Abstract:
Latar Belakang: Aktivitas fisik dan kualitas tidur merupakan faktor yang berperan
penting dalam fungsi kognitif, termasuk memori jangka pendek. Mahasiswa
kedokteran sering mengalami beban akademik yang tinggi sehingga berisiko
mengalami penurunan aktivitas fisik dan gangguan kualitas tidur yang dapat
memengaruhi kemampuan memori. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui hubungan aktivitas fisik dan kualitas tidur terhadap memori jangka pendek
pada mahasiswa angkatan 2022 Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah
Sumatera Utara.Penelitian ini merupakan penelitian analitik korelasional dengan
desain cross-sectional. Metode: Sampel penelitian berjumlah 86 mahasiswa yang
dipilih menggunakan teknik consecutive sampling. Aktivitas fisik diukur
menggunakan (IPAQ), kualitas tidur menggunakan Pittsburgh Sleep Quality Index
(PSQI), dan memori jangka International Physical Activity Questionnaire pendek
menggunakan Digit Span Forward Test. Analisis data dilakukan secara univariat dan
bivariat menggunakan uji korelasi Spearman dengan tingkat kemaknaan p<0,05. Hasil:
Mayoritas responden berusia 22 tahun (41,9%) dan berjenis kelamin perempuan
(70,9%). Sebagian besar responden memiliki aktivitas fisik sedang (47,7%), kualitas
tidur buruk (93,0%), dan memori jangka pendek kategori sedang (73,3%). Hasil uji
korelasi Spearman menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara
aktivitas fisik dengan memori jangka pendek (r=0,004; p=0,971) maupun antara
kualitas tidur dengan memori jangka pendek (r=0,098; p=0,371). Kesimpulan: Tidak
terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik maupun kualitas tidur dengan
memori jangka pendek pada mahasiswa angkatan 2022 Fakultas Kedokteran
Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara.