Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/2119
Full metadata record
DC FieldValueLanguage
dc.contributor.authorHarahap, Yusuf-
dc.date.accessioned2020-03-06T04:59:56Z-
dc.date.available2020-03-06T04:59:56Z-
dc.date.issued2019-03-08-
dc.identifier.urihttp://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/2119-
dc.description.abstractModifikasi kenderaan yang tidak sesuai dengan peraturan merupakan bagian dari pelanggaran lalu lintas karena telah merubah bentuk kenderaan sehingga tidak lagi sesuai dengan peruntukannya, oleh karena diperlukanya upaya penanggulangan terhadap pelanggaran modifikasi kenderaan oleh pihak aparat kepolisian yang dilakukan dengan cara pencegahan hingga pemberantasan terhadap adanya tindakan pelanggaran lalu lintas yang bertujuan untuk mewujudkan budaya tertib lalu lintas berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan jalan (UULLAJ). Berdasarkan uraian di atas maka dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penanggulangan pelanggaran lalu lintas terhadap pengendara yang memodifikasi kenderaannya, kendala penanggulangan, dan upaya untuk mengatasi kendala. Metode Penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptipf dengan jenis pendekatan yuridis empiris, sumber data diperoleh langsung dari lapangan dengan melakukan wawancara, sedangkan sekunder diperoleh melalui studi dokumen/kepustakaan dengan mengolah bahan hukum sekunder (sebagai Teori) dan bahan tersier yang diperoleh dari hasil penelitian. Berdasarkan hasil penelitian maka diketahui bahwa cara penanggulangan pelanggaran lalu lintas terhadap pengendara yang memodifikasi kenderaanya dilakukan dengan 3 cara Pre-emtif, preventif dan represif yakni: dengan metode pertama pre-emtif dilakukan dengan cara mendidik dan memberdayakan masyarakat untuk tertib berlalu lintas, metode kedua preventif, dilakukan dengan cara pemasangan lampu jalan dan CCTV dititik jalan yang rawan akan kecelakaan serta menjalin kerjasama dengan Dinas Perhubungan dan Dinas Pekerjaan Umum, sedangkan metode ketiga represif, dilakukan dengan cara operasi/razia untuk menindak pelaku pelanggaran yang kedapatan memodifikasi kenderaannya yang tidak sesuai peruntukan secara melanggar hukum. Kendala dalam penanggulangan pelanggaran lalu lintas terhadap pengendara yang memodifikasi kenderaannya antara lain keluarga/masyarakat seperti kurangnya kesadaran masyarakat dalam tata tertib berlalu lintas dan keluarga membiarkan anak di bawah umur untuk membawa kenderaan. Hambatan penegak hukum dalam melakukan upaya represif yang dilakukan oleh penegak hukum adalah kurangnya jumlah personil dalam mengatasi pelanggaran lalu lintas dan begitu juga kurangnya fasilitas pendukung seperti kereta tril untuk mengejar para pelaku yang mencoba kabur dari pada saat Operasi razia.en_US
dc.subjectPenanggulanganen_US
dc.subjectPelanggaranen_US
dc.subjectLalu Lintasen_US
dc.subjectModifikasi Kendaraanen_US
dc.titlePenanggulangan Pelanggaran Lalu Lintas Terhadap Pengendara Yang Memodifikasi Kenderaannya (Studi Kasus di Satlantas Polres Asahan)en_US
dc.typeThesisen_US
Appears in Collections:Legal Studies



Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.