<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<title>Faculty of Agriculture</title>
<link href="http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/14" rel="alternate"/>
<subtitle>Fakultas Pertanian</subtitle>
<id>http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/14</id>
<updated>2026-06-11T20:26:16Z</updated>
<dc:date>2026-06-11T20:26:16Z</dc:date>
<entry>
<title>PERSEPSI DAN SIKAP PETANI TERHADAP PROGRAM BRIGADE PANGAN DI KECAMATAN HINAI</title>
<link href="http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/31742" rel="alternate"/>
<author>
<name>NADIRA, ZAHWA</name>
</author>
<id>http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/31742</id>
<updated>2026-06-11T04:46:00Z</updated>
<published>2026-04-17T00:00:00Z</published>
<summary type="text">PERSEPSI DAN SIKAP PETANI TERHADAP PROGRAM BRIGADE PANGAN DI KECAMATAN HINAI
NADIRA, ZAHWA
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh persepsi &#13;
dan sikap petani terhadap keberhasilan Program Brigade Pangan pada petani padi. Petani &#13;
sebagai pelaku utama, program ini memiliki peran penting dalam menentukan keberhasilan &#13;
pelaksanaan program di lapangan. Persepsi petani diukur melalui indikator manfaat program, &#13;
pemahaman, dukungan pendampingan, dan kesesuaian program, sedangkan sikap petani &#13;
diukur melalui penerimaan, partisipasi, dan keberlanjutan program. Keberhasilan program &#13;
dinilai berdasarkan peningkatan kuantitas produksi, kualitas produksi, efisiensi, dan &#13;
keberlanjutan produksi. &#13;
Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan metode &#13;
Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Square (PLS). Metode ini &#13;
digunakan untuk menganalisis hubungan antara variabel laten, yaitu persepsi petani, sikap &#13;
petani, dan keberhasilan program secara simultan. &#13;
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa persepsi dan sikap petani berpengaruh positif &#13;
dan signifikan terhadap keberhasilan program. Hal ini berarti semakin baik persepsi dan sikap &#13;
petani terhadap Program Brigade Pangan, maka semakin tinggi tingkat keberhasilan program &#13;
yang dicapai. Oleh karena itu, peningkatan pemahaman, pendampingan, serta keterlibatan aktif &#13;
petani menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan program secara berkelanjutan.
</summary>
<dc:date>2026-04-17T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>OPTIMALISASI FUNGSI PRODUKSI USAHA PADI SAWAH (Oryza  Sativa) DI LAHAN PASANG SURUT DESA TANJUNG REJO  KECAMATAN PERCUT SEI TUAN, KABUPATEN   DELI SERDANG</title>
<link href="http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/31693" rel="alternate"/>
<author>
<name>SYAM, M. TAUFIK MAULANA</name>
</author>
<id>http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/31693</id>
<updated>2026-06-10T06:56:18Z</updated>
<published>2026-04-17T00:00:00Z</published>
<summary type="text">OPTIMALISASI FUNGSI PRODUKSI USAHA PADI SAWAH (Oryza  Sativa) DI LAHAN PASANG SURUT DESA TANJUNG REJO  KECAMATAN PERCUT SEI TUAN, KABUPATEN   DELI SERDANG
SYAM, M. TAUFIK MAULANA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh faktor produksi dan tingkat &#13;
efisiensi penggunaan input pada usahatani padi sawah di lahan pasang surut Desa &#13;
Tanjung Rejo. Penelitian dilakukan terhadap 30 petani menggunakan analisis &#13;
fungsi produksi Cobb-Douglas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa luas lahan, &#13;
tenaga kerja, bibit, dan pupuk secara simultan maupun parsial berpengaruh &#13;
signifikan terhadap produksi padi. Nilai koefisien determinasi sebesar 96,7%, &#13;
yang berarti sebagian besar variasi produksi dapat dijelaskan oleh keempat faktor &#13;
tersebut. Faktor yang paling dominan mempengaruhi produksi adalah tenaga &#13;
kerja. Oleh karena itu, penggunaan faktor produksi yang tepat dan efisien sangat &#13;
penting untuk meningkatkan hasil produksi padi di lahan pasang surut.
</summary>
<dc:date>2026-04-17T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>FORMULASIT EPUNG MOCAF (ModifiedCassava Flour) dan TEPUNG BIJI KETAPANG (Terminalia catappa) SEBAGAI ALTERNATIF BAHAN BAKU PEMBUATAN ROTI GLUTEN-FREE</title>
<link href="http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/31602" rel="alternate"/>
<author>
<name>SUCI, RAMADANI</name>
</author>
<id>http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/31602</id>
<updated>2026-06-09T03:33:26Z</updated>
<published>2026-03-02T00:00:00Z</published>
<summary type="text">FORMULASIT EPUNG MOCAF (ModifiedCassava Flour) dan TEPUNG BIJI KETAPANG (Terminalia catappa) SEBAGAI ALTERNATIF BAHAN BAKU PEMBUATAN ROTI GLUTEN-FREE
SUCI, RAMADANI
Roti gluten-free merupakan alternatif pangan yang dibutuhkan bagi&#13;
penderita intoleransi gluten atau celiac disease. Namun, produk roti bebas gluten&#13;
sering mengalami kendala dari segi tekstur, rasa, dan nilai gizi. Penelitiani inii&#13;
bertujuani untuki memformulasikan tepung mocaf (Modified Cassava Flour) dan&#13;
tepung biji ketapang (Terminalia catappa) sebagai bahan baku lokal dalam&#13;
pembuatan roti gluten-free. Tepung mocaf dipilih karena bebas gluten dan&#13;
memiliki sifat fungsional yang mirip dengan terigu, sedangkan biji ketapang kaya&#13;
protein dan lemak sehat yang berpotensi meningkatkan nilai gizi serta mutu&#13;
organoleptik. Metode penelitian yang digunakan berupa Rancangan Acak Lengkap&#13;
(RAL) faktorial dengan dua faktor, yaitu Faktor I adalah persentase tepung mocaf&#13;
dan biji ketapang (MK1 = 100%:0%, MK2 = 95%:5%, MK3 = 90%:10%,&#13;
MK4 =85%:15%) dan Faktor II adalah suhu pengovenan (SP1 = 160°C, SP2 =&#13;
170°C, SP3 = 180°C, SP4 = 190°C). Masing-masing perlakuan dilakukan dua kali&#13;
pengulangan, sehingga jumlah keseluruhan unit percobaan adalah 16. Parameter&#13;
yang diuji meliputi kadar air, kadar abu, daya kembang, daya serap air, serta uji&#13;
organoleptik (aroma, rasa, warna, tekstur). Berdasarkan hasil penelitian, dapat&#13;
diketahui bahwa penambahan tepung biji ketapang memberikan pengaruh berbeda&#13;
sangat nyata (p&lt;0,01) terhadap kadar abu, kadar air, daya kembang, daya serap&#13;
air, serta organoleptik aroma dan tekstur, Sementara itu, pada aspek organoleptik&#13;
rasa dan warna tidak berbeda nyata. Suhu pengovenan menunjukkan pengaruh&#13;
berbeda sangat nyata (p&lt;0,01) terhadap kadar abu, kadar air, daya kembang, daya&#13;
serap air, serta organoleptik aroma, rasa, dan tekstur, tetapi pada organoleptik&#13;
warna tidak berbeda nyata. Interaksi antara persentase mocaf–ketapang dengan&#13;
suhu pengovenan juga tidak diperoleh pada formulasi MK4 (85% mocaf : 15%&#13;
ketapang) dengan suhu pengovenan 190°C (SP4). Perlakuan ini menghasilkan roti&#13;
dengan kadar abu tinggi (menunjukkan kandungan mineral), kadar air stabil, daya&#13;
kembang dan daya serap optimal, serta nilai organoleptik (aroma, rasa, warna,&#13;
dan tekstur) yang paling disukai panelis.
</summary>
<dc:date>2026-03-02T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>KARAKTERISTIK FISIOKIMIA MAYONES BERBASIS CAMPURAN MINYAK KEDELAI (Glycine max.) DAN MINYAK BIJI KETAPANG (Terminalia catappa L.)</title>
<link href="http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/31599" rel="alternate"/>
<author>
<name>FATIHA, SYAHRANI</name>
</author>
<id>http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/31599</id>
<updated>2026-06-09T03:24:25Z</updated>
<published>2026-03-02T00:00:00Z</published>
<summary type="text">KARAKTERISTIK FISIOKIMIA MAYONES BERBASIS CAMPURAN MINYAK KEDELAI (Glycine max.) DAN MINYAK BIJI KETAPANG (Terminalia catappa L.)
FATIHA, SYAHRANI
Mayones merupakan produk emulsi minyak dalam air yang banyak &#13;
digunakan sebagai dressing sauce dan saus pendamping. Komposisi mayones &#13;
sebagian besar terdiri dari minyak nabati dan bahan lain yaitu kuning telur, air &#13;
perasan lemon, garam, gula, merica, mustard, dan CMC (Carboxymethyl &#13;
Cellulose).  Minyak kedelai sering digunakan karena sifatnya yang mudah diemulsi, &#13;
namun minyak biji ketapang (Terminalia catappa L.) memiliki potensi sebagai &#13;
alternatif sumber minyak nabati dalam pembuatan mayones. Selain itu lama waktu &#13;
pengadukan minyak dalam terbentuknya emulsi mayones menjadi faktor yang &#13;
dapat diperhatikan untuk kualitas fisikokimia dan penerimaan sensori mayones. &#13;
Penelitian ini bertujuan, (1) Untuk memanfaatkan potensi minyak biji ketapang &#13;
(Terminalia catappa L.) sebagai campuran dalam produk olahan pangan, (2) Untuk &#13;
mengetahui karakteristik mayones yang dihasilkan dengan formulasi minyak &#13;
kedelai (Glycine max.) dan minyak biji ketapang (Terminalia catappa L.), dan (3) &#13;
Untuk mengetahui lama waktu pengadukan minyak pada mayones yang dihasilkan. &#13;
Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Teknologi Hasil Pertanian Fakultas &#13;
Pertanian &#13;
Universitas &#13;
Muhammadiyah &#13;
Sumatera &#13;
Utara. Penelitian &#13;
ini menerapkan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang bersifat faktorial dengan &#13;
dua kali pengulangan. Faktor I adalah formulasi minyak kedelai dan minyak biji &#13;
ketapang (F) terdiri dari 4 taraf yaitu F1= 100% minyak kedelai : 0% minyak biji &#13;
ketapang, F2= 95% minyak kedelai : 5% minyak biji ketapang, F3= 90% minyak &#13;
kedelai : 10% minyak biji ketapang, dan F4= 85% minyak kedelai : 15% minyak &#13;
biji ketapa. Faktor II  adalah lama waktu pengadukan minyak (L) terdiri dari 4 taraf &#13;
yaitu L1= 5 menit, L2= 7 menit, L3= 9 menit, dan L4= 11 menit. Parameter yang &#13;
diamati meliputi kadar air, kadar protein, kadar lemak, kestabilan emulsi, uji &#13;
organoleptik rasa, uji organoleptik warna, dan uji organoleptik aroma. Formulasi &#13;
minyak kedelai dan minyak biji ketapang memberikan pengaruh yang berbeda &#13;
sangat nyata pada taraf p&lt;0,01 terhadap kadar air, kadar protein, kadar lemak, &#13;
kestabilan emulsi, uji organoleptik rasa, uji organoleptik warna, dan uji &#13;
organoleptik aroma pada mayones. Lama waktu pengadukan minyak memberikan &#13;
pengaruh yang berbeda sangat nyata pada taraf p&lt;0,01 terhadap kadar air, kadar &#13;
protein, kadar lemak, kestabilan emulsi, uji organoleptik rasa, uji organoleptik &#13;
warna, dan uji organoleptik aroma pada mayones. Interaksi antara formulasi minyak &#13;
kedelai dan minyak biji ketapang dan lama waktu pengadukan minyak memberikan &#13;
pengaruh yang berbeda sangat nyata pada taraf p&lt;0,01 terhadap kadar air, kadar &#13;
lemak, kestabilan emulsi, dan uji organoleptik aroma serta memberikan pengaruh &#13;
berbeda tidak nyata pada taraf p&gt;0,05 terhadap kadar protein, uji organoleptik rasa &#13;
dan uji organoleptik warna pada mayones. Berdasarkan seluruh parameter yang &#13;
diuji karakteristik fisikokimia mayones terbaik terdapat pada F2 dengan formulasi &#13;
95% minyak kedelai : 5% minyak biji ketapang serta lama waktu pengadukan &#13;
minyak pada 11 menit. Selain itu pada peneliti selanjutnya lebih diperhatikan dalam &#13;
pemurnian minyak biji ketapang dan kecepatan pengadukan dalam pembuatan &#13;
mayones.
</summary>
<dc:date>2026-03-02T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
