Abstract:
Dermatitis seboroik yang juga disebut dengan eksema seboroik, adalah penyakit
yang sering terjadi yang ditandai oleh adanya sisik diatas dasar kulit kemerahan.
Kualitas hidup merupakan persoalan yang sangat penting dalam psikologi
kesehatan yang mencakup sebagian besar pengertian kesehatan masyarakat.
Desain penelitian menggunakan desain Cross Sectional Study (potong lintang).
Populasi dalam penelitian ini adalah pasien yang mengalami dermatitis seboroik di
RSUD Dr. Pirngadi Medan. Data yang telah diolah dianalisis secara univariat dan
disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi dan persentase disertai narasi
deskriptif. Hasil penelitian yang dilakukan pada 28 pasien dermatitis dermatitis
seboroik di RSUD Dr. Pirngadi Medan, diperoleh bahwa mayoritas pasien
berjenis kelamin laki-laki sebanyak 15 pasien (53,6%). Berdasarkan usia
kelompok yang paling dominan adalah usia 51-65 tahun sebanyak 11 pasien
(39,3%). Dari pendidikan, menunjukkan bahwa proporsi pasien dengan
pendidikan terakhir SMA dan sarjana adalah sama, yaitu sebanyak 14 pasien
(50,0%). Berdasarkan pekerjaan, mayoritas pasien termasuk dalam kategori
pekerjaan lainnya, yaitu sebanyak 21 pasien (75,0%) dengan pekerjaan lainnya
yang menunjukkan pekerjaan tidak disebutkan secara spesifik. Sebanyak 14
pasien (50,0%) menyatakan bahwa dermatitis seboroik memberikan pengaruh
yang amat sangat berpengaruh terhadap aktivitas sehari-hari. Kesimpulan
penelitian ini menunjukkan bahwa pasien berjenis kelamin laki-laki dominan
merasakan amat sangat berpengaruh terhadap kualitas hidup pasien. Selain itu
kelompok usia 51-65 tahun, pasien dengan pendidikan terakhir SMA dan sarjana,
serta pasien dengan kategori pekerjaan lainnya juga dominan merasakan bahwa
dermatitis seboroik memberikan pengaruh amat sangat berpengaruh terhadap
kualitas hidup pasien dalam aktivitas sehari-harinya.