<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<title>Master of Notary</title>
<link href="http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/154" rel="alternate"/>
<subtitle>Magister Kenotariatan</subtitle>
<id>http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/154</id>
<updated>2026-05-06T12:05:38Z</updated>
<dc:date>2026-05-06T12:05:38Z</dc:date>
<entry>
<title>KEDUDUKAN ANAK YANG DILAHIRKAN DARI  PERKAWINAN TIDAK TERCATAT DALAM HAK  MEWARIS MENURUT HUKUM ISLAM  (Studi Putusan MK Nomor. 46/PUU-VIII/2010)</title>
<link href="http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/30598" rel="alternate"/>
<author>
<name>ALFAHIRA, DIRA</name>
</author>
<id>http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/30598</id>
<updated>2026-04-30T03:23:07Z</updated>
<published>2026-04-16T00:00:00Z</published>
<summary type="text">KEDUDUKAN ANAK YANG DILAHIRKAN DARI  PERKAWINAN TIDAK TERCATAT DALAM HAK  MEWARIS MENURUT HUKUM ISLAM  (Studi Putusan MK Nomor. 46/PUU-VIII/2010)
ALFAHIRA, DIRA
Penentuan status anak dalam hukum Indonesia pada dasarnya didasarkan &#13;
pada keabsahan perkawinan orang tuanya, yaitu antara anak yang lahir dari &#13;
perkawinan sah dan anak yang lahir di luar perkawinan. Pencatatan perkawinan &#13;
berfungsi sebagai sarana administratif guna menjamin kepastian hukum, namun &#13;
tidak menjadi penentu sah atau tidaknya suatu perkawinan menurut hukum Islam. &#13;
Tidak adanya pencatatan perkawinan menimbulkan konsekuensi hukum, &#13;
khususnya terhadap kejelasan hubungan keperdataan antara anak dan ayah &#13;
biologisnya, termasuk dalam hal hak waris. &#13;
Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif dengan pendekatan &#13;
perundang-undangan dan perbandingan hukum. Data yang digunakan terdiri dari &#13;
bahan hukum primer dan sekunder yang dianalisis secara kualitatif melalui studi &#13;
kepustakaan. &#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah Putusan Mahkamah Konstitusi &#13;
Nomor 46/PUU-VIII/2010, terjadi perkembangan penting dalam pengakuan &#13;
hubungan perdata antara anak dan ayah biologisnya sepanjang dapat dibuktikan &#13;
secara hukum. Namun demikian, pengakuan tersebut tidak bersifat otomatis dan &#13;
tetap memerlukan penetapan pengadilan. Dalam perspektif hukum Islam, putusan &#13;
tersebut tidak mengubah konsep nasab sebagai dasar utama pewarisan, melainkan &#13;
memberikan penguatan terhadap perlindungan hak keperdataan anak. Dalam &#13;
praktik peradilan agama, penerapan putusan ini menunjukkan kecenderungan &#13;
hakim untuk mengedepankan kepentingan terbaik bagi anak, terutama melalui &#13;
mekanisme penetapan asal-usul anak sebagai dasar perlindungan hukum.
