<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<title>Agrotechnology</title>
<link href="http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/18" rel="alternate"/>
<subtitle>Agroteknologi</subtitle>
<id>http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/18</id>
<updated>2026-04-05T03:53:03Z</updated>
<dc:date>2026-04-05T03:53:03Z</dc:date>
<entry>
<title>PENGARUH PUPUK HAYATI BIOBOOST DAN RHIZOBIUM  TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN  KEDELAI HITAM (Glycine max L.) PADA TANAH PMK</title>
<link href="http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/30288" rel="alternate"/>
<author>
<name>MUHAMMAD, GIFARI MUHASIBI</name>
</author>
<id>http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/30288</id>
<updated>2026-03-30T08:07:53Z</updated>
<published>2026-01-27T00:00:00Z</published>
<summary type="text">PENGARUH PUPUK HAYATI BIOBOOST DAN RHIZOBIUM  TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN  KEDELAI HITAM (Glycine max L.) PADA TANAH PMK
MUHAMMAD, GIFARI MUHASIBI
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peningkatan pertumbuhan dan hasil kedelai &#13;
hitam (Glycine max L.) dengan pemberian pupuk hayati bioboost dan rhizobium. &#13;
Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 2 &#13;
faktor yaitu : faktor pupuk hayati bioboost, dengan 4 taraf : H0 : 0/kontrol, H1 : 20 &#13;
ml/l air, H2 : 40 ml/l air, H3 : 60 ml/l air. Faktor kedua rhizobium, dengan 4 taraf : &#13;
R0 : 0/kontrol, R1 : 10 gr/kg benih, R2 : 15 gr/kg benih, R3 : 20 gr/kg benih. Uji &#13;
beda rataan Duncan's Multiple Range Test (DMRT) pada taraf kepercayaan 5% &#13;
digunakan dengan model linier untuk analisis kombinasi Rancangan Acak &#13;
Kelompok. Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman (cm), jumlah cabang &#13;
(cabang), umur berbunga (hari), jumlah polong per sampel (polong), bobot polong &#13;
per sampel (gr), bobot polong per plot (gr), bobot 100 biji (gr), jumlah bintil akar &#13;
(jumlah). Hasil penelitian menunjukkan pemberian pupuk hayati bioboost tidak &#13;
berpengaruh nyata terhadap semua parameter pengamatan sedangkan pemberian &#13;
rhizobium berpengaruh nyata terhadap parameter jumlah polong per sampel, &#13;
jumlah bintil akar dan bobot polong per sampel. Interaksi kombinasi kedua &#13;
perlakuan berpengaruh nyata terhadap parameter umur berbunga.
</summary>
<dc:date>2026-01-27T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>PENGARUH KONSENTRASI ZAT PENGATUR TUMBUH NAA  DAN BAP TERHADAP PERTUMBUHAN TUNAS TANAMAN  NANAS (Ananas comosus L.) SECARA IN VITRO</title>
<link href="http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/30146" rel="alternate"/>
<author>
<name>Zainuri Rahmad, Doni Hasibuan</name>
</author>
<id>http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/30146</id>
<updated>2026-03-03T04:10:48Z</updated>
<published>2026-01-07T00:00:00Z</published>
<summary type="text">PENGARUH KONSENTRASI ZAT PENGATUR TUMBUH NAA  DAN BAP TERHADAP PERTUMBUHAN TUNAS TANAMAN  NANAS (Ananas comosus L.) SECARA IN VITRO
Zainuri Rahmad, Doni Hasibuan
Tujuan penelitian Untuk mengetahui pengaruh NAA &#13;
(Naphthalene Acetic Acid) dan BAP (Benzyl Amino Purine) terhadap &#13;
pertumbuhan tunas tanaman nanas secara in vitro. Penelitian menggunakan &#13;
Racangan Acak Lengkap (RAL) faktorial yang terdiri dari 2 faktor dan 3 ulangan. &#13;
Faktor pertama pemberian konsentrasi NAA yaitu: N0: Tanpa Hormon (Kontrol), &#13;
N1: 0.5 mg/l, N2 : 1 mg/l dan N3 : 1,5 mg/l, faktor kedua pemberian BAP yaitu : &#13;
B0: Tanpa Hormon (Kontrol), B1 : 1,5 mg/l, B2: 2.5 mg/l dan B3: 3.5 mg/l. &#13;
Parameter yang diamati adalah persentase eksplan hidup, persentase eksplan &#13;
terkontaminasi, jumlah tunas (unit), Jumlah akar (unit), jumlah daun (helai) dan &#13;
tinggi tunas (mm),  Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan uji beda rataan &#13;
menurut Duncan’s Multiple range Test (DMRT) pada α 1%. Hasil penelitian &#13;
menunjukkan bahwa perlakuan NAA (Naphthalene Acetic Acid) tidak &#13;
berpengaruh nyata terhadap semua parameter dan BAP (Benzly Amino Purin) &#13;
berpengaruh nyata pada parameter jumlah akar. Interaksi kombinasi kedua &#13;
perlakuan menunjukkan pengaruh nyata terhadap jumlah tunas dan jumlah akar.
