggur varietas &#13;
jupiter dapat memberikan pengaruh berbeda sangat nyata pada taraf p&lt;0,01 pada vitamin &#13;
C, susut bobot, total padatan terlarut (TSS), warna a* dan warna b*,  tetapi pada tekstur &#13;
dapat memberikan pengaruh berbeda nyata pada taraf p&lt;0,05, serta dapat memberikan &#13;
pengaruh berbeda tidak nyata pada taraf p&gt;0,05 terhadap warna L pada buah strawberry &#13;
varietas mencir.
</summary>
<dc:date>2025-09-12T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
