Abstract:
Pendahuluan: Paparan radiasi ultraviolet (UV) berlebih berpotensi memicu
berbagai lesi dan gangguan kulit, mulai dari eritema (sunburn), hiperpigmentasi,
penuaan dini (photoaging), hingga keganasan kulit. Aplikasi tabir surya merupakan
salah satu tindakan fotoproteksi utama terhadap bahaya radiasi UV. Meskipun
demikian, tingkat pemahaman kognitif seseorang tidak selalu berbanding lurus
dengan kepatuhan perilakunya. Riset ini dilaksanakan guna mengevaluasi korelasi
antara pemahaman mengenai radiasi ultraviolet (UV) dan praktik penggunaan tabir
surya pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera
Utara. Metode: Studi kuantitatif analitik ini menggunakan rancangan cross sectional dengan pendekatan observasional. Sampel sebanyak 85 mahasiswa FK
UMSU ditentukan melalui metode simple random sampling, sedangkan data primer
diperoleh menggunakan instrumen kuesioner, diikuti analisis data secara univariat
dan bivariat memakai Uji Korelasi Rank-Spearman. Hasil: Karakteristik subjek
didominasi oleh responden perempuan. Tingkat pengetahuan radiasi UV kategori
baik ditemukan pada 53 subjek (62,4%), sedangkan tingkat penggunaan tabir surya
kategori baik tercatat pada 41 subjek (48,2%). Hasil evaluasi bivariat Rank Spearman menghasilkan nilai p = 0,084, yang mengindikasikan bahwa tidak adanya
hubungan yang menunjukkan signifikansi secara statistik antara pengetahuan sinar
UV dan praktik penggunaan tabir surya pada mahasiswa FK UMSU. Kesimpulan:
Tingkat pengetahuan mengenai sinar UV tidak menunjukkan adanya hubungan
yang signifikan dengan perilaku penggunaan tabir surya di kalangan mahasiswa FK
UMSU. Praktik pengaplikasian tabir surya diproyeksikan lebih banyak dipengaruhi
oleh variabel eksternal seperti kebiasaan personal, aksesibilitas produk, norma
lingkungan, serta persepsi individu dalam merawat kesehatan kulit.