</summary>
<dc:date>2026-01-07T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>EFEKTIVITAS PEMBERIAN PAKAN PELET TALAS  (Colocasia esculenta L. Schott.) TERHADAP  PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN   BOBOT TUBUH IKAN LELE DUMBO</title>
<link href="http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/30137" rel="alternate"/>
<author>
<name>DIMAS, ADITIA</name>
</author>
<id>http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/30137</id>
<updated>2026-03-03T03:49:55Z</updated>
<published>2026-02-03T00:00:00Z</published>
<summary type="text">EFEKTIVITAS PEMBERIAN PAKAN PELET TALAS  (Colocasia esculenta L. Schott.) TERHADAP  PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN   BOBOT TUBUH IKAN LELE DUMBO
DIMAS, ADITIA
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas &#13;
pemberian pakan pelet talas (Colocasia esculenta L. Schott.) terhadap pertumbuhan &#13;
dan perkembangan bobot tubuh ikan lele dumbo. Penelitian ini dilatar belakangi &#13;
oleh tingginya harga pakan komersial yang memengaruhi keuntungan pembudidaya &#13;
ikan lele dumbo.  Produk penelitian adalah pakan ikan organik yang dibuat dari &#13;
bahan baku seperti Colocasi esculenta. Pakan ini tersedia dalam kemasan 1 kg dan &#13;
5 kg. Kandungan nutrisi pakan ikan organik meliputi protein (37%), kadar abu &#13;
(5,5%), serat kasar (3%), karbohidrat (33,4%), lemak total (4%), dan kadar air &#13;
(1,5%).  Pengaplikasian produk pakan ikan organik selama 1 bulan, bobot ikan lele &#13;
dumbo pada fase starter mencapai 36 gram pada hari ke-30 dan 65 gram pada hari &#13;
ke-40. Kesimpulan dari penelitian adalah pakan ikan organik mampu meningkatkan &#13;
bobot tubuh ikan lele secara signifikan dari normalnya 20 gram setelah pemakain &#13;
pakan organik yaitu 36 gram dan efektif dalam menjaga performa pertumbuhan.
</summary>
<dc:date>2026-02-03T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>ANALISIS METABOLIT SEKUNDER Hydrilla verticillata  DALAM MENGATASI RUNTING STUNTING SYNDROME  (RSS) PADA AYAM BROILER</title>
<link href="http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/30131" rel="alternate"/>
<author>
<name>ANGGA, PRATAMA</name>
</author>
<id>http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/30131</id>
<updated>2026-03-03T03:33:23Z</updated>
<published>2026-02-28T00:00:00Z</published>
<summary type="text">ANALISIS METABOLIT SEKUNDER Hydrilla verticillata  DALAM MENGATASI RUNTING STUNTING SYNDROME  (RSS) PADA AYAM BROILER
ANGGA, PRATAMA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder &#13;
Hydrilla verticillata dalam mengatasi Runting Stunting Syndrome (RSS) pada ayam &#13;
broiler. RSS merupakan gangguan pertumbuhan yang menyebabkan ayam &#13;
mengalami pertumbuhan lambat, bobot tidak seragam serta penurunan &#13;
produktivitas. Salah satu solusi pencegahan yang berkelanjutan adalah melalui &#13;
pemberian pakan yang memiliki kandungan metabolit sekunder dan bersumber dari &#13;
bahan alami lokal. &#13;
Hasil analisis laboratorium menunjukkan bahwa Hydrilla verticillata &#13;
mengandung senyawa metabolit sekunder berupa Alkaloid, Flavonoid dan Steroid. &#13;
Kandungan metabolit sekunder membantu mempercepat pertumbuhan otot dan &#13;
jaringan tubuh ayam sedangkan kalium penting dalam menjaga keseimbangan &#13;
elektrolit dan memperkuat sistem imun ayam. &#13;
Hydrilla verticillata diketahui mengandung senyawa aktif yang merupakan &#13;
senyawa metabolit sekunder. Dengan kandungan nutrisi dan seimbang, pakan &#13;
fungsional ini terbukti secara ilmiah mampu mengurangi gejala RSS, meningkatkan &#13;
bobot badan ayam broiler, dan memperbaiki rasio konversi pakan. Oleh karena itu, &#13;
Hydrilla verticillata berpotensi menjadi bahan baku pakan alternatif yang &#13;
mendukung produksi ternak sehat, efisien dan ramah lingkungan.
</summary>
<dc:date>2026-02-28T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