</summary>
<dc:date>2026-04-16T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>KEABSAHAN AKTA HIBAH  TANAH TANPA  SEPENGETAHUAN PEMILIK SERTIFIKAT HAK  MILIK ATAS TANAH   (Analisis Putusan Nomor:470/Pdt/2020/PT SMG)</title>
<link href="http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/30597" rel="alternate"/>
<author>
<name>LESTARI, INDAH</name>
</author>
<id>http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/30597</id>
<updated>2026-04-30T03:17:28Z</updated>
<published>2026-04-16T00:00:00Z</published>
<summary type="text">KEABSAHAN AKTA HIBAH  TANAH TANPA  SEPENGETAHUAN PEMILIK SERTIFIKAT HAK  MILIK ATAS TANAH   (Analisis Putusan Nomor:470/Pdt/2020/PT SMG)
LESTARI, INDAH
Akta hibah pada prinsipnya merupakan akta autentik yang berkekuatan &#13;
pembuktiannya sempurna, sepanjang akta tersebut memenuhi syarat yang dibuat &#13;
dalam bentuk akta autentik oleh pejabat yang berwenang. Salah satu syarat &#13;
esensial keabsahan akta autentik adalah kehadiran para pihak di hadapan notaris &#13;
atau Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT). Namun dalam praktik, masih &#13;
ditemukan pembuatan akta hibah tanpa sepengetahuan pemberi dan/atau penerima &#13;
hibah, yang berpotensi menimbulkan cacat hukum. Penelitian ini bertujuan untuk &#13;
menganalisis pengaturan hukum mengenai akta hibah yang dibuat tanpa &#13;
sepengetahuan pemilik sertifikat hak milik atas tanah, menganalisis akibat hukum &#13;
terhadap sertifikat hak milik yang telah dialihkan berdasarkan akta hibah tersebut, &#13;
serta mengkaji pertimbangan hakim dalam Putusan Pengadilan Tinggi Nomor &#13;
470/Pdt/2020/PT SMG terkait keabsahan akta hibah.  &#13;
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian &#13;
yuridis normatif yang bersifat deskriptif analitis. Jenis data yang digunakan adalah &#13;
data sekunder yang terdiri dari bahan hukum primer, sekunder, dan tesier. Teknik &#13;
pengumpulan data yaitu dengan cara studi pustaka dan studi dokumen. Data-data &#13;
yang telah diperoleh selanjutnya dianalisis secara kualitatif untuk mendapatkan &#13;
hasil penulisan yang bersifat deskriptif analitis.  &#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kehadiran para pihak merupakan &#13;
syarat formil dan materil yang wajib dipenuhi dalam pembuatan akta hibah. Akta &#13;
hibah yang dibuat tanpa sepengetahuan para pihak dinyatakan cacat hukum dan &#13;
berpotensi batal, sehingga berdampak pada batalnya peralihan hak atas tanah dan &#13;
sertifikat hak milik yang diterbitkan berdasarkan akta tersebut. Pertimbangan &#13;
hakim dalam putusan yang dianalisis menegaskan pentingnya kepatuhan terhadap &#13;
ketentuan Undang-Undang Jabatan Notaris guna menjamin kepastian dan &#13;
perlindungan hukum bagi para pihak.
</summary>
<dc:date>2026-04-16T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>KAJIAN PERAN PEJABAT LELANG DALAM MENJAMIN  HAK-HAK KREDITOR DAN DEBITOR DALAM LELANG  EKSEKUSI</title>
<link href="http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/30596" rel="alternate"/>
<author>
<name>KHOPIPA, NUR</name>
</author>
<id>http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/30596</id>
<updated>2026-04-30T03:12:07Z</updated>
<published>2026-04-16T00:00:00Z</published>
<summary type="text">KAJIAN PERAN PEJABAT LELANG DALAM MENJAMIN  HAK-HAK KREDITOR DAN DEBITOR DALAM LELANG  EKSEKUSI
KHOPIPA, NUR
Lelang eksekusi merupakan salah satu mekanisme penyelesaian utang &#13;
piutang yang bertujuan untuk menjamin terpenuhinya hak-hak kreditor dan &#13;
debitur. Dalam pelaksanaannya, Pejabat Lelang memiliki peran penting &#13;
dalam memastikan proses lelang berjalan sesuai dengan prinsip legalitas, &#13;
transparansi, dan keadilan. Namun, dalam praktik masih ditemukan berbagai &#13;
permasalahan, seperti kurangnya pemberitahuan kepada debitur, penetapan &#13;
nilai limit yang tidak wajar, serta lemahnya pengawasan, yang berpotensi &#13;
menimbulkan sengketa hukum. &#13;
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mekanisme lelang eksekusi, &#13;
mengkaji implikasi hukum apabila Pejabat Lelang tidak menjalankan &#13;
perannya secara optimal, serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi dalam &#13;
menjamin perlindungan hukum bagi kreditor dan debitur. Metode penelitian &#13;
yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan &#13;
perundang-undangan dan konseptual, serta didukung studi kasus Putusan &#13;
Pengadilan Negeri Medan Nomor 355/Pdt.G/2023/PN Mdn. &#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa mekanisme lelang telah diatur &#13;
secara sistematis, namun dalam praktik masih terdapat kelemahan dalam &#13;
aspek kehati-hatian dan transparansi. Ketidaktepatan pelaksanaan oleh &#13;
Pejabat Lelang dapat menimbulkan sengketa dan mengganggu kepastian &#13;
hukum. Kendala yang dihadapi meliputi aspek yuridis, sosiologis, dan &#13;
institusional. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan profesionalitas Pejabat &#13;
Lelang, penguatan pengawasan, serta peningkatan transparansi dan edukasi &#13;
hukum kepada masyarakat agar pelaksanaan lelang lebih efektif dan &#13;
berkeadilan.
</summary>
<dc:date>2026-04-16T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>KAJIAN HUKUM PENERAPAN PRINSIP KEADILAN DALAM  PELAKSANAAN LELANG EKSEKUSI   HAK TANGGUNGAN  (Studi Putusan Nomor 355/Pdt.G/2023/PN Medan)</title>
<link href="http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/30594" rel="alternate"/>
<author>
<name>SIREGAR, FITRIYANI</name>
</author>
<id>http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/30594</id>
<updated>2026-04-30T03:05:56Z</updated>
<published>2026-04-16T00:00:00Z</published>
<summary type="text">KAJIAN HUKUM PENERAPAN PRINSIP KEADILAN DALAM  PELAKSANAAN LELANG EKSEKUSI   HAK TANGGUNGAN  (Studi Putusan Nomor 355/Pdt.G/2023/PN Medan)
SIREGAR, FITRIYANI
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh maraknya sengketa hukum dalam &#13;
pelaksanaan lelang eksekusi Hak Tanggungan di Indonesia. Permasalahan utama &#13;
bersumber dari ketidakseimbangan kepentingan antara kreditur yang menuntut &#13;
pelunasan piutang secara cepat dengan debitur yang berupaya mempertahankan &#13;
haknya atas harga aset yang wajar. Fenomena "harga murah" dalam lelang sering &#13;
kali memicu gugatan karena dianggap mencederai rasa keadilan bagi debitur. Oleh &#13;
karena itu, penelitian ini memfokuskan analisis pada penerapan prinsip keadilan &#13;
dalam proses lelang eksekusi dengan membedah Putusan Pengadilan Negeri Medan &#13;
Nomor 355/Pdt.G/2023/PN Mdn sebagai studi kasus utama.   &#13;
Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif yang &#13;
bersifat deskriptif-analitis. Pendekatan penelitian dilakukan melalui pendekatan &#13;
perundang-undangan (statute approach) untuk menelaah regulasi terkait Hak &#13;
Tanggungan dan lelang, serta pendekatan kasus (case approach) untuk memahami &#13;
pertimbangan hukum hakim. Data penelitian bersumber dari bahan hukum primer, &#13;
sekunder, dan tersier yang dikumpulkan melalui studi pustaka. Seluruh data yang &#13;
terkumpul kemudian dianalisis secara kualitatif untuk memberikan gambaran &#13;
komprehensif mengenai kedudukan prinsip keadilan dalam putusan yang diteliti.   &#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Majelis Hakim dalam Putusan Nomor &#13;
355/Pdt.G/2023/PN Mdn memandang pelaksanaan lelang telah memenuhi keadilan &#13;
prosedural karena telah sesuai dengan UU Hak Tanggungan dan PMK Nomor &#13;
213/PMK.06/2020. Penggunaan jasa Penilai Independen dalam penetapan nilai &#13;
limit dianggap sebagai perlindungan hukum terhadap hak-hak para pihak, sehingga &#13;
peralihan hak kepada pemenang lelang dinyatakan sah. Namun demikian, penelitian &#13;
ini menemukan bahwa keadilan substantif bagi debitur masih sulit diwujudkan &#13;
akibat besarnya selisih antara nilai likuidasi dengan harga pasar wajar. Dominasi &#13;
kreditur dalam menentukan nilai limit serta lemahnya posisi tawar debitur menjadi &#13;
kendala utama, yang mengindikasikan bahwa sistem lelang saat ini masih &#13;
memerlukan penguatan regulasi demi perlindungan hukum yang lebih proporsional &#13;
bagi debitur.
</summary>
<dc:date>2026-04-16T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